Maukah Kamu Diberkati?

Info

Halo sobat muda! Terima kasih telah mengunjungi halaman ini.

Tanggal 5 di bulan Februari ini diperingati sebagai Tahun Baru Imlek. Eits, tapi tunggu dulu, jangan keluar dari halaman ini. Terlepas dari kamu yang merayakan atau tidak, kita tidak akan membahas tentang bagaimana sejarah dan seluk-beluk seputar perayaan Imlek itu sendiri. Tetapi, kami ingin mengajakmu melihat sebuah hal menarik yang bisa kita ambil dari momen Tahun Baru Imlek.

Biasanya hari raya Imlek selalu identik dengan angpau. Apa yang paling menarik dari angpau? Mungkin kamu akan menjawab uang yang berada di dalamnya. Namun, pernahkah kamu memperhatikan bahwa di kertas angpau tersebut terdapat sebuah aksara Mandarin 福 (dibaca Fú)?

Aksara tersebut bukan sekadar hiasan. Ada makna di baliknya. Dan, melalui video dan artikel di bawah ini, kami mengajakmu untuk menjelajahi apa makna istimewa di balik aksara tersebut.

Adalah sebuah aksara Mandarin 福 (dibaca Fú). Aksara ini berarti kebahagiaan, atau dapat juga diartikan sebagai berkat. Tapi, apakah kamu tahu bagaimana makna tersebut didapatkan? Untuk menjawab pertanyaan itu, kita perlu memecah aksara 福 Fú ke dalam empat komponen utamanya: 示 (shì), 一 (yī), 口 (kôu), dan田 (tían).

示 (shì): persembahan—ini menggambarkan doa untuk kesejahteraan seseorang
一 (yī): satu—ini menggambarkan satu keluarga
口 (kôu): mulut—ini menggambarkan seseorang
田 (tían): ladang—ini menggambarkan memiliki kebun dan hasil panen sendiri

Penjelasan ini senada dengan pepatah bahasa Mandarin yang berkata, “Adalah suatu berkat jika kita dapat makan.” Ini menunjukkan bahwa para leluhur di masa lalu menganggap berkat sebagai kondisi di mana setiap orang dalam keluarga terpenuhi kesejahteraan fisiknya.

Kamu mungkin setuju. Atau, mungkin juga kamu bertanya-tanya, “Apakah benar begitu? Apakah memiliki kekayaan materi adalah bukti bahwa seseorang sungguh-sungguh diberkati? Terlepas apapun jawabanmu, kamu mungkin juga setuju bahwa kekayaan materi dapat memberikan kepuasan—tapi hanya sementara. Lagipula, tidak ada yang abadi dalam dunia ini, dan segala yang kita miliki pun tidaklah kekal. Jadi, bagaimana buktinya kalau seseorang itu sungguh-sungguh diberkati?

Ada satu cerita lain di balik kata 福 Fú yang mungkin kamu tertarik untuk mendengarnya. Kata berkat di sini lebih mengacu kepada sesuatu yang jauh lebih berharga dan abadi ketimbang kekayaan materi. Dan, sama seperti cerita yang ditulis di awal tulisan ini, makna tersebut didapatkan dari makna yang terdapat pada masing-masing komponen aksara. Tapi, di sinilah perbedaannya:

示 (shì): penyembahan—ini menggambarkan penyembahan dan penyerahan kepada Tuhan Pencipta.
一 (yī) 口 (kôu): satu nafas—ini menggambarkan Tuhan memberikan nafas hidup kepada manusia pertama yang Dia ciptakan.
田 (tían): Taman—ini menggambarkan Taman Eden.

Sekarang, jika kamu menyatukan semua komponen tersebut menjadi aksara 福 Fú, inilah artinya: Adam menikmati relasi bersama Tuhan di taman Eden.

Bayangkanlah sebuah dunia yang sempurna di mana semua kebutuhanmu terpenuhi dan kamu punya relasi yang paling intim, lengkap, dan memuaskan dengan Seseorang yang tak akan pernah mengecewakanmu. Itulah gambaran kehidupan yang sempurna, yang Adam nikmati bersama Tuhan.

Dan kehidupan itu jugalah yang Tuhan berikan kepadamu. Maukah kamu memiliki kehidupan yang juga dipenuhi berkat [福(FÚ) – filled life]?

Kehidupan yang Diberkati

Apakah pernyataan ini sering kamu dengar? Jika kamu pernah membuka Alkitab, kamu mungkin ingat sebuah cerita dari kitab Kejadian (di pasal kedua) yang menceritakan bagaimana Tuhan menciptakan manusia pertama, Adam, dan menempatkannya di Taman Eden. Kejadian 2:15 mengatakan, “TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.”

Nah, Taman Eden adalah tempat yang merefleksikan keindahan surga. Tiada rasa sedih, malu, dan dosa. Adam dan Hawa menikmati kehadiran Tuhan dan tinggal di Taman yang berlimpah akan pohon-pohon buah tanpa perlu mengkhawatirkan apa pun. Tuhan memelihara mereka dan membebaskan mereka makan dari pohon mana pun. Namