Lebih dari Sekadar Menunggu

Sabtu, 4 Mei 2019

Lebih dari Sekadar Menunggu

Baca: Kisah Para Rasul 1:4-11

1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang* — demikian kata-Nya — /”telah kamu dengar dari pada-Ku.

1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”

1:6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?”

1:7 Jawab-Nya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.

1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.

1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,

1:11 dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”

[Yesus] melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang . . . “telah kamu dengar dari pada-Ku.” —Kisah Para Rasul 1:4

Lebih dari Sekadar Menunggu

Polisi menindak seorang wanita yang mengemudi ugal-ugalan dengan membawa mobilnya keluar dari jalan, naik ke trotoar, dan kembali ke jalan. Itu dilakukannya karena ia tidak mau menunggu sebuah bus sekolah yang sedang menurunkan murid-murid.

Meski menunggu dapat membuat kita merasa tidak sabar, tetapi ada hal-hal baik yang bisa dilakukan dan dipelajari ketika menunggu. Yesus mengetahui hal itu ketika Dia melarang murid-murid-Nya untuk “meninggalkan Yerusalem” (Kis. 1:4). Mereka sedang menunggu “untuk dibaptis dengan Roh Kudus” (ay.5)

Ketika berkumpul di ruang atas, rasanya dalam suasana kegembiraan dan penuh harap, para murid mengerti bahwa ketika Yesus meminta mereka untuk menunggu, Dia tidak menyuruh mereka untuk berhenti melakukan apa-apa. Mereka pun menggunakan waktu untuk berdoa (ay.14); dan seperti dituliskan dalam Kitab Suci, mereka juga memilih seorang murid baru menggantikan Yudas (ay.26). Ketika mereka bersatu dalam doa dan penyembahan, Roh Kudus pun turun atas mereka (2:1-4).

Para murid tidak hanya menunggu—mereka juga bersiap-siap. Menantikan Allah bukan berarti tidak melakukan apa-apa atau terburu-buru berbuat sesuatu karena tidak sabar. Kita dapat berdoa, beribadah, serta menikmati kebersamaan dengan saudara seiman sambil menantikan apa yang akan Dia lakukan. Penantian itu menyiapkan hati, pikiran, dan tubuh kita untuk hal-hal yang akan datang.

Ketika Allah meminta kita untuk menunggu, kita boleh merasa bersemangat, karena tahu bahwa kita bisa mempercayai diri-Nya dan rencana yang dimiliki-Nya bagi kita! —Peter Chin

WAWASAN

Sebelum diangkat ke surga, Yesus menegaskan kembali Amanat Agung kepada para pengikut-Nya: “Kamu akan menjadi saksi-Ku . . . sampai ke ujung bumi” (Kisah Para Rasul 1:8). Mereka juga menerima tiga janji. Pertama, Roh Kudus akan turun ke atas mereka (ay.8) sesuai perkataan Yesus sebelumnya di ruang atas (Yohanes 14–16). Beberapa hari kemudian, janji ini digenapi pada hari Pentakosta (Kisah Para Rasul 2). Kedua, hadirat Roh Kudus dalam kehidupan mereka akan memampukan mereka menjalankan amanat tersebut (1:8). Hingga sekarang, para pengikut Kristus harus hidup dalam kuasa Roh Kudus, bukan kekuatan mereka sendiri. Terakhir, ketika tiba waktunya, Yesus akan kembali ke dunia ini dalam tubuh yang nyata (ay.11). —Bill Crowder

Apakah Anda sedang dalam masa penantian? Bagaimana Anda dapat melihatnya sebagai masa persiapan?

Ya Allah, saat aku bergumul, ingatkan aku bahwa masa penantian bukanlah kesia-siaan, melainkan cara-Mu menyingkapkan karya-Mu dalam hidupku.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-raja 16–18; Lukas 22:47-71

Bagikan Konten Ini
18 replies
  1. Jonesius Julindo Purba
    Jonesius Julindo Purba says:

    tetap semangat bagi tim Warung Sate Kamu, semoga Tuhan senantiasa menguatkan tim supaya dapat terus melayani melalui renungan2/santapan rohani yang disajikan di tempat ini. amin

  2. Lidya Sanobar-i
    Lidya Sanobar-i says:

    Menanti dalam diam dan tenang. Dia paling tahu waktu dan rute hidupku. amin

  3. Aren Siahaan
    Aren Siahaan says:

    Amin,, terpujilah Tuhan yg terus kita nantikan kedatangan nya untuk yang kedua kalinya sehingga penantian kita bukan lah sia2..God Bless..

  4. Santy
    Santy says:

    Z sangat diberkati oleh ayat, karena z jga sedang dalam masa penantian! Terimah kasih buat sharex! Gbu

  5. Nover
    Nover says:

    Tolonglah kiranya kami ya Tuhan agar tetap berdoa dan berjaga-berjaga terus sambil menantikan kedatangan-Mu.
    Amin

  6. wilsayohana
    wilsayohana says:

    renungan kali ini membuat kita semakin dikuatkan untuk tetap berpengharapan kepada Tuhan dan selalu berjaga-jaga, tentunya dengan selalu mempersiapkan hati, pikiran, dan tubuh untuk menantikan kedatanganNya
    God Bless Us c:

  7. sherly
    sherly says:

    Ajar kami ya Tuhan untuk selalu tekun dengan Tuhan. Terpujilah nama Tuhan skarang dan sampai slamaNya. amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *