Hati yang Penuh Damai Sejahtera

Info

Kamis, 11 April 2019

Hati yang Penuh Damai Sejahtera

Baca: Amsal 14:29-35

14:29 Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.

14:30 Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.

14:31 Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia.

14:32 Orang fasik dirobohkan karena kejahatannya, tetapi orang benar mendapat perlindungan karena ketulusannya.

14:33 Hikmat tinggal di dalam hati orang yang berpengertian, tetapi tidak dikenal di dalam hati orang bebal.

14:34 Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa.

14:35 Raja berkenan kepada hamba yang berakal budi, tetapi kemarahannya menimpa orang yang membuat malu.

Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang. —Amsal 14:30

Hati yang Penuh Damai Sejahtera

Selama empat puluh lima tahun setelah karirnya sebagai atlet profesional berakhir, nama Jerry Kramer tidak pernah masuk dalam daftar atlet berprestasi (Hall of Fame) dari bidang olahraga yang digelutinya. Ia pernah mendapatkan banyak penghargaan dan pencapaian lain, tetapi yang satu itu belum pernah ia terima. Walaupun sudah sepuluh kali dinominasikan untuk mendapatkan penghargaan itu, ia belum pernah mendapatkannya. Meski harapannya kandas berulang kali, Kramer tidak sakit hati. Ia berkata, “Saya merasa NFL (badan liga football Amerika) sudah memberi saya 100 hadiah di sepanjang hidup saya, jadi alangkah tololnya bila hanya karena satu penghargaan yang tidak saya dapat, saya lantas kecewa atau marah.”

Orang lain mungkin akan sakit hati apabila dikecewakan berkali-kali dan dikalahkan oleh pemain-pemain lainnya, tetapi Kramer tidak. Perilakunya menunjukkan bagaimana kita bisa menjaga hati kita dari perasaan iri hati yang “membusukkan tulang” (Ams. 14:30). Ketika kita terobsesi dengan apa yang tidak kita punyai—dan gagal menghargai banyaknya hal yang kita punyai—damai sejahtera Allah tidak akan tinggal dalam hati kita.

Setelah dinominasikan untuk kesebelas kalinya, akhirnya Jerry Kramer dinobatkan masuk ke dalam NFL Hall of Fame pada bulan Februari 2018. Mungkin keinginan duniawi kita tidak kunjung terwujud seperti yang akhirnya dialami Kramer. Namun, kita semua bisa memiliki “hati yang tenang” ketika kita memilih memusatkan perhatian pada berbagai bentuk kemurahan hati Allah yang telah kita terima. Apa pun keinginan kita yang tidak kunjung terpenuhi, kita selalu bisa menikmati damai sejahtera dari Allah yang memberi kehidupan. —Kirsten Holmberg

WAWASAN

Pemahaman tentang ragam puisi Ibrani akan sangat membantu saat kita membaca kitab-kitab Hikmat dalam Perjanjian Lama. Bentuk puisi ini disusun dengan berbagai majas seperti metafora, simile, akrostik, dan aliterasi. Salah satu majas lebih kompleks yang ditemukan dalam Amsal adalah paralelisme, yaitu pengulangan pokok pikiran utama sebanyak dua kali dalam satu pepatah.
Paralelisme antitesis terdapat dalam enam dari tujuh amsal yang kita baca hari ini (ay.29,30,31,32,34,35). Dalam bentuk antitesis, suatu konsep disajikan dengan dua kalimat yang saling berlawanan, menggunakan kata sambung tetapi untuk menunjukkan kontras. Paralelisme sinonim ditemukan pada ayat 33. Dalam paralel sinonim, suatu pemikiran disajikan dengan pengulangan serupa menggunakan kata-kata yang berbeda serta kata sambung dan untuk menunjukkan perbandingan. —Bill Crowder

Dalam hal apa Anda tergoda untuk memusatkan perhatian pada apa yang tidak Anda miliki? Langkah-langkah apa yang dapat Anda ambil dalam minggu ini untuk berfokus pada apa yang Allah sudah sediakan?

Allah memberikan kita damai sejahtera dan masih banyak yang lainnya.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 17–18; Lukas 11:1-28

Handlettering oleh Agnes Paulina

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

27 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!