Menteri Urusan Kesepian

Info

Jumat, 10 Mei 2019

Menteri Urusan Kesepian

Baca: Ibrani 13:1-8

13:1 Peliharalah kasih persaudaraan!

13:2 Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat.

13:3 Ingatlah akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri juga adalah orang-orang hukuman. Dan ingatlah akan orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini.

13:4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.

13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

13:6 Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?”

13:7 Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.

13:8 Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.

Peliharalah kasih persaudaraan! —Ibrani 13:1

Menteri Urusan Kesepian

Sejak suaminya meninggal, Betsy banyak menghabiskan waktu di rumah, menonton TV dan membuat teh untuk dirinya sendiri. Bukan hanya Betsy yang hidup dalam kesepian. Lebih dari 9 juta warga Inggris (15% dari populasi) mengatakan bahwa mereka sering atau selalu merasa kesepian, dan pemerintah Inggris Raya telah menunjuk seorang Menteri Urusan Kesepian untuk mencari tahu penyebab dan cara menolong orang-orang yang kesepian tersebut.

Sejumlah penyebab kesepian yang umum ditemui: Kita terlalu sering berpindah-pindah sehingga tidak berakar di satu tempat. Kita yakin bisa mengurus diri sendiri, sehingga merasa tidak memerlukan orang lain. Kita dipisahkan oleh teknologi—terlalu asyik dengan gawai dan layar kita masing-masing.

Saya merasakan sisi gelap kesepian, dan mungkin Anda merasakannya juga. Itulah satu alasan mengapa kita membutuhkan saudara-saudari seiman. Dalam kitab Ibrani, pembahasan panjang mengenai pengorbanan Yesus diakhiri dengan dorongan bagi kita untuk tidak menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah (10:25). Kita adalah bagian dari keluarga Allah, sehingga kita harus memelihara “kasih persaudaraan” dan senang “memberi tumpangan kepada orang” (13:1-2). Jika setiap dari kita melakukan hal-hal tersebut dengan sungguh-sungguh, setiap orang akan merasa diperhatikan.

Orang-orang yang kesepian mungkin tidak dapat membalas kebaikan kita, tetapi itu bukan alasan untuk menyerah. Yesus berjanji tidak akan pernah membiarkan atau meninggalkan kita (13:5), dan kita dapat menggunakan kasih persahabatan-Nya sebagai motivasi untuk mengasihi orang lain. Apakah Anda kesepian? Apa yang dapat Anda lakukan untuk melayani keluarga Allah? Para sahabat yang Anda dapatkan dalam persekutuan dengan Yesus akan bertahan selamanya, sepanjang hidup ini, bahkan sampai selamanya. —Mike Wittmer

WAWASAN

Banyak surat Perjanjian Baru memiliki bagian penutup berupa nasihat atau dorongan kepada pembaca untuk memiliki sikap dan perilaku tertentu. Demikian pula halnya surat Ibrani.
Secara berturut-turut, penulis menyebutkan apa saja yang harus dilakukan pembaca, dan tidak banyak yang berhubungan. Hal unik dalam deretan nasihat ini adalah adanya alasan untuk setiap nasihat. Misalnya, kita harus memberi tumpangan (ay.2), sebab dengan berbuat demikian, siapa tahu kita menjamu malaikat. Kita harus menghormati kesucian perkawinan (ay.4), sebab Allah akan menghakimi. Kita juga harus mencukupkan diri dengan apa yang kita miliki, (ay.5), sebab Allah menyertai kita. Perintah itu diberikan bukan supaya kita menjadi budak peraturan, melainkan demi kebaikan kita. —J.R. Hudberg

Siapa yang membutuhkan persahabatan Anda saat ini? Bagaimana Anda dapat melayani seseorang dalam gereja atau komunitas Anda dalam minggu ini?

Keluarga Allah hadir untuk menjadi jawaban bagi masalah kesepian.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Raja-Raja 10–12; Yohanes 1:29-51

Handlettering oleh Tora Tobing

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

15 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!