Yang Allah Lihat

Info

Jumat, 26 April 2019

Yang Allah Lihat

Baca: 2 Tawarikh 16:7-9

16:7 Pada waktu itu datanglah Hanani, pelihat itu, kepada Asa, raja Yehuda, katanya kepadanya: “Karena engkau bersandar kepada raja Aram dan tidak bersandar kepada TUHAN Allahmu, oleh karena itu terluputlah tentara raja Aram dari tanganmu.

16:8 Bukankah tentara orang Etiopia dan Libia besar jumlahnya, kereta dan orang berkudanya sangat banyak? Namun TUHAN telah menyerahkan mereka ke dalam tanganmu, karena engkau bersandar kepada-Nya.

16:9 Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan.”

Mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. —2 Tawarikh 16:9

Yang Allah Lihat

Pagi-pagi sekali, saya berjalan diam-diam melewati jendela ruang keluarga yang menghadap ke hutan di belakang rumah kami. Saya sering melihat seekor elang atau burung hantu bertengger di pohon sedang mengawasi seluruh area. Suatu pagi, saya kaget melihat seekor elang botak bertengger di dahan yang tinggi, memandang sekelilingnya seolah-olah seluruh kawasan itu adalah miliknya. Kemungkinan ia sedang mencari-cari bahan “sarapan”. Tatapannya yang tajam terlihat sangat berwibawa.

Dalam 2 Tawarikh 16, Hanani sang pelihat (nabi Allah) memberi tahu raja bahwa tindakannya sedang diamat-amati. Ia memberitahu Asa, raja Yehuda, “Engkau bersandar kepada raja Aram dan tidak bersandar kepada Tuhan Allahmu” (ay.7). Lalu Hanani menjelaskan, “Mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia” (ay.9). Karena Asa bersandar pada sosok yang salah, maka hidupnya tidak akan pernah damai.

Kita dapat membaca ayat tadi dan mengira bahwa Allah mengawasi setiap langkah kita agar Dia dapat menerjang kita seperti burung pemangsa. Perkataan Hanani sesungguhnya berfokus pada hal yang positif. Maksud Hanani adalah bahwa Allah kita terus mengawasi dan menunggu kita memanggil-Nya saat kita membutuhkan pertolongan.

Seperti elang botak di pekarangan saya, mungkinkah mata Allah menjelajah seluruh bumi—sampai sekarang—dan menemukan kesetiaan dalam diri Anda dan saya? Mungkinkah Dia hendak memberikan harapan dan pertolongan yang sedang kita butuhkan? —Elisa Morgan

WAWASAN

Karena ketidaksetiaan Salomo (1 Raja2 11:4-11), kerajaannya terbelah dua. Yerobeam, hamba Salomo, memerintah kerajaan Israel di utara (11:28-31), dan Rehabeam, anak Salomo, memerintah kerajaan Yehuda di selatan (14:21). Asa, raja ketiga Yehuda sekaligus cicit Salomo (2 Tawarikh 12:16; 14:1), “melakukan apa yang baik dan yang benar di mata TUHAN, Allahnya” (14:2) dan melakukan banyak pembaharuan keagamaan (pasal 14-15). Namun, ketika pecah perang antara Asa dan Raja Baesa dari Israel, Asa berpaling meminta pertolongan kepada Aram, bukan kepada Allah (16:1-3). Nabi Hanani menegur kurangnya iman percaya Asa, mengingatkannya tentang Allah yang pernah menyelamatkan Yehuda dari musuh-musuh yang lebih kuat sekalipun (12:1-12; 14:9-15). Asa menolak bertobat, dan tiga tahun kemudian Allah memukulnya dengan sakit kaki yang parah. Ia tetap “tidak mencari pertolongan TUHAN” (16:10-12). Asa mati tanpa mengalami pertobatan.—K.T. Sim

Mengapa penting bagi Anda untuk terus-menerus mencari arahan dan tuntunan Allah? Bagaimana kesadaran bahwa Allah menantikan seruan Anda minta tolong dapat membuat Anda terhibur?

Ya Allah, kuatkanlah hati kami agar kami tetap bersungguh hati terhadap Engkau.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Samuel 23–24; Lukas 19:1-27

Handlettering oleh Mesulam Esther

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

18 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!