Panggilan untuk Berani

Info

Minggu, 26 Mei 2019

Panggilan untuk Berani

Baca: 1 Tawarikh 28:8-10,19-21

28:1 Daud mengumpulkan di Yerusalem segala pembesar Israel, yakni para kepala suku, para pemimpin rombongan orang-orang yang melayani raja, para kepala pasukan seribu dan kepala pasukan seratus, serta para kepala harta benda dan ternak kepunyaan raja dan anak-anaknya; bersama-sama mereka juga para pegawai istana dan para perwira dan semua pahlawan yang gagah perkasa.

28:2 Lalu berdirilah raja Daud dan berkata: “Dengarlah, hai saudara-saudaraku dan bangsaku! Aku bermaksud hendak mendirikan rumah perhentian untuk tabut perjanjian TUHAN dan untuk tumpuan kaki Allah kita; juga aku telah membuat persediaan untuk mendirikannya.

28:3 Tetapi Allah telah berfirman kepadaku: Engkau tidak akan mendirikan rumah bagi nama-Ku, sebab engkau ini seorang prajurit dan telah menumpahkan darah.

28:4 Namun TUHAN, Allah Israel, telah memilih aku dari antara segenap puakku untuk menjadi raja atas Israel selama-lamanya; sebab Ia telah memilih Yehuda menjadi pemimpin, dan puakku dari antara kaum Yehuda, dan dari antara anak-anak ayahku Ia berkenan kepadaku untuk mengangkat aku sebagai raja atas seluruh Israel.

28:5 Dan dari antara anak-anakku sekalian—sebab banyak anak telah dikaruniakan TUHAN kepadaku—Ia telah memilih anakku Salomo untuk duduk di atas takhta pemerintahan TUHAN atas Israel.

28:6 Ia telah berfirman kepadaku: Salomo, anakmu, dialah yang akan mendirikan rumah-Ku dan pelataran-Ku sebab Aku telah memilih dia menjadi anak-Ku dan Aku akan menjadi bapanya.

28:7 Dan Aku akan mengokohkan kerajaannya sampai selama-lamanya, jika ia bertekun melakukan segala perintah dan peraturan-Ku seperti sekarang ini.

28:8 Maka sekarang, di depan mata seluruh Israel, jemaah TUHAN, dan dengan didengar Allah kita, aku berkata kepadamu: Peliharalah dan tuntutlah segala perintah TUHAN, Allahmu, supaya kamu tetap menduduki negeri yang baik ini dan mewariskannya sampai selama-lamanya kepada anak-anakmu yang kemudian.

28:9 Dan engkau, anakku Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya.

28:10 Camkanlah sekarang, sebab TUHAN telah memilih engkau untuk mendirikan sebuah rumah menjadi tempat kudus. Kuatkanlah hatimu dan lakukanlah itu.”

28:19 Semuanya itu terdapat dalam tulisan yang diilhamkan kepadaku oleh TUHAN, yang berisi petunjuk tentang segala pelaksanaan rencana itu.

28:20 Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

28:21 Sesungguhnya, rombongan para imam dan para orang Lewi ada untuk melakukan segala ibadah di rumah Allah, dan ada beberapa sukarelawan yang ahli dalam setiap tugas yang dapat membantu engkau. Juga para pemimpin dan seluruh rakyat ini sepenuhnya ada di bawah perintahmu.”

Kuatkan dan teguhkanlah hatimu. —1 Tawarikh 28:20

Panggilan untuk Berani

Di antara patung-patung tokoh pria (Nelson Mandela, Winston Churchill, Mahatma Gandhi, dan lain-lain) yang dipajang di Alun-alun Gedung Parlemen London, terdapat satu-satunya patung tokoh perempuan. Perempuan tersebut adalah Milicent Fawcett, pejuang hak pilih kaum wanita. Ia diabadikan dalam rupa patung perunggu yang memegang spanduk bertuliskan kata-kata yang ia sampaikan sebagai penghargaan kepada sesama pejuang hak pilih: “Courage calls to courage everywhere” (Keberanian memanggil keberanian di mana pun). Menurut Fawcett, keberanian satu orang akan memberikan semangat bagi yang lain—memanggil jiwa-jiwa yang takut untuk segera bertindak.

