Berbahagia dalam Pencobaan

Info

Hari ke-1 | 30 Hari Saat Teduh bersama Kitab Yakobus
Baca Pengantar Kitab Yakobus di sini

Berbahagia dalam Pencobaan

Baca: Yakobus 1:1:4

1:1 Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan.

1:2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,

1:3 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.

1:4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.

Berbahagia dalam Pencobaan

Bayangkanlah kamu baru saja mengalami pencobaan bertubi-tubi. Baru saja satu masalah selesai, sudah datang masalah lainnya. Hidup terasa sangat berat. Lalu seorang teman baikmu datang dan berkata, “Baguslah kalau kamu mengalami masalah. Kamu harus sadar bahwa kamu itu diberkati!” Tidakkah kamu akan merasa sangat jengkel dan ingin menamparnya?

Namun, itulah inti pesan yang disampaikan juga oleh Yakobus dalam bagian Alkitab yang kita baca hari ini: “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan” (ayat 2). Pesan yang mungkin membuat matamu terbelalak! Mungkin terdengar menggelikan, tetapi pesannya tidaklah keliru.

Penting untuk dipahami, Yakobus tidak mengundang kita bergembira karena kita menderita, tetapi pada saat kita menderita. Pencobaan memang bukanlah hal yang baik, tetapi itu dapat membangun karakter yang baik. “…ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun” (ayat 3-4). Melalui berbagai-bagai pencobaan kita dapat dibentuk menjadi sempurna (dewasa) dan utuh, menjadi seseorang yang penuh kasih, sukacita, dan iman di dalam Yesus sampai akhir—hasil akhir yang sungguh layak kita perjuangkan!

Aku pernah duduk dengan seorang teman yang menurutku sangat rohani dan aku mendengarkan berbagai pencobaan yang ia alami. Rasanya semua pencobaan di dunia ini sudah pernah ia lewati. Ia pernah mengalami bagaimana rasanya punya pacar yang brutal, orangtua yang tidak perhatian, teman-teman yang sulit, dan nilai yang jelek. Namun, raut wajahnya bersinar saat ia berkata, “Kamu tahu? Tuhan sangat baik kepadaku.”

Itulah kebahagiaan yang dibicarakan Yakobus.

Masalah dalam masyarakat kita di abad 21 ini adalah: kita tidak mau susah. Salah satu berhala di generasi ini adalah kenyamanan. Kita menghabiskan begitu banyak uang, berusaha untuk menciptakan dan mengamankan kenyamanan dalam dunia kita sendiri. Namun, Yesus menentang hidup yang demikian.

Dunia berkata: “Angkatlah gelasmu dan santai sajalah.”
Kristus berkata, “Pikullah salibmu dan ikutlah Aku.”

Yakobus menyebutkan, “apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan”. Jika kamu hidup cukup lama di dunia ini, sudah pasti kamu akan melewati sejumlah penderitaan. Namun, sebagai orang Kristen, kamu dapat merasa tenang karena semua itu bukanlah tanpa tujuan; Tuhan sedang membentuk dan memangkas hal-hal yang tidak perlu dalam hidupmu.

Perhatikan bagaimana Yakobus memperkenalkan diri di awal suratnya: “hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus” (ayat 1). Saudara tiri Yesus ini menuliskan suratnya dengan niat untuk membantu; ia ingin melayani Yesus dan umat-Nya. Perhatikan juga bahwa ia menulis “kepada kedua belas suku di perantauan”. Surat yang ditulis pada abad pertama ini ditujukan kepada umat percaya yang umumnya berlatar belakang Yahudi, tetapi pesannya juga berlaku bagi umat percaya di zaman sekarang. Inilah pesan yang dibutuhkan oleh kita semua.

Ketika kamu menderita, kamu mungkin tergoda untuk berpikir bahwa Tuhan itu kejam. Namun, Yakobus mengakhiri ayat ke-4 dengan berkata bahwa kamu tidak akan “kekurangan suatu apapun”. Tuhan bukan pribadi yang suka menindas; Dia bekerja dengan penuh kuasa untuk mendewasakan dan memenuhi kebutuhan anak-anak-Nya. Jika kamu sedang melewati pencobaan, sesulit apapun, ketahuilah bahwa Roh Tuhan sedang bekerja di dalammu untuk membentukmu menjadi pribadi yang tak bercacat dan penuh sukacita di hadapan takhta Kristus. Kamu tidak diabaikan Tuhan. Kamu tidak sendirian. Dalam segala hal, dalam segala situasi, Tuhan sedang membentuk dan menyempurnakanmu. Kamu tidak kekurangan sesuatu apapun. —James Bunyan, Inggris

Handlettering oleh Oei Kristina

Pertanyaan untuk direnungkan

1. Kesan seperti apa yang kamu berikan ketika berbicara tentang imanmu kepada orang lain—apakah imanmu terkesan sebagai sebuah kewajiban atau sebuah kesukaan?

2. Siapa orang-orang paling rohani yang kamu kenal? Bagaimana Tuhan bekerja dalam hidup mereka?

3. Pergumulan apa yang sedang kamu alami saat ini? Perspektif seperti apa yang diharapkan Yakobus untuk kamu miliki tentang situasi tersebut?

Bagikan jawaban atas perenunganmu ini di kolom komentar. Kiranya jawaban sobat muda dapat menjadi inspirasi dan berkat bagi orang lain.

Tentang Penulis:

James Bunyan, Inggris | James Bunyan adalah seorang yang tidak bisa diam; dia suka pergi traveling, menulis, dan berolahraga apapun kecuali bermain fresbee. James tinggal di Twickenham (London), di mana dia juga bekerja sebagai staf untuk The Christian Union, sebuah gerakan misi untuk mahasiswa. James menikah dengan sahabat karibnya, Lois.

Baca 30 Hari Saat Teduh bersama Kitab Yakobus

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Saat Teduh Kitab Yakobus, SaTe Kamu

61 Komentar Kamu

  • Tresiaaurum Daldiri

    . Berbicara mengenai imanku, yg aq tahu Tuhan Yesus sangat mengasihiku Ia baik menopangku ketika aq mengalami kesusahan sampai saat ini.
    2. Sayangnya aq tidak punya teman yg rohani disekitar, kalo dulu ada skg dia sudah menjauh.
    3. Pergumulanku saat ini ttg org tua ku yg sakit, blm dpt PH, masalah ekonomi keluarga,
    Perspektif yg ku ttg ayat yakobus ini jika dihubungkan dgn pergumulanku ialah aq hrs tetap percaya dan beriman kepada Tuhan akan dtg pertolongan-Nya dlm hidupku dan Ia akan menyelesaikannya Ia akan berperang atasku .terimakasih Tuhan aq sudah menerima

  • Wina Leonia Ginting

    1. Kesukaan
    2. Bapak
    3. Dalam hal pencarian pekerjaan

  • 1.Kesukaan, karna saya rasa banyak sudah pergumulan yang saya sudah alami, Tapi baik nya Tuhan selalu menemani saya dalam setiap pergumulan saya.
    2.ka fani, karna saya belajar dari pengalaman yang iya pernah rasakan.
    3.pergumulan saat ini adalah Keuangan saya sangat tidak terkendali dari orang tua bahkan saya sangat jarang mendapatkan uang seperti teman2 saya, terapi Baik nya Tuhan selalu membuat saya tidak berkekurangann dan selalu terpenuhi apa yang saya butuhkan dan juga saya sedang menjalankan skripsi saya berharap Tuhan senantiasa membimbing saya sampai saya mendapatkan kelulusan dan pekerjaan di Tahun ini Amin.

  • 1 suka karena aku percayaTUHAN akan mengubah kelemahan menjadi kekuatan.
    2 vanessa yg ngajak aku ke persekutuan doa di kampus
    3 Pergumulan ekonomi kantor mama udah mau tutup dan seperti berjalan dalam ketidakpastian tapi aku percaya bahwa TUHAN akan menyediakan dan mencukupkan semuanya. Kadang juga, banyak mujizat yg gak nyangka akan kejadian justru TUHAN seperti bikin kejutan buat kita. Aku percaya TUHAN pasti akan buka jalan selama aku berusaha dan DIA gak akan pernah meninggalkan aku

  • 1. Kesukaan. Menurut ku pribadi, aku biasa melakukan kegiatan rohani karena aku suka dengan dampak yang aku dan orang lain rasakan.

    Senang aja kalau orang lain merasa senang dengan kegiatan rohani yg aku lakukan (ex: Berdoa sebelum makan ketika jam istirahat, ternyata ada temen yg dari dulu ingin berdoa tapi malu.

    Tapi sekarang udah ga malu, kata dia, “Kalau lu ga doa pas istirahat tadi, mungkin gw ga akan pernah berani u/ doa juga selama istirahat di SMA ini.”

    2. Kakak saya ke-2, Guru injil di gereja, dan Mama.

    Kalau ini sih, saya sampai senyum² sendiri tulisnya. Karena kalau diingat², kakak saya itu dulu hidupnya bener-bener susah. Dia pernah cerita kalau waktu sekolah, gabisa beli buku tulis, sepatu juga kalau rusak tetep dipake, ke sekolahpun harus naik sepeda tua sedangkan teman-temannya ada yang dianter bahkan bawa motor sendiri.

    Tapi singkat cerita, dia bisa jadi siswa teladan di Banten dan bahkan bisa masuk di UI tanpa keluar biaya sepeser pun.

    Dia itu setiap bangun tidur selalu ucap syukur dan sebelum tidur juga. Pelayanan di gereja sejak SMP. Orangnya juga baik, ga suka marah.

    Dari hidupnya sih udah keliatan banget gimana Tuhan bekerja.

    3. Saya gabisa sebutin, tapi ini pergumulan yang cukup berat. Karena saya sudah berhadapan dengan pergumulan ini sejak masih kecil bahkan sampai saat ini. Saya sudah 18 tahun.

    Kalau dihitung2, saya menghadapi pergumulan ini selama ± 13 tahun.

    Terlepas dari pandangan “stay positive”. Kalau menurut saya, Paman Yakobus (karena saya panggil Tuhan Yesus itu Bapa) ingin saya untuk tetap bertahan.

    Bertahan dalam artian berserah dan bukannya pasrah. Pergumulan saya ini sih cukup merepotkan. Karena kalau sampai jatuh/gagal, bisa ketagihan untuk dilakukan terus menerus.

    Dari pergumulan saya, jujur, saya bisa akrab sama Tuhan lewat doa2 saya.

    Karena untuk orang yang suka melogika-kan hampir semua hal, saya masih punya alasan kenapa harus berdoa sama Tuhan. “Kan gw masih ngelakuin dosa ini, jadi gw harus doa”

    Itu sih yang menurut saya jadi keuntungan, kalau ga ada pergumulan/pencobaan ini, mungkin sekarang saya cuma jadi manusia yang biasa-biasa aja.

    Selain itu, kalau saya bisa bertahan dan ga menyerah. Pasti suatu saat saya diizinin untuk berhasil dan lepas dari pergumulan ini. Kemudian saya bisa menolong orang-orang yang punya pergumulan yang sama dengan saya.

    Yang mungkin sampai saat ini juga ingin sekali lepas tapi ga bisa-bisa.

    Sekian dari saya, makasih atas renungannya.

  • 1. Kesukaan. Menurut saya pribadi, saya biasa melakukan kegiatan rohani karena aku suka dengan dampak yang aku dan orang lain rasakan.

    Senang aja kalau orang lain merasa senang dengan kegiatan rohani yg saya lakukan (ex: Berdoa sebelum makan ketika jam istirahat, ternyata ada temen yg dari dulu ingin berdoa tapi malu.

    Tapi sekarang udah ga malu, kata dia, “Kalau lu ga doa pas istirahat tadi, mungkin gw ga akan pernah berani u/ doa juga selama istirahat di SMA ini.”

    2. Kakak saya ke-2

    Kalau ini sih, saya sampai senyum² sendiri tulisnya. Karena kalau diingat², kakak saya itu dulu hidupnya bener-bener susah.

    Dia pernah cerita kalau waktu sekolah, gabisa beli buku tulis, sepatu juga kalau rusak tetep dipake, ke sekolahpun harus naik sepeda tua sedangkan teman-temannya ada yang dianter bahkan bawa motor sendiri.

    Tapi singkat cerita, dia bisa jadi siswa teladan di Banten dan bahkan bisa masuk di UI tanpa keluar biaya sepeser pun.

    Dia itu setiap bangun tidur selalu ucap syukur dan sebelum tidur juga. Pelayanan di gereja sejak SMP. Orangnya juga baik, ga suka marah.

    Dari hidupnya sih udah keliatan banget gimana Tuhan bekerja.

    3. Saya gabisa sebutin, tapi ini pergumulan yang cukup berat.

    Karena saya sudah berhadapan dengan pergumulan ini sejak masih kecil bahkan sampai saat ini. Saya sudah 18 tahun.

    Kalau dihitung2, saya menghadapi pergumulan ini selama ± 13 tahun.

    Terlepas dari pandangan “stay positive”. Kalau menurut saya, Paman Yakobus (karena saya panggil Tuhan Yesus itu Bapa) ingin saya untuk tetap bertahan.

    Bertahan dalam artian berserah dan bukannya pasrah. Pergumulan saya ini sih cukup merepotkan. Karena kalau sampai jatuh/gagal, bisa ketagihan untuk dilakukan terus menerus.

    Dari pergumulan saya, jujur, saya bisa akrab sama Tuhan lewat doa2 saya.

    Karena untuk orang yang suka melogika-kan hampir semua hal, saya masih punya alasan kenapa harus berdoa sama Tuhan. “Kan gw masih ngelakuin dosa ini, jadi gw harus doa”

    Itu sih yang menurut saya jadi keuntungan. Kalau ga ada pergumulan/pencobaan ini, mungkin sekarang saya cuma jadi manusia yang biasa-biasa aja.

    Selain itu, kalau saya bisa bertahan dan ga menyerah. Pasti suatu saat saya diizinin untuk berhasil dan lepas dari pergumulan ini.

    Kemudian saya bisa menolong orang-orang yang punya pergumulan yang sama dengan saya.

    Yang mungkin sampai saat ini juga ingin sekali lepas tapi ga bisa-bisa.

    Sekian dari saya, makasih atas renungannya.

  • Mohon penjelasannya kembali mengenai paragraf ke-3

    “Penting untuk dipahami, Yakobus tidak mengundang kita bergembira karena kita menderita, tetapi pada saat kita menderita.”

    Bukankah frasa tsb memiliki makna yg sepadan?
    Bagaimana membedakan kedua kondisi tsb? Bukan bergembira karena menderita melainkan bergembira pada saat kita menderita?
    Di bagian mana kita letakkan fokus kita sehingga dapat memahami konteks kalimat dengan tepat seperti yg penulis hendak maksdkan?

    Ataukah maksud sebenarnya adalah …..’Yakobus tidak mengundang kita bergembira UNTUK kita menderita, tetapi pada saat kita menderita’….

    Terima kasih atas responnya

    Syalom…

  • 1. kesukaan. Jika mengingat semua yang sudah Tuhan Yesus lakukan dalam hidupku dan keluargaku aku sangatlah bersyukur. Begitu banyak pergumulan dan sukacita yang aku rasakan.. Tuhan Yesus slalu baik dalam hidupku..
    2. Mama. Mama adalah orang yang selalu mengajarkan kebaikan dan selalu mengingatkan bahwa apapun yang terjadi dalam hidup kita itu adalah kehendak Tuhan. Tuhan tidak pernah memberikan cobaan diluar kekuatan kita. Tuhan slalu sayang anak2Nya..
    3. pergumulan saat ini mungkin tentang pasangan hidup yang belum juga ketemu..

  • Beverly Wicaksono

    1. Kesan seperti apa yang kamu berikan ketika berbicara tentang imanmu kepada orang lain—apakah imanmu terkesan sebagai sebuah kewajiban atau sebuah kesukaan?
    – Iman sebagai sebuah kesukaan

    2. Siapa orang-orang paling rohani yang kamu kenal? Bagaimana Tuhan bekerja dalam hidup mereka?
    – Kak Laura. Tiada henti Tuhan mempercayakan banyak hal pada Kak Laura

    3. Pergumulan apa yang sedang kamu alami saat ini? Perspektif seperti apa yang diharapkan Yakobus untuk kamu miliki tentang situasi tersebut?
    – Pergumulan akan mimpi bekerja di tempat lebih baik dan lanjut kuliah. Perspektif yang diharapkan adalah ketika Tuhan ingin membentukku menjadi utuh, aku harus selalu yakin.

  • 1. Iman sebagai Kesukaan
    2. Mama
    Ditengah keterbatasannya, dia selalu kuat dan tegar menghadapi pencobaan- pencobaan hidupnya, terlepas dari tangis yang terus bersamanya, tapi di depan anak anaknya dia selalu dengan yakin menceritakan bahwa Tuhan akan terus mencukup kannya.
    3. Pergumulan untuk mencari pekerjaan atau melanjutkan studi. Saat ini masih sangat bingung apa yang sebenarnya Tuhan Inginkan aku kerjakan terlebih dahulu, masih mengharap hikmat Tuhan untuk bersikap lebih bijak.

  • Saya mau mencoba berbagi di kolom komentar (:
    1. Pertanyaan ini membuat saya menjadi merefleksikan diri akan siapa diri saya di depan orang lain. Dan hasil refleksi diri itu adalah, kewajiban. Mempertahankan iman menurut saya adalah hal mutlak untuk seorang manusia bisa hidup kudus.

    2. Bang Andre. saya sudah lama tidak melihat dia secara langsung, tetapi saya sering mengunjungi blogspotnya yang berisikan tulisan-tulisan tentang bagaimana kasih Tuhan sangat memungkinkan untuk bekerja dalam diri seorang anak muda walaupun ada banyak arus negatif yang menggoda

    3. Saya masih berjuang dalam hal masturbasi. Saya sering jatuh ke dalam dosa tersebut dan selalu berakhir dengan penyesalan yang sangat mendalam. Yakobus meyakinkan saya bahwa saya harus tetap berjuang melawan hawa nafsu tersebut, sampai menuju kesempurnaan dan utuh dalam Yesus

Bagikan Komentar Kamu!