Kabar Baik untuk Diberitakan

Info

Selasa, 9 April 2019

Kabar Baik untuk Diberitakan

Baca: Kisah Para Rasul 8:26-35

8:26 Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: “Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza.” Jalan itu jalan yang sunyi.

8:27 Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah.

8:28 Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya.

8:29 Lalu kata Roh kepada Filipus: “Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!”

8:30 Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: “Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?”

8:31 Jawabnya: “Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?” Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya.

8:32 Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya.

8:33 Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya; siapakah yang akan menceriterakan asal-usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi.

8:34 Maka kata sida-sida itu kepada Filipus: “Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?”

8:35 Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya.

Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya. —Kisah Para Rasul 8:35

Kabar Baik untuk Diberitakan

“Siapa namamu?” tanya Arman, seorang mahasiswa asal Iran. Setelah saya memberi tahu bahwa nama saya Estera, wajahnya langsung berseri-seri dan ia berseru, “Wah, kita punya nama yang mirip! Dalam bahasa Farsi, nama saya adalah Setare.” Interaksi sederhana itu menjadi awal dari percakapan yang luar biasa. Saya menceritakan kepadanya bahwa saya diberi nama mengikuti salah seorang tokoh Alkitab, “Ester,” seorang ratu Yahudi di Persia (sekarang Iran). Dimulai dari kisah Ester, saya pun membagikan Kabar Baik tentang Yesus Kristus. Sebagai tindak lanjut dari percakapan kami, Arman mulai mengikuti kelas Alkitab mingguan untuk belajar lebih dalam tentang Kristus.

Salah seorang pengikut Yesus, Filipus, dituntun oleh Roh Kudus untuk mengajukan pertanyaan yang memicu percakapan dengan seorang pejabat Etiopia yang sedang berada dalam perjalanan dengan keretanya: “Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?” (Kis. 8:30). Pria Etiopia itu sedang membaca bagian dari kitab Yesaya dan ingin menerima pemahaman rohani. Jadi, pertanyaan Filipus datang di saat yang tepat. Lalu ia mengundang Filipus duduk di sampingnya dan dengan rendah hati mendengarkan penjelasannya. Menyadari betapa luar biasanya kesempatan itu, “mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya” (ay.35).

Seperti Filipus, kita juga memiliki kabar baik untuk diberitakan. Mari manfaatkan kesempatan yang terbuka sehari-hari di tempat kerja, di pasar swalayan, atau di lingkungan kita. Biarlah kita mengizinkan Roh Kudus menuntun langkah kita dan memberikan kita kata-kata yang tepat untuk membagikan harapan dan sukacita yang kita miliki dalam Yesus Kristus. —Estera Pirosca Escobar

WAWASAN

Seluruh Alkitab menunjuk kepada Yesus dan semua bagian berbicara tentang Dia. Dalam bacaan hari ini (Kisah Para Rasul 8:26-35), mudah untuk melihat kutipan dari Yesaya 53 sebagai nubuatan tentang Yesus karena memang sudah digenapi. Namun, Yesus sendiri mengingatkan kita bahwa seluruh Alkitab mengarah kepada Dia, bukan bagian nubuatan saja. “Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi” (Lukas 24:27). —J.R. Hudberg

Bagaimana Anda mempersiapkan diri untuk lebih terbuka dalam berbicara kepada orang lain tentang Yesus? Dorongan apa yang Anda dapatkan dari teladan Filipus?

Ya Allah, tuntunlah langkahku hari ini kepada seseorang yang membutuhkan harapan yang hanya mungkin diterimanya dari Yesus Kristus.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 13–14; Lukas 10:1-24

Handlettering oleh Julio Mesak Nangkoda

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

29 Komentar Kamu

  • .AmiN.

  • AMIN

  • Amin,, terpujilah Tuhan yg terus menuntun langkah kita utk terus berjalan sesuai dgn kehendak Tuhan. Gid Bless..

  • Terberkati 🙂

  • Hendrik Hutabarat

    Aminnnn

  • Tks Yesus.

  • Ajar kami ya Tuhan. amin

  • Amin

  • Tuhan Yesus sangat besar dan ajaib kuasa Nya , dan kasihNya selalu menyertai kita di dalam setiap langkah kita. Amin

  • amin haleluyah

  • amin.

  • wah sangat di berkati ya

  • luar biasa bacaan hari ini
    begitu dalam maknanya serta mengandung amanat Agung Tuhan Yesus …
    untuk memberitakan Injil keseuruh pelosok bumi

  • Rosfedora Astriben Esra Purba

    Amen

  • Steven Boy Komsary

    Amin
    Tuhan Yesus Baik.
    Gbu all

  • Amin ..
    Saya sangat terberkati melalui renungan ini ..
    God bless ..

  • Beri saya kemampuan dan kesempatan untuk memberitakan keselamatan dariMu kepada sesama kami..Amin

  • Nas itu ada artinya. Seperti seekor domba ia dibawa ke pembantaian,dan seperti anak domba yg kelu di depan orang yg mengunting bulunya,demikian ia tidak membuka mulutnya. Dalam kehinaanNya berlangsunglah hukumNya,siapakah yg akan menceritakan asal usulnya? sebab nyawaNya diambil dari bumi. Jadi nas itu menceritakan kedatangan Tuhan Yesus ke dunia. Kemudian dalam perjalanan pelayanan Tuhan Yesus atas bangsa israel bangsa pilihan Tuhan, ada keinginan yg kuat dari Tuhan untuk menyelamatkan bangsa selain bangsa israel,tapi darah Tuhan Yesus itu harus ditumpahkan dalam pembantaian di atas kayu salib. Anak domba ini adalah Yesus itu sendiri, dalam penyiksaan ini Tuhan Yesus terkejut dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia di hina, dicambuk, ditusuk,disiksa, tapi Tuhan Yesus tidak tunjukkan kuasanya, itu adalah arti dari demikian ia tidak membuka mulutnya. Jadi pasukan 12 malaikat sudah bersiap menunggu perintah hancurkan israel kalau perlu dunia sekalipun, tapi Tuhan Yesus katakan jangan biarkan Aku mati untuk mereka, biarkan darahku mengalir untuk dosa mereka. Kemudian ayat berikutnya, siapakah yg akan menceritakan asal usulnya artinya dari ribuan bangsa israel tidak ada yg berani membela Tuhan Yesus ketika di siksa, sampai akhirnya nyawanya di ambil dari bumi. Itu arti nas itu. Sejak saat itu keselamatan di berikan buat bangsa -bangsa di dunia termasuk sida-sida di tanah etiopia. Tapi sayangnya kualitas pelayanan kristen hari ini hancur-hancuran, tidak tau baca alkitab tapi berani berdiri di depan jemaat untuk menjelaskan yg dia tidak tau. oh iya, saya minta maaf akhir-akhir ini agak kritis, saya hanya kesal kenapa banyak artikel yg tidak mencerminkan firman Tuhan, apalagi Kristen adalah sesuatu yg sakral, rasanya kok duniawi sekali artikelnya. Tapi sudahlah biarlah Tuhan Yesus yg menilai. Satu lagi saya pesankan ketika sida-sida itu di babtis itu memang turun ke dalam air tapi tidak diselam,tapi saat itu Filipus membasuh kepala sida-sida itu dengan air. Karena kolam itu tidak dalam hanya bekas turunnya hujan jadi ada genangan air. Pernah ke etiopia, pernah rasakan matahari di etiopia, jangankan orang, airpun bisa hilang kalau jumpa matahari panasnya minta ampun. Saya hanya mau menjelaskan hal itu, supaya mulai sekarang ajaran kristen di kembalikan ke ajaran alkitab, jangan lagi dikarang-karang. Terima Kasih semoga kita hidup damai & semoga yg masih keras kepala bisa bertobat. Amin

  • trimakasih …… tuhan yesus memberkati

  • Beritakan kabar baik, kabar keselamatan kepada semua orang tentang Yesus Kristus.
    Amin.

  • Annointed.

Bagikan Komentar Kamu!