Lebih dari Sekadar Simbol

Info

Sabtu, 16 Maret 2019

Lebih dari Sekadar Simbol

Baca: 2 Samuel 23:13-17

23:13 Sekali datanglah tiga orang dari ketiga puluh kepala mendapatkan Daud, menjelang musim menuai, dekat gua Adulam, sedang sepasukan orang Filistin berkemah di lembah Refaim.

23:14 Pada waktu itu Daud ada di dalam kubu gunung dan pasukan pendudukan orang Filistin pada waktu itu ada di Betlehem.

23:15 Lalu timbullah keinginan pada Daud, dan ia berkata: “Sekiranya ada orang yang memberi aku minum air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu gerbang!”

23:16 Lalu ketiga pahlawan itu menerobos perkemahan orang Filistin, mereka menimba air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu gerbang, mengangkatnya dan membawanya kepada Daud. Tetapi Daud tidak mau meminumnya, melainkan mempersembahkannya sebagai korban curahan kepada TUHAN,

23:17 katanya: “Jauhlah dari padaku, ya TUHAN, untuk berbuat demikian! Bukankah ini darah orang-orang yang telah pergi dengan mempertaruhkan nyawanya?” Dan tidak mau ia meminumnya. Itulah yang dilakukan ketiga pahlawan itu.

Hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri. —Filipi 2:3

Daily Quotes ODB

Dengan sengaja, bintang bola basket Jordan Bohannon dari Universitas Iowa memelesetkan tembakan bebas yang jika masuk dapat memecahkan rekor kampus yang sudah bertahan selama dua puluh lima tahun. Mengapa ia melakukannya? Pada tahun 1993, Chris Street, bintang bola basket dari kampus yang sama, berhasil mencetak rekor dengan tiga puluh empat kali tembakan bebasnya masuk berturut-turut. Namun, beberapa hari kemudian ia tewas dalam sebuah kecelakaan mobil. Bohannon memilih menghormati kenangan terhadap Street dengan menolak memecahkan rekornya.

Lewat sikapnya, Bohannon menunjukkan kepekaan terhadap hal-hal yang lebih penting daripada prestasinya sendiri. Kita melihat nilai-nilai yang sama dalam diri seorang pejuang muda bernama Daud. Saat bersembunyi dalam gua bersama pasukannya, Daud ingin sekali minum air dari perigi di kampung halamannya Betlehem, tetapi pasukan Filistin sedang menduduki wilayah itu (2Sam. 23:14-15).

Dengan penuh keberanian, tiga perwira bawahan Daud “menerobos perkemahan orang Filistin”, mengambil air, lalu membawanya kepada Daud. Melihat hal itu, Daud pun tidak tega meminumnya. Ia justru “mempersembahkannya sebagai korban curahan kepada Tuhan”, dengan berkata, “Bukankah ini darah orang-orang yang telah pergi dengan mempertaruhkan nyawanya?” (ay.16-17).

Di dunia yang sering kali lebih menghargai mereka yang berhasil merebut apa saja yang bisa diraih, alangkah dahsyatnya tindakan yang didasari oleh kasih dan pengorbanan! Tindakan mulia seperti itu mempunyai arti lebih daripada sekadar simbol. —Tim Gustafson

Alih-alih menggolkan agenda sendiri, bagaimana caranya kamu dapat menghargai keberhasilan orang lain dan usaha mereka? Bagaimana tindakan kasih kita merefleksikan kasih Tuhan?

Bapa, bimbing hatiku hari ini. Tolong aku mengatur ulang prioritasku agar aku bisa memperhatikan kebutuhan sesamaku seperti kebutuhanku sendiri.

Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 28-29; Markus 14:54-72

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

21 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!