Kritikan yang Baik

Info

Selasa, 14 Mei 2019

Kritikan yang Baik

Baca: Yohanes 4:7-15,28-29

4:7 Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: “Berilah Aku minum.”

4:8 Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.

4:9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)

4:10 Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.”

4:11 Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?

4:12 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?”

4:13 Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,

4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

4:15 Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.”

4:28 Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ:

4:29 “Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?”

Sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.—Yohanes 1:17

Kritikan yang Baik

Suatu hari dalam pelajaran melukis pemandangan, guru saya, seorang seniman profesional yang sangat berpengalaman, datang untuk menilai karya pertama saya. Ia berdiri di depan lukisan saya sambil memegang dagunya. Oh tidak, pikir saya. Ia pasti bilang lukisan saya jelek.

Ternyata tidak.

Menurutnya, ia suka susunan warna dan kesan terbuka dalam lukisan saya. Kemudian ia berkata bahwa pohon-pohon yang saya lukis di kejauhan bisa dibuat sedikit lebih terang. Rumpun ilalang bisa diperhalus sapuannya. Ia memiliki otoritas untuk mengkritik karya saya berdasarkan aturan perspektif dan warna, tetapi kritikannya jujur dan disampaikan dengan baik.

Yesus, yang sangat berhak menghukum manusia karena dosa mereka, tidak menggunakan Sepuluh Perintah Allah untuk menegur wanita Samaria yang Dia temui di tepi sumur. Yesus dengan lembut mengkritik hidup wanita itu hanya dengan beberapa pernyataan. Hasilnya, wanita itu sadar bahwa pencariannya terhadap kepuasan telah membawanya kepada dosa. Dari kesadaran itu, Yesus menyingkapkan diri-Nya sebagai satu-satunya sumber kepuasan abadi (Yoh. 4:10-13).

Kombinasi anugerah dan kebenaran yang Yesus pakai dalam situasi itu sama seperti yang kita alami dalam hubungan kita dengan Dia (1:17). Anugerah-Nya membuat kita terlepas dari dosa, dan kebenaran-Nya membuat kita sadar bahwa dosa adalah masalah yang serius.

Maukah kita mengundang Yesus untuk menunjukkan area mana saja dalam hidup kita yang perlu bertumbuh agar kita bisa lebih menyerupai Dia? —Jennifer Benson Schuldt

WAWASAN

Pada bagian awal bacaan hari ini, Yesus hendak meninggalkan Yudea dan kembali ke Galilea bersama murid-murid-Nya (Yohanes 4:3). Namun, alih-alih menempuh rute lebih jauh yang biasanya ditempuh orang Yahudi demi menghindari orang Samaria yang mereka benci, Yesus justru “harus melintasi daerah Samaria” (ay.4). Yesus tergerak pergi ke Samaria karena tahu bahwa di sana ada seorang perempuan di dekat sumur yang sangat membutuhkan “air hidup” (ay.11)—dan bahwa melalui perempuan itu, pesan-Nya akan tersiar kepada yang lain (ay.39-42). —Alyson Kieda

Bagaimana Yesus menggunakan anugerah dan kebenaran untuk menunjukkan berbagai masalah dalam hidup Anda? Di bagian-bagian mana saja Dia ingin Anda berubah agar dapat lebih memuliakan-Nya?

Tuhan Yesus, terima kasih Engkau sudah membebaskan kami dari konsekuensi dosa. Tolonglah aku rela dikoreksi dan dikuatkan oleh-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Raja-raja 19–21; Yohanes 4:1-30

Handlettering oleh Elizabeth Rachel Soetopo

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

18 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!