Ketika Daud bersiap-siap menyerahkan takhta kepada Salomo, ia menjelaskan tanggung jawab besar yang akan segera dipikul oleh anaknya itu. Wajar bila Salomo dibuat gentar oleh beratnya beban yang ia hadapi: memimpin Israel untuk menaati semua perintah Allah, menjaga tanah yang telah dipercayakan Allah kepada mereka, dan mengawasi tugas penting dari pembangunan bait suci (1Taw. 28:8-10).

Mengetahui kegentaran hati Salomo, Daud memberikan kata-kata penguatan, “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu; . . . janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab Tuhan Allah, Allahku, menyertai engkau” (ay.20). Keberanian sejati tidak lahir dari kemampuan atau kepercayaan diri Salomo sendiri, melainkan dari mengandalkan kehadiran dan kekuatan Allah. Allah memberikan keberanian yang diperlukan Salomo.

Ketika mengalami masa sulit, kita sering berusaha mengumpulkan keberanian atau menyemangati diri sendiri. Namun, Allah saja yang dapat memperbarui iman kita. Dia akan menyertai kita, dan kehadiran-Nya akan membuat kita berani. —Winn Collier

WAWASAN

Karena Daud adalah prajurit yang telah banyak menumpahkan darah, ia tidak diizinkan membangun Bait Allah (1 Tawarikh 28:3). Tugas itu harus dilaksanakan oleh Salomo yang “dikaruniai keamanan” (22:8-10). Mengetahui bahwa Salomo akan mengemban dua tugas berat—menjadi raja yang baik seperti Daud dan membangun rumah untuk kediaman Allah—Daud mengingatkan Salomo bahwa Allah akan memberinya keberhasilan hanya jika Salomo “bertekun melakukan segala perintah dan peraturan [Allah]” (28:7). Empat ratus tahun sebelumnya, Musa menyampaikan kebenaran yang sama kepada Yosua, penerusnya (Yosua 1:7-8). Ketaatan mereka tidak berarti bahwa mereka sudah sempurna, tetapi merupakan bukti kesetiaan dan kepercayaan mereka kepada Allah. —K. T. Sim

Apa yang menyebabkan hati Anda gentar? Bagaimanakah Anda dapat mencari hadirat Allah dan kuasa-Nya agar kemudian melangkah dengan berani?

Ya Allah, sering kali aku merasa takut dan tergoda untuk mengandalkan akal atau keberanianku sendiri—tetapi itu tidak pernah cukup. Sertailah aku dan berikanku keberanian-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 28-29; Yohanes 9:24-41

Handlettering oleh Claudia Rachel

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

11 Komentar Kamu

  • ajar aku ya Tuhan.

  • Amin,, terpujilah Tuhan yang selalu menyertai kita.. God Bless..

  • Wah.. hari minggu ini begitu mengingatkan saya untuk tidak usah merasa takut karena Tuhan selalu menyertaiku. ayat renungan ini powerful dalam menjalani hari minggu ini yang diberkati oleh kekuatan firman yang meneguhkan iman saya (pagi ini saya sudah membaca ayat renungan yang sama diambil dari buku Santapan Rohani sebelum membuka website ini (bukan secara kebetulan dan tanpa saya bayangkan bahwa saya diteguhkan lagi dengan pokok ayat renungan ini bersama cerita renungan ini ; hanya bedanya di buku “Santapan Rohani” saya menceritakan tentang kehidupan kita akan mengalami masa transisi/perubahan dibaratkan seperti mengarungi arus jeram). Begitulah yang saya dapat tuliskan lewat apa yang sudah membacanya. Selamat beribadah, Tuhan Yesus Memberkati 🙂

  • amin

  • Puji Tuhan hari ini diingatkan untuk selalu berpegang dan menaruh pengharapan pada Tuhan Yesus. terimakasih atas firman-Mu Bapa, aku bersyukur..

  • Mela Anjelika kasodu

    Puji Tuhan Yesus Kristus

  • Amin…..

  • Kuatkanlah hatimu untuk berani menyatakan kebenaran dan serahkan seluruhnya kepada Tuhan.
    Haleluya

Bagikan Komentar Kamu!