Bermain dengan Sukacita

Senin, 24 Juni 2019

Bermain dengan Sukacita

Baca: Galatia 5:22-26

5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,

5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,

5:26 dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

Buah Roh ialah: . . . sukacita. —Galatia 5:22

Bermain dengan Sukacita

Salah seorang putra kami, Brian, adalah pelatih bola basket di sebuah SMA. Suatu kali, saat timnya sedang berjuang dalam Turnamen Bola Basket Negara Bagian Washington, orang-orang yang mendukung mereka mengajukan pertanyaan, “Apakah kalian akan menjuarai turnamen tahun ini?” Pertanyaan itu membuat para pemain maupun pelatih merasa sangat terbebani, maka Brian kemudian menyemangati timnya dengan semboyan: “Bermain dengan sukacita!”

Saya teringat pada kata-kata perpisahan dari Rasul Paulus kepada para penatua di Efesus dalam salah satu terjemahan Alkitab: “sehingga aku dapat mengakhiri perlombaanku dengan sukacita” (Kis. 20:24 MILT). Paulus bertujuan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan Tuhan Yesus kepadanya. Saya menjadikan kata-kata tersebut sebagai semboyan dan doa saya: “Kiranya aku dapat menjalani dan mengakhiri perlombaanku dengan sukacita.” Itu seperti yang dikatakan Brian, “Bermain dengan sukacita!” Puji syukur, tim yang dipimpin Brian akhirnya berhasil memenangi kejuaraan tahun itu.

Ada saja yang bisa membuat kita bersungut-sungut: kabar yang mencemaskan, tekanan hidup sehari-hari, atau masalah kesehatan. Meski demikian, Allah dapat memberi kita sukacita yang melampaui segala keadaan tersebut apabila kita memohon kepada-Nya. Kita dapat memiliki apa yang disebut Yesus, “sukacita-Ku” (Yoh. 15:11).

Sukacita adalah buah dari Roh Yesus (Gal. 5:22). Karena itu kita harus ingat setiap pagi untuk memohon kepada-Nya agar menolong kita: “Mampukan aku hidup bersukacita!” Penulis Richard Foster berkata, “Dengan berdoa, kita berubah. Ini anugerah yang luar biasa. Betapa baiknya Allah karena Dia menyediakan jalan bagi kita untuk hidup dipenuhi dengan . . . sukacita.” —David H. Roper

WAWASAN
Saat membaca Alkitab, penting bagi kita untuk membedakan apakah sang penulis sedang menuturkan apa yang sudah dilakukan Allah atau memberikan nasihat tentang apa yang harus kita perbuat. Dalam Galatia 5:22-23, rasul Paulus menyebutkan buah Roh, yang merupakan hasil dari pekerjaan Roh dalam hidup kita, bukan usaha kita. Namun, dalam ayat 25-26 ia mengatakan agar kita hidup “dipimpin oleh Roh.” Kata bahasa Yunani untuk “dipimpin” atau “berjalan menurut” (TL) memiliki makna “berbaris menurut pangkat militer; menata diri sesuai dengan kebajikan dan kesalehan; berjalan teratur.” Yang digambarkan di sini adalah pertumbuhan rohani yang berasal dari kerja tim. Buah yang tumbuh adalah tanggung jawab Roh Kudus, tetapi tugas kita adalah melihat apa yang sedang Roh Kudus kerjakan dalam hidup kita dan bersedia “dipimpin” oleh-Nya. Kita adalah peserta dalam pertumbuhan rohani kita, tetapi tidak bertanggung jawab sendirian untuk itu. —J.R. Hudberg

Apa yang menyebabkan kamu putus asa? Apa yang dapat memberi kamu sukacita?

Aku mengarahkan pandanganku hanya kepada-Mu, ya Allah. Aku sungguh bersyukur dapat mengandalkan kesetiaan-Mu. Bawalah aku ke dalam sukacita-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 1-2; Kisah PARA RASUL 7:22-43

Handlettering oleh Robby Kurniawan

Bagikan Konten Ini
13 replies
  1. Aren Siahaan
    Aren Siahaan says:

    Amin,, terpujilah Tuhan yang memberikan kita sukacita di dalam hidup kita unutk dapat menjalani nya.. God Bless..

  2. octo
    octo says:

    terima kasih ya Tuhan atas Firman yang boleh mengingatkan saya lagi.. mungkin yg telah saya lupa adalah untuk menjalani hidup dalam sukacita.. rasa2nya belakangan ini saya memang sering kali bersungut2 dan terus dipenuhi dengan pikiran2 negatif, terima kasih atas jawaban yg telah Engkau berikan bahwa saya harus meminta pertolongan Roh Kudus agar bisa bersukacita…tolonglah saya agar bisa menjalani hidu dng sukacita ya Allah…. amin.

  3. inri lolo
    inri lolo says:

    suka cita yg kurasakan semua ini berasar dari kasih Allah. semua sukacita ini tdk dpat kita hasilkan sendiri namun hnya berasal dari pekerjaan Tuhan, maka mintalah pada Tuhan Lewat Doa setiap hari, agar Hubungan mu dekat dn hal itu menghasilkan Roh kudus yg memberi suka cita..

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *