Menerima dan Menunjukkan Belas Kasih

Info

Hari ke-13 | 30 Hari Saat Teduh bersama Kitab Yakobus
Baca Pengantar Kitab Yakobus di sini

Menerima dan Menunjukkan Belas Kasih

Baca: Yakobus 2:12-13

2:12 Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang.

2:13 Sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman.

Menerima dan Menunjukkan Belas Kasih

Aku suka membaca dan menulis.

Karena kata-kata sangat mempengaruhiku, aku tahu betapa kuat pengaruh kata-kata untuk menyembuhkan atau menyakiti. Sebab itu, aku biasanya sangat tidak suka kepada orang-orang yang sembarangan bicara dan menyakiti orang lain dengan kata-kata mereka.

Hal ini berubah saat Tuhan membawaku menyadari bahwa keterampilan berbahasa adalah kekuatan yang dikaruniakan Tuhan kepadaku. Tidak semua orang dikaruniai keterampilan yang sama. Pada saat bersamaan, Tuhan menunjukkan bahwa ada bidang-bidang kelemahan dalam hidupku yang merupakan kekuatan dalam hidup orang lain.

Kemampuan tepat waktu, misalnya, adalah masalah bagiku. Tuhan menunjukkan bahwa sama seperti aku berharap orang lain memahami situasiku saat aku datang terlambat, demikian juga aku perlu menunjukkan anugerah yang sama kepada orang lain yang bergumul dalam hal bahasa.

Kita semua punya kecenderungan untuk menghakimi orang lain, bukan hanya pada saat mereka lemah. Tetapi juga pada saat mereka tidak berhasil menjalankan perintah Tuhan. Perlakuan kita bertambah buruk ketika kita juga menilai orang berdasarkan status sosial mereka (Yakobus 2:8-11). Namun, Yakobus mengajar kita untuk “berkata-kata dan berlaku” dengan penuh belas kasihan kepada orang lain (ayat 12), karena kita semua “akan dihakimi oleh hukum” (ayat 12)—hukum Kristus yang memerdekakan orang dari dosa melalui Injil (disebut juga dalam Yakobus 1:25).

Meski sebagai orang percaya kita tahu bahwa tidak ada lagi penghukuman bagi kita karena apa yang telah dilakukan Yesus untuk kita (Roma 8:1-2), tidak berarti bahwa kita akan luput dari hari penghakiman. Dengan kata lain, suatu hari kelak kita semua tetap akan diminta mempertanggungjawabkan perbuatan dan perkataan kita di hadapan Tuhan (2 Korintus 5:10).

Bila kita berharap Tuhan akan berbelas kasihan dalam penghakiman-Nya, sudah seharusnya kita juga memperlakukan sesama kita dengan penuh belas kasihan, “Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu” (Matius 7:2).

Yesus mengajarkan, “Berbahagialah orang yang mengasihani orang lain, Allah akan mengasihani mereka juga!” (Matius 5:7 BIS). Dalam perumpamaan tentang seorang hamba yang tidak bersedia mengampuni (Matius 18:21-35), Yesus memperingatkan kita bahwa bila kita tidak mau berbelas kasihan kepada sesama kita, Tuhan juga akan memperlakukan kita demikian. Yakobus mengulangi peringatan ini di ayat 13.

Yakobus selanjutnya mengatakan bahwa “belas kasihan akan menang atas penghakiman” (ayat 13) karena belas kasihan itu menyukakan hati Tuhan (Mikha 7:18). Allah Bapa kita begitu kaya dengan rahmat atau belas kasihan (Efesus 2:4); kita sedang melakukan apa yang menjadi kerinduan hati-Nya saat kita menunjukkan belas kasihan kepada orang lain dengan bijak dan dengan sukacita (Roma 12:8).

Kita adalah anak-anak dari Sang Bapa ketika kita senang melakukan hal-hal yang disenangi-Nya, memperlakukan orang lain dengan cara yang sama seperti cara-Nya memperlakukan mereka. —Raphael Zhang, Singapura

Handlettering oleh Priska Sitepu

Pertanyaan untuk direnungkan

1. Dalam area apa kamu cenderung paling keras dalam menghakimi orang lain? Apa yang dapat menolongmu untuk bisa lebih berbelas kasihan kepada orang lain di area tersebut?

2. Apakah kamu melihat hukum Kristus sebagai hukum yang memerdekakanmu? Apa yang dapat menolongmu untuk bertumbuh makin menyukai hukum-hukum Tuhan, sebagaimana yang dikehendaki Tuhan untuk kamu dalam kasih-Nya?

Bagikan jawaban atas perenunganmu ini di kolom komentar. Kiranya jawaban sobat muda dapat menjadi inspirasi dan berkat bagi orang lain.

Tentang Penulis:

Raphael Zhang, Singapura | Raphael suka membaca dan menulis, dan dua aktivitas ini dia gunakan sebagai sarana untuk terhubung dengan firman Tuhan. Sejak Raphael dipulihkan oleh Tuhan dari kehancurannya, Raphael bersemangat untuk menolong orang lain agar dapat dipulihkan juga oleh Tuhan yang begitu mengasihi manusia. Raphael juga tergila-gila pada keju, tetapi cinta terbesarnya tetaplah Yesus.

Baca 30 Hari Saat Teduh bersama Kitab Yakobus

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Saat Teduh Kitab Yakobus, SaTe Kamu

8 Komentar Kamu

  • Aku pernah menghakimi calon suami ku sendiri .. dikarenakan apa yang seharusnya dia lakukan sebagai seorang laki laki yaitu melakukan tanggung jawabnya untuk memenuhi kebutuhan pernikahan tidak dia lakukan.. sangat kecewa awalnya.. karena sebagai wanita jujur banyak hal yang aku impikan untuk pernikahan ku.. pada saat itu aku terus menerus menghakimi hingga akhirnya aku memutuskan untuk tidak ingin menikah dengannya.. saat itu kondisi keuangan calon suamiku sedang tidak baik.. namun.. aku percaya dalam kitab amsal di katakan karena masa depanmu sungguh ada dan hrapanmu tidak akan hilang.. saat itu aku mengampuninya.. aku mengatakan kepadanya untuk terus berusaha mencari jalan keluar.. hingga saat ini kami masih berusaha agar kebutuhan pernikahan kami bisa tercukupi.. dan puji Tuhan sedikit demi sedikit Tuhan genapi.. aku selalu percaya pada janji dan firman Tuhan kalau kita mau selalu percaya.. Gbu

  • Aku pernah menghakimi calon suami ku sendiri .. dikarenakan apa yang seharusnya dia lakukan sebagai seorang laki laki yaitu melakukan tanggung jawabnya untuk memenuhi kebutuhan pernikahan tidak dia lakukan.. sangat kecewa awalnya.. karena sebagai wanita jujur banyak hal yang aku impikan untuk pernikahan ku.. pada saat itu aku terus menerus menghakimi hingga akhirnya aku memutuskan untuk tidak ingin menikah dengannya.. saat itu kondisi keuangan calon suamiku sedang tidak baik.. namun.. aku percaya dalam kitab amsal di katakan karena masa depanmu sungguh ada dan hrapanmu tidak akan hilang.. saat itu aku mengampuninya.. aku mengatakan kepadanya untuk terus berusaha mencari jalan keluar.. hingga saat ini kami masih berusaha agar kebutuhan pernikahan kami bisa tercukupi.. dan puji Tuhan sedikit demi sedikit Tuhan genapi.. aku selalu percaya pada janji dan firman Tuhan kalau kita mau selalu percaya kelak pertolongan akan datang kepada kita.. dan aku mau tetap berusaha dan menunggu muzizat Tuhan.. Gbu

  • -Didalam area kesekolahan saya sering menghakimi teman² saya lewat perkataan yang tidak menyenangkan bagi teman saya
    -yang dapat menolong saya adalah keimanan saya dan tuhan

  • Sy belajar dari seseorang, bahwa sy gak bisa menghakimi karena orang pun memiliki masa lalu yg tidak ketahui, atau mungkin kepahitan yg tidak diketahui/ belum pulih ‘puzzle hidupnya’. Ya benar, belas kasihan yg Tuhan anugerahkan memampukanku utk tak menghakimi.
    Dulu sy sering menghakimi seseorang itu 🙁 krn tindakannya berbeda dari orang2 pada umumnya. Bersyukur Tuhan memberikan hati utk berbelas kasihan. Walau kadang labil, tp sy lebih sering diam. Dan sering bernyanyi ttg kasih Allah yg mengampuni dan besar kasih-Nya. Itulah hukum yg memerdekakan.

  • Saya tidak percaya ada penghakiman bagi mereka yang ada dalam Yesus Kristus. Dalam Roma 8:1 dikatakan

    “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. ”

    Tidak ada berarti ya tidak ada.

    Tulisan di 2 Korintus 5:10 adalah untuk mereka yang belum percaya (orang-orang di Korintus pada saat itu adalah orang yang belum percaya). Paulus mengatakan bahwa ada penghakiman bagi mereka yang belum percaya, supaya mereka berbalik dan bertobat. Dan bagi kita yang percaya kepada Tuhan Yesus, “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. ”

    Tuhan Yesus Memberkati.
    Shalom.

  • 1.Aku pernah menghakimi orang lain. (contohnya: Saat ada temanku yang kehilangan barangnya dan aku tau bahwa yang ada di dekat tas temanku adalah orang itu),tetapi aku sadar bahwa aku tidak berhak untuk menghakiminya Karena aku memiliki Yesus.Karena belum tentu juga orang itu yang mengambil barang temanku,mungkin saja temanku yang lupa dikostnya atau mungkin hilang ke tempat lain.

    2.Aku sangat menyukai Kehendak Tuhan karena Dia Adalah Kasih,Kasihnya yang begitu Besar kepada kitas semua umatnya.Hingga Dosa kita diAmpuni Karena Dia adalah Kasih. Sampai dia mengorbankan Nyawanya untuk kita manusia yang penuh dosa..
    Jadi tidak sepantasnya kita menghakimi atau tdk memaafkan orang lain karena itu bukan hak kita.

  • 1. Dalam area apa kamu cenderung paling keras dalam menghakimi orang lain? Apa yang dapat menolongmu untuk bisa lebih berbelas kasihan kepada orang lain di area tersebut?
    Ketika saya merasa benar,Dengan Ingat Kasih Tuhan

    2. Apakah kamu melihat hukum Kristus sebagai hukum yang memerdekakanmu? Apa yang dapat menolongmu untuk bertumbuh makin menyukai hukum-hukum Tuhan, sebagaimana yang dikehendaki Tuhan untuk kamu dalam kasih-Nya?
    Karena Tuhan telah menebus saya maka saya harus menuruti perintahnya Amin

  • 1. Dalam area “dia bisa dan saya tidak”, “dia berhasil dan saya tidak”. Yang semestinya menolong saya adalah mengingat lagi firman ALLAH di Matius 5:16 yaitu bahwa sebagai anak Allah saya harus menjadi terang supaya orang bisa melihat perbuatan baik saya, bukan supaya saya dipuji tetapi supaya mereka memuliakan Bapa yang di sorga. Kalau saya bersikap seperti “…” tadi maka alih² saya berbuat baik saya malah melakukan hal yang sebaliknya! Saya menghalangi ‘terang’ dari mereka dan menghalangi mereka dari memuliakan Bapa yang di sorga! Ampuni saya, ya ALLAH…
    2.Ya…, sesungguhnyalah demikian. Yang dapat menolong adalah memegang/menyimpan janji² TUHAN di dalam hati saya supaya saya jangan berdosa terhadap-NYA (Mazmur 119:11)

Bagikan Komentar Kamu!