Persembahan yang Hidup

Info

Kamis, 21 Februari 2019

Persembahan yang Hidup

Baca: Roma 12:1-8

12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

12:3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.

12:4 Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama,

12:5 demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.

12:6 Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita.

12:7 Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar;

12:8 jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.

Demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup. —Roma 12:1

Persembahan yang Hidup

Bibi buyut saya pernah memiliki pekerjaan yang bagus dalam bidang periklanan dan kerap bepergian antara kota Chicago dan New York. Namun, ia memilih untuk melepaskan karier itu demi kasihnya pada orangtuanya. Mereka tinggal di Minnesota dan perlu dirawat. Kedua saudaranya telah meninggal dengan tragis pada usia muda dan bibi buyut saya adalah satu-satunya anak yang masih hidup. Baginya, merawat orangtua merupakan perwujudan imannya.

Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma menasihatkan orang Kristen untuk menjadi “persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah” (Rm. 12:1). Ia berharap mereka akan menerapkan kasih Kristus yang rela berkorban kepada satu sama lain. Ia juga meminta mereka untuk tidak menganggap diri lebih tinggi dari yang seharusnya (ay.3). Ketika mereka mengalami perselisihan dan perpecahan, Paulus mengingatkan mereka untuk mengesampingkan keangkuhan mereka, sebab “kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; . . . kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain” (ay.5). Paulus rindu agar mereka saling menunjukkan kasih yang rela berkorban.

Setiap hari, kita mendapat kesempatan untuk melayani orang lain. Misalnya, kita dapat mempersilakan orang lain mendahului kita di jalur antrean, atau memberi diri merawat orang sakit, seperti yang dilakukan bibi buyut saya. Kita juga bisa berbagi pengalaman, saran, dan nasihat kepada orang lain. Kita menghormati Allah dengan mempersembahkan diri kita sebagai korban yang hidup. —Amy Boucher Pye

Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah merendahkan diri dan mengorbankan nyawa-Mu agar aku dapat hidup. Kiranya aku takkan pernah melupakan anugerah dan kasih yang paling berharga tersebut.

Kita menyenangkan Allah dengan melayani orang lain demi nama-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 1-3; Markus 3

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

24 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!