Memilih Menggelandang

Info

Rabu, 13 Maret 2019

Memilih Menggelandang

Baca: Ibrani 2:9-18

2:9 Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.

2:10 Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah—yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan—,yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.

2:11 Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara,

2:12 kata-Nya: “Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudara-Ku, dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaat,”

2:13 dan lagi: “Aku akan menaruh kepercayaan kepada-Nya,” dan lagi: “Sesungguhnya, inilah Aku dan anak-anak yang telah diberikan Allah kepada-Ku.”

2:14 Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;

2:15 dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.

2:16 Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.

2:17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.

2:18 Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

Oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai. —Ibrani 2:18

Daily Quotes ODB

Keith Wasserman memilih hidup menggelandang di jalanan selama beberapa hari setiap tahunnya sejak tahun 1989 agar ia bisa belajar lebih mengasihi dan berbelaskasihan kepada orang lain. “Saya pergi menggelandang di jalanan untuk memperluas sudut pandang dan pemahaman” tentang kaum tunawisma, kata Keith, direktur eksekutif dari Good Works, Inc.

Saya berpikir, mungkinkah cara Keith menjadi seperti orang-orang yang ia layani itu merupakan sekilas gambaran tentang apa yang pernah Yesus lakukan bagi kita. Allah sendiri, Pencipta alam semesta, memilih membatasi diri-Nya dalam keadaan yang rapuh sebagai seorang bayi, menjalani hidup sebagai manusia, merasakan apa yang kita semua rasakan, dan akhirnya mengalami kematian di tangan manusia—semua itu agar kita dapat menikmati suatu hubungan pribadi dengan Allah.

Penulis kitab Ibrani menyatakan bahwa Yesus “menjadi sama dengan [manusia] dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut” (2:14). Yesus dibuat menjadi lebih rendah daripada malaikat, meskipun Dialah yang menciptakan mereka (ay.9). Dia menjadi manusia dan mati, meskipun Dia abadi. Dia pun menderita bagi kita, meskipun Dia Allah yang Mahakuasa. Mengapa Dia melakukan semua itu? Supaya Dia dapat menolong kita ketika kita menghadapi berbagai pencobaan dan memulihkan hubungan kita dengan Allah (ay.17-18).

Kiranya kita mengalami kasih-Nya hari ini, dengan menyadari bahwa Dia memahami sisi kemanusiaan kita dan telah menyediakan jalan bagi penghapusan dosa-dosa kita. —Estera Pirosca Escobar

Sudahkah kamu datang kepada Yesus untuk mengalami kasih dan pengampunan-Nya? Jika sudah, bagaimana realitas itu berdampak dalam kehidupan kamu hari ini? Jika belum, maukah kamu menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat hari ini?

Tuhan Yesus, terima kasih untuk pengorbanan-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 20-22; Markus 13:21-37

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

18 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!