Terbelenggu tetapi Tidak Diam

Info

Sabtu, 25 Mei 2019

Terbelenggu tetapi Tidak Diam

Baca: Kisah Para Rasul 16:25-34

16:25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.

16:26 Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.

16:27 Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri.

16:28 Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: “Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!”

16:29 Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas.

16:30 Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?”

16:31 Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”

16:32 Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya.

16:33 Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis.

16:34 Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.

Kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. —Kisah Para Rasul 16:25

Terbelenggu tetapi Tidak Diam

Pada musim panas tahun 1963, seorang aktivis hak asasi manusia, Fannie Lou Hamer, beserta enam orang kulit hitam lainnya berhenti untuk makan di sebuah kedai di Winona, Mississippi setelah semalaman menempuh perjalanan dengan bus. Setelah aparat penegak hukum mengusir mereka, mereka ditangkap dan dipenjarakan. Namun, penghinaan belum berakhir. Mereka semua dipukuli hingga babak belur, tetapi Fannie menderita yang terparah. Namun, setelah diserang secara brutal hingga hampir mati, ia justru menyanyi keras-keras, “Paulus dan Silas dalam penjara, biarkanlah umat-Ku pergi.” Ia tidak sendirian. Tahanan lain yang terbelenggu secara fisik tetapi yang bebas jiwanya pun ikut memuji bersamanya.

Menurut Kisah Para Rasul 16, Paulus dan Silas menemui masalah ketika mereka dipenjara karena memberitakan tentang Yesus. Namun, ketidaknyamanan tidak melemahkan iman mereka. “Kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah” (ay.25). Penyembahan yang dilakukan dengan berani tersebut membuka kesempatan untuk terus berbicara tentang Yesus. “Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepada [kepala penjara] dan kepada semua orang yang ada di rumahnya” (ay.32).

Sebagian besar dari kita mungkin tidak menghadapi masalah sebesar yang dihadapi Paulus, Silas, atau Fannie, tetapi setiap dari kita akan menghadapi situasi-situasi yang tidak mengenakkan. Ketika hal itu terjadi, kekuatan kita berasal dari Allah yang setia. Semoga hati kita terus bernyanyi memuji Allah dan memberi kita keberanian untuk berbicara bagi-Nya—meski tengah dalam kesulitan. —Arthur Jackson

WAWASAN

Alkitab tidak selalu menceritakan sesuatu secara terperinci, tetapi kita percaya bahwa para penulis Kitab Suci mendapat inspirasi Roh Kudus untuk mencatat apa yang perlu guna menyampaikan makna dan pesan yang hendak Allah firmankan. Kisah Para Rasul 16:31-32 adalah salah satu contoh yang tepat. Ayat 31 jelas merupakan inti Injil, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat.” Seluruh Injil terangkum dalam pernyataan ini, tetapi ayat 32 menunjukkan bahwa kepala penjara dan keluarganya tetap membutuhkan pengajaran lebih lanjut tentang arti mengikut Kristus, “Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya.” Tidak dicantumkan secara mendetail “firman Tuhan” mana yang Paulus dan Silas sampaikan. —J.R. Hudberg

Kapan terakhir kali Anda mengalami situasi yang amat sulit? Pada saat itu, bagaimana Allah menolong Anda untuk menghidupi iman Anda dan menyaksikannya?

Masa-masa sulit menjadi kesempatan untuk berdoa dan menaikkan pujian kepada Pribadi yang mengendalikan segala sesuatu.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 25-27; Yohanes 9:1-23

Handlettering oleh Elizabeth Rachel Soetopo

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

8 Komentar Kamu

  • Amin Yesus aku percaya kuasamu

  • Jadikanku sebagai.pribadi yang sungguh percaya kepada Yesus, ya Bapa, amin

  • Suryati Siburian

    Amin, Terpujilah Tuhan.

  • Situasi yang amat sulit saya alami ialah saat dimana saya benar2 kehilangan semangat mengembangkan skill yang Tuhan sudah anugerahkan tapi saya malah menyia-nyiakannya dengan membiarkan waktu berjalan begitu saja tanpa melakukan sesuatu. Saat itu, iman saya menjadi goyah karena tekanan di lingkungan dari anggota keluarga saya yang masih belum bertobat (papa saya), di samping itu juga saya di lingkup sosial maya yang begitu membisingkan membuat saya merasa terganggu dengan notifikasi hal yang tidak penting dilihat misalny official line2 yang gak penting bertebaran dimana2 dengan broadcast pesan yang kadang gak penting juga buat diinfokan kecuali official line rohani @warungsatekamu @gracedepth yang saya add buat ikuti untuk pengembangan iman saya biar bertumbuh dalam Tuhan. Bagaimana Tuhan menolong saya untuk menghidupi iman dan menyaksikannya? Dari cara saya dengan membaca setiap hari dari renungan rohani yang sering saya kunjungi seperti warungsatekamu ini dan gracedepth.com, dan pegangan buku renungan rohani saya “santapan rohani per tahunan”, lalu cara kedua mendengarkan lagu2 rohani yang memberi saya kekuatan dalam menghadapi hidup penuh rintangan, cara terakhir dari saya dengan menulis apa aja yang memberi saya “Nilai positif dan nilai2 kristiani yang membuat saya makin dekat dengan Tuhan”. Sekian yang saya dapat bagikan lewat komentar ini, Tuhan Yesus Memberkati semua yang membaca renungan sabtu ini, saya diberkati untuk menjadi berkat bagi dunia. Amin

  • Ingatkanlah kami senantiasa ya Tuhan agar tetap percaya kepada-Mu meskipun dalam situasi yang sulit sekalipun.
    Amin

  • cara Tuhan menolong kita adalah cara yg terbaik.
    walau kadang kt berpikir itu bukan jln yg terbaik..
    Semua akan Indah pada waktunya.
    kalau kita selalu percaya kepada Tuhan Yesus.
    amin

  • saat ini sedang mengalami masa yg sulit, berdoa semoga Tuhan mau menolong

Bagikan Komentar Kamu!