Berkat Pinjaman

Senin, 1 April 2019

Berkat Pinjaman

Baca: 1 Tawarikh 29:6-16

29:6 Lalu para kepala puak dan para kepala suku Israel dan para kepala pasukan seribu dan pasukan seratus dan para pemimpin pekerjaan untuk raja menyatakan kerelaannya.

29:7 Mereka menyerahkan untuk ibadah di rumah Allah lima ribu talenta emas dan sepuluh ribu dirham, sepuluh ribu talenta perak dan delapan belas ribu talenta tembaga serta seratus ribu talenta besi.

29:8 Siapa yang mempunyai batu permata menyerahkannya kepada Yehiel, orang Gerson itu, untuk perbendaharaan rumah TUHAN.

29:9 Bangsa itu bersukacita karena kerelaan mereka masing-masing, sebab dengan tulus hati mereka memberikan persembahan sukarela kepada TUHAN; juga raja Daud sangat bersukacita.

29:10 Lalu Daud memuji TUHAN di depan mata segenap jemaah itu. Berkatalah Daud: “Terpujilah Engkau, ya TUHAN, Allahnya bapa kami Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya.

29:11 Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala.

29:12 Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya.

29:13 Sekarang, ya Allah kami, kami bersyukur kepada-Mu dan memuji nama-Mu yang agung itu.

29:14 Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu.

29:15 Sebab kami adalah orang asing di hadapan-Mu dan orang pendatang sama seperti semua nenek moyang kami; sebagai bayang-bayang hari-hari kami di atas bumi dan tidak ada harapan.

29:16 Ya TUHAN, Allah kami, segala kelimpahan bahan-bahan yang kami sediakan ini untuk mendirikan bagi-Mu rumah bagi nama-Mu yang kudus adalah dari tangan-Mu sendiri dan punya-Mulah segala-galanya.

Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya. —Mazmur 24:1

Berkat Pinjaman

Saat kami menundukkan kepala untuk berdoa sebelum menikmati makan siang, teman saya Jeff berdoa: ”Bapa, terima kasih telah memberi kami kesempatan untuk menghirup udara-Mu dan menyantap makanan-Mu.” Saat itu Jeff baru saja mengalami masa-masa sulit karena kehilangan pekerjaan, sehingga saya sangat tersentuh oleh kepercayaannya yang penuh kepada Allah dan kesadaran bahwa semua hal adalah milik-Nya. Saya pun berpikir: Apakah saya sejujurnya mengerti bahwa hal-hal yang paling mendasar sekalipun, yang setiap hari hadir dalam hidup saya, sesungguhnya adalah milik Allah, dan Dia sekadar mengizinkan saya menggunakan semua itu?

Ketika Raja Daud menerima persembahan dari bangsa Israel untuk membangun Bait Suci di Yerusalem, ia berdoa, “Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu.” Lalu ia menambahkan: “Punya-Mulah segala-galanya” (1Taw. 29:14,16).

Kitab Suci mengatakan bahwa “kekuatan untuk memperoleh kekayaan” dan mencari nafkah pun datangnya dari Dia (Ul. 8:18). Ketika memahami bahwa semua yang kita miliki hanyalah pinjaman, kita akan tergerak untuk mengendurkan pegangan kita terhadap harta dunia ini dan hidup dengan hati serta tangan terbuka—leluasa berbagi dengan sesama karena sangat bersyukur atas kebaikan yang diterima setiap hari.

Allah sangat bermurah hati—begitu besar kasih-Nya kepada kita sehingga Dia memberikan Anak-Nya sendiri “bagi kita semua” (RM. 8:32). Karena sudah menerima begitu banyak, kita patut mengucap syukur kepada-Nya untuk segala berkat, kecil maupun besar. —James Banks

WAWASAN

Doa Daud yang tercatat dalam 1 Tawarikh 29 menyatakan beberapa hal penting tentang Allah yang benar dan hidup. Daud memuji Allah karena kekekalan-Nya (ay.10), kemasyhuran dan keagungan-Nya (ay.11), kebijakan kerajaan-Nya (ay.12), juga karena Dia adalah sumber segala pemeliharaan (ay.14). Inilah hakikat Allah yang Daud puja serta yang menggerakkannya untuk mempersiapkan pembangunan bait Allah (pasal 28-29). —Bill Crowder

Berkat apa yang Tuhan pinjamkan hari ini yang dapat Anda syukuri kepada-Nya? Bagaimana Anda semakin terdorong untuk bersyukur kepada Allah saat menyadari bahwa semua pemberian yang baik berasal dari-Nya?

Apa pun yang kita miliki sesungguhnya adalah milik Allah.

Bacaan Alkitab Setahun: Hakim-hakim 13–15; Lukas 6:27-49

Handlettering oleh Claudia Rachel

Bagikan Konten Ini
37 replies
  1. Aren Siahaan
    Aren Siahaan says:

    Amin,, terpujilah Tuhan yg terus menurun kan berkat-berkat nya bagi kita semua utk kita boleh berbagi dengan sesama kita. God Bless..

  2. iin tifanni s
    iin tifanni s says:

    terimakasih Bapaku yang baik. apapun yang ada padaku sekarang. aku berterimakasih krn Engkau yang telah memberi kesempatan bagiku atas semua nya itu. selamat senin. selamat kembali beraktivitas.

  3. ruthoktalina
    ruthoktalina says:

    ya Tuhan, biarlah aku sadar bahwa segala yang kupunya adalah milikMu. Sehingga, aku tidak layak menyombongkan hal yang bukan milikKu. Biarlah, segala yang telah Engkau beri, dapat kembali padaMu lebih banyak dan berkembang seperti yang Engkau kehendaki, Bapa. Amin ❤

  4. Nover
    Nover says:

    Bersyukurlah atas apa yang kita terima dan pergunakanlah apa yang kita punya bagi kemuliaan nama Tuhan.
    Amin.

  5. Olvi Thena Bolo
    Olvi Thena Bolo says:

    Trimakasih Tuhan Yesus untuk segala berkat yang sampai saat ini saya nikmati, tolonglah saya agar tetap mengucap syukur segala hal yg Tuhan brikan.

  6. Anita
    Anita says:

    Terimakasih Tuhan, saya sngat bersyukur atas segala berkat yang telah Engkau berikan kepada saya sepanjang hidup ini.

  7. Frensia tanaga
    Frensia tanaga says:

    Yes
    Benar semua hal bisa kita rasakan miliki datangnya dari Tuhan
    Percayalah Dia tdk akan Orang benar dan percaya kekurangan amin

  8. astried
    astried says:

    ketika bgn pagi dan saya sadar saya msh bernafas di situlah saya tahu Tuhan msh memberikan kesempatan kpn saya untuk hidup 1hr lg. saya sadar nafas kehidupan yg saya py ini hy pinjaman dr Tuhan. ketika Tuhan berkata saya pulang, di situ nafas ini akan berhenti. terpujilah Tuhan sekarang dan selama2nya

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *