Terus Mendoakan dari Jauh

Kamis, 2 Mei 2019

Terus Mendoakan dari Jauh

Baca: Lukas 18:1-8

18:1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.

18:2 Kata-Nya: “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun.

18:3 Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.

18:4 Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun,

18:5 namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.”

18:6 Kata Tuhan: “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!

18:7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?

18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”

Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. —Kolose 4:2

Terus Mendoakan dari Jauh

Kevin menyeka air matanya sembari menyerahkan selembar kertas untuk dibaca Cari, istri saya. Ia tahu Cari dan saya sedang mendoakan anak perempuan kami agar kembali percaya kepada Tuhan Yesus. “Tulisan ini ditemukan dalam Alkitab milik ibu saya setelah beliau meninggal, dan saya berharap ini dapat menguatkan kalian,” katanya. Pada kertas itu tertulis, “Untuk anakku, Kevin.” Di bawahnya tertulis sebuah doa untuk keselamatannya.

“Sekarang saya menyimpan catatan ini dalam Alkitab saya,” Kevin menjelaskan. “Ibu saya berdoa untuk keselamatan saya selama lebih dari tiga puluh lima tahun. Saat itu saya sangat jauh dari Allah, tetapi sekarang saya telah menjadi orang percaya.” Ia menatap kami dengan sungguh-sungguh dan tersenyum sambil berurai air mata: “Jangan pernah menyerah mendoakan anak kalian—berapa pun lamanya waktu yang dibutuhkan.”

Kata-katanya yang menguatkan mengingatkan saya pada pengantar sebuah cerita tentang doa yang disampaikan Yesus dalam Injil Lukas. Lukas memulai dengan kata-kata, “Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu” (luk. 18:1).

Dalam cerita itu, Yesus membandingkan seorang “hakim yang lalim” (ay.6), yang mengabulkan permintaan hanya agar ia tidak diganggu lagi, dengan Bapa Surgawi yang benar-benar peduli kepada kita dan menginginkan kita datang kepada-Nya. Kita akan dikuatkan setiap kali kita berdoa karena kita tahu Allah mendengar dan menerima doa-doa kita. —James Banks

WAWASAN

Bacaan hari ini menjelaskan bahwa Yesus menceritakan perumpamaan hakim dan janda untuk mengajar murid-murid-Nya agar “selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu” (ay.1). Meski begitu, ada dua poin dalam perumpamaan ini. Tentu, poin utamanya adalah berdoa tiada henti. Seperti si janda terus mendesak hakim yang lalim untuk mengabulkan permohonannya, demikianlah kita harus berdoa kepada Allah secara terus-menerus dan konsisten. Yang kedua, ada sesuatu yang perlu diperhatikan dalam permintaan sang janda, sebab Yesus juga menyinggungnya. Ia meminta keadilan, bukan keluhan pribadi atau upaya mendapat keuntungan. Ia menderita ketidakadilan, itu sebabnya si janda terus memohon kepada hakim—hakim yang tidak adil—agar memberi keadilan kepadanya. Yesus mengatakan bahwa Bapa (yang jelas adil) tentu akan “membenarkan orang-orang pilihan-Nya” (ay.7). Allah Bapa mendengar dan menjawab doa-doa kita yang tiada jemu meminta keadilan. —J.R. Hudberg

Siapa yang terus Anda doakan keselamatannya? Bagimana Anda merasa dikuatkan ketika mendengar cerita orang lain yang dijawab doanya?

Abba, Bapa, terima kasih karena tidak ada permintaan yang terlalu besar atau terlalu kecil bagi-Mu. Tolonglah aku berdoa dengan tekun untuk mereka yang belum mengenal-Mu!

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-raja 12–13; Lukas 22:1-20

Handlettering oleh Septianto Nugroho

Bagikan Konten Ini
18 replies
  1. Fatrisye Pandensolang
    Fatrisye Pandensolang says:

    Amin
    mampukan aku utk berjalan dlm kebenaranMu dan selalu mendoakan orang lain agar dekat padaMu.

  2. Aren Siahaan
    Aren Siahaan says:

    Amin,, terpujilah Tuhan yg selalu menyertai kita lewat doa2 yg kita sampaikan dgn tiada jemu2 nya kepada Tuhan.. God Bless..

  3. Chitra Badudu
    Chitra Badudu says:

    Aku mendoakan suamiku sejak aku lahir baru 2 tahun setelah kami menikah. Aku menikah dengannya karena aku hamil dan kami berbeda keyakinan. Tahun ini usia perkawinan kami akan menjadi 43 tahun. Sebuah perjalanan panjang bersama dengan berbeda keyakinan yang tidak akan terjalani dengan baik kalau bukan karena ROH KUDUS yang ada di tengah² kami. Aku masih setia mendoakan keselamatan untuk suamiku sampai hari ini dan terus sampai dia percaya kepada KRISTUS dan menerima keselamatan itu. Saat teduh hari ini memberiku kekuatan dan kesadaran tambahan tentang pentingnya “tekun” dan “tidak menyerah”. Masalah baru hadir di tengah² kami tahun lalu dan masih aku gumuli sampai hari ini. Anak sulung kami membuat keputusan untuk berpindah keyakinan. Yang paling mengherankan adalah suamiku mati²an menolak dan tidak setuju, padahal anak kami itu akan berpindah kepada keyakinan yg sama dengan keyakinan suamiku. ROH KUDUS bekerja! Kini, aku bukan saja harus terus mendoakan suamiku, sekarang bertambah, aku harus tekun mendoakan anakku agar ia kembali kepada keyakinan bahwa YESUS satu²nya Jalan Keselamatan. Dia sudah pernah menerima KRISTUS secara pribadi. Apa yang telah menjadi milik KRISTUS, tidak dapat direbut oleh kuasa lain, tinggal tunggu waktu…juga ketekunanku dalam berdoa.

    Terima kasih TUHAN YESUS, untuk keyakinan dan imanku yang Engkau teguhkan dari hari ke hari. Amin..

  4. Andreas Pallo Dwiputra
    Andreas Pallo Dwiputra says:

    I pray for my lovely Wife,my kids Langit n Bintang in Indonesia,, GBU for ur healty n happiness, Lv u 3000times, miss u all

  5. Nover
    Nover says:

    Tolonglah kami ya Tuhan agar tidak jemu-jemu dan bosan untuk berdoa dan berpengharapan kepada-Mu.
    Amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *