Mengharapkan Penundaan

Selasa, 12 Maret 2019

Mengharapkan Penundaan

Baca: Amsal 16:1-3,9

16:1 Manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal dari pada TUHAN.

16:2 Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.

16:3 Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.

16:9 Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.

Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya. —Amsal 16:9

Daily Quotes ODB

Yang benar saja? Saya sudah terlambat, tetapi tulisan di papan informasi jalan di depan saya mengandaskan harapan saya untuk tiba di kantor tepat waktu: “Ada Hambatan di Depan”.

Saya berharap segala sesuatu berjalan sesuai jadwal yang sudah saya susun, tetapi tidak memperkirakan adanya perbaikan jalan.

Dalam hal rohani, tak banyak dari kita mempersiapkan diri untuk menghadapi hal-hal yang akan menghambat perjalanan kita atau memaksa kita mengubah rencana. Namun, kalau dipikir-pikir, saya jadi ingat betapa seringnya keadaan memaksa saya menata ulang rencana hidup saya—dalam hal besar maupun kecil. Hambatan akan selalu ada.

Dalam Amsal 16, Raja Salomo menulis tentang bagaimana rencana kita terkadang tidak sama dengan rencana Allah. Alkitab versi Bahasa Indonesia Sehari-hari menuliskan ayat 1 sebagai berikut: “Manusia boleh membuat rencana, tapi Allah yang memberi keputusan.” Salomo mengulangnya di ayat 9 (BIS), dengan berkata, “Manusia dapat membuat rencana, tetapi Allah yang menentukan jalan hidupnya.” Dengan kata lain, kita dapat membayangkan apa yang seharusnya terjadi, tetapi adakalanya Allah mempunyai jalan lain untuk kita jalani.

Bagaimana saya bisa melupakan kebenaran rohani itu? Saya menyusun rencana-rencana saya, tetapi bisa jadi lupa bertanya kepada Allah apa rencana-Nya bagi saya. Saya pun frustrasi ketika sesuatu menyela dan mengubah rencana saya.

Namun, daripada khawatir, kita dapat mengikuti nasihat Salomo dengan belajar mempercayai bahwa Allah menuntun kita, langkah demi langkah, sembari terus berdoa mencari wajah-Nya, menanti tuntunan-Nya, dan mengizinkan-Nya terus mengarahkan kita.—Adam Holz

Bagaimana biasanya reaksimu saat menghadapi penundaan dan perubahan rencana yang tidak terduga? Ketika merasa frustrasi, apa yang akan menolongmu berserah kepada Allah dan mempercayai Dia lebih lagi?

Ganti kekhawatiranmu dengan kepercayaan. Allah akan menuntun kamu.

Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 17-19; Markus 13:1-20

Bagikan Konten Ini
44 replies
  1. Dita E. O Napitupulu
    Dita E. O Napitupulu says:

    Baru2 ini saya mengalami kejadian serupa seperti yg menjadi renungan pagi ini. Saya sudah menyusun sedemikian rupa plan A, plan B, plan C dan saya berharap smua terjadi seperti apa yg saya inginkan. Namun Tuhan menyadarkan saya, hingga suatu hari sy harus nengalami sebuah kepahitan dan kekecewaan. Tuhan teramat baik! Seketika itu pula saya langsung minta ampun di hadapan Nya dan sejak saat itu sampai detik ini saya menyerahkan seluruh otoritas kehidupan saya dalam tangan Nya.

  2. rimbun raya tambunan
    rimbun raya tambunan says:

    Amin,,, Tuhan berkata : Sebab rancanganmu bukanlah rancanganKu,,, karna rancanganKu adalah rancangan yg terbaik bagimu,,, Amin

  3. Nancy
    Nancy says:

    kekhawatiran terbesar adalah khawatir akan hari esok dan setelahnya, karna tak punya persiapan dan tak ada yang meneguhkan,seringg sekali bertanya sama Tuhan, “Tuhan mau pakai aku jadi apa dan aku mau di arahkan kemana?” tapi smpe skrng belum nemu jawaban,ntah aku yang kurang peka atau gimna.. terkadang di zona putus asa yang mengijinkan diri jatuh dan malas bangkit dan rasanya hidup gtu” aja flat -_- aku buat plan ini plan itu until i forget to ask my Father, dan aku cuma berjalan gitu gitu aja, aku bertindak dan memilih jalanku sndiri yang membuat aku stres sndiri,padahal ketenangan sejati saat kita kerjakan bagian kita dan minta Tuhan juga ikut campur mengerjakan bagian Nya… 1 hal pertama setelah membaca renungan kali ini, aku mau coba melangkah diatas rasa khawatir dan meneguhkan hati buat berserah,karna Tuhan udh nyediain yang terbaik,tinggal kita jalan dan ikuti instruksiNya.. yes sir! ✊

  4. Christina Santoso
    Christina Santoso says:

    Ketika rencana ku tidak sesuai dengan rencana Allah.
    Maka ketaatan ku diuji. Dan oleh Karena itu lah aku harus memikul salib dan biarkan kehendak Tuhan yang jadi. Tuhan sudah memberi teladan melalui Kristus yang mati di kayu salib. Itu bukan kehendak Kristus, tapi ia taat sampai mati.

  5. Petrus Subandi
    Petrus Subandi says:

    amin…segala apa yang kita rancangka,biarlah senantiasa kita libatkan Allah di dalamnya…karena dalam segala sesuatu Allah lah yang berkehendak…

  6. Novitriani Sinaga
    Novitriani Sinaga says:

    JalanNya tak terselami oleh setiap hati. Tapi selalu ada rencana yg indah ❤️

  7. Mey Manullang
    Mey Manullang says:

    bener banget!
    siapa kita yg bisa nenentukan jalan hidup kita sendiri?
    mau sekuat apapun kita mengandalkan kekuatan diri sendiri, ingatlah Tuhan yg punya kontrol atas alam semesta, termasuk dirimu!
    tetaplah berdoa, dan yakin bahwa rencananya Tuhan bukan pasti bagus, TAPI sudah pasti BAIK.

  8. Nover
    Nover says:

    Serahkanlah rencanamu kepada Tuhan dan mintalah petunjuk akan rencana tersebut kepada-Nya.
    Semoga Tuhan memberkati.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *