Kasih yang Melampaui Batas

Info

Jumat, 3 Mei 2019

Kasih yang Melampaui Batas

Baca: Lukas 10:25-37

10:25 Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”

10:26 Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?”

10:27 Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

10:28 Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”

10:29 Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”

10:30 Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.

10:31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.

10:32 Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.

10:33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.

10:34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.

10:35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.

10:36 Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”

10:37 Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”

Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. —Markus 12:31

Kasih yang Melampaui Batas

Di musim panas tahun 2017, serangan Badai Harvey telah mengakibatkan kerugian besar berupa nyawa dan harta benda di daerah Pantai Teluk Amerika Serikat. Banyak orang yang terpanggil untuk menyediakan makanan, air, pakaian, dan tempat tinggal bagi para korban yang sangat membutuhkan bantuan.

Seorang pemilik toko piano di Maryland terdorong untuk melakukan sesuatu yang lebih. Ia memikirkan bagaimana musik dapat menolong terjadinya pemulihan kepada keadaan yang normal kepada mereka yang telah kehilangan segala-galanya. Jadi, bersama para pegawainya, ia mulai memperbaiki piano-piano bekas dan mencari tahu siapa yang paling membutuhkannya. Musim semi itu, Dean Kramer dan Lois, istrinya, memulai perjalanan panjang ke Houston, Texas, dengan mengendarai truk yang mengangkut piano-piano bekas untuk diberikan kepada keluarga, gereja, dan sekolah di daerah-daerah yang terkena bencana.

Terkadang kita mengartikan kata sesama sebagai mereka yang tinggal dekat dengan kita atau setidak-tidaknya orang yang kita kenal. Namun, dalam Lukas 10, Yesus menceritakan perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati untuk mengajarkan bahwa kasih kita kepada sesama seharusnya tidak memiliki batasan. Orang Samaria itu tidak segan-segan membantu orang asing yang terluka, walaupun ia seorang Yahudi, yang merupakan musuh orang Samaria (ay.25-37).

Ketika Dean ditanya tentang alasannya membagi-bagikan piano, ia menjelaskan dengan singkat: “Kita diajar untuk mengasihi sesama kita.” Yesus sendiri berkata, “Tidak ada hukum lain yang lebih utama,” (mrk. 12:31) daripada mengasihi Allah dan sesama kita. —Cindy Hess Kasper

WAWASAN

Siapakah ahli Taurat itu (Lukas 10:25)? Juga dikenal sebagai ahli kitab, mereka adalah pemegang otoritas hukum Musa. Dalam kitab-kitab Injil, mereka biasanya sepihak dengan orang Farisi dan para imam besar yang menentang Yesus (Matius 22:34-35; Lukas 7:30; 11:46-52), padahal mereka bertanggung jawab memelihara Perjanjian Lama dan menerapkannya dalam kehidupan orang percaya Yahudi. —Alyson Kieda

Bagaimana selama ini Anda membatasi pemahaman Anda tentang kata sesama? Bagaimana Allah mendesak Anda mengembangkan batasan Anda tentang siapa saja yang menjadi sesama Anda?

Bapa, tolonglah aku melihat melampaui batasan dan hambatan, memandang semua orang sebagai sesamaku, dan mengasihi dengan kemurahan hati yang telah Kau ajarkan kepadaku.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-raja 14–15; Lukas 22:21-46

Handlettering oleh Tora Tobing

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

15 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!