Belajar Bersyukur

Info

Ilustrasi oleh: Chin

Aku pernah kehilangan sukacita dalam hidupku. Aku merasa hidupku kelabu. Pekerjaan yang kugeluti tidak memuaskan, kondisi keuanganku terguncang, dan… aku pun tidak memiliki pasangan hidup.

Aku tidak berasal dari keluarga berada. Penampilanku pun biasa-biasa saja. Kupikir, semua hal itulah yang membuat hidupku terasa sulit. Hingga suatu hari, aku menemukan ayat ini di dalam Alkitab:

Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus (Efesus 5:20-21).

Aku pun tersadar. Seorang pemenang dalam hidup bukanlah orang yang memiliki segalanya, melainkan orang yang mengerti kehendak Tuhan, yang menghargai waktu-waktu pemberian-Nya, dan yang mengucap syukur kepada-Nya di dalam nama Tuhan Yesus! Aku menutup mataku dan berterima kasih kepada Tuhan atas segalanya yang Dia telah berikan buatku. Karena Tuhan begitu mengasihiku, tantangan hidup yang Dia izinkan untuk kuhadapi tentu adalah bagian dari rencana-Nya yang baik.

Kunyalakan komputerku dan kukerjakan kembali pekerjaan yang sempat membuatku pening. Sekarang, meski aku tidak menyukainya, aku bersemangat untuk menyelesaikan pekerjaan ini karena aku mau memuliakan Tuhan Yesus. Dan, meskipun aku juga belum memiliki pasangan hidup, kupikir ini adalah waktu berharga yang Tuhan berikan kepadaku untuk menjalin persahabatan. Inilah waktu yang tepat untukku menuliskan pesan kepada mereka bahwa aku bersyukur atas kehadiran mereka.

Keadaanku mungkin tidak berubah dalam sekejap. Namun, hidupku dapat lebih berwarna. Karena ucapan syukur, aku dapat merasakan kasih yang Tuhan nyatakan dengan lebih dalam.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori 03 - Maret 2019: Membangun Mezbah Doa, Ruang Seni Kamu, Tema 2019

12 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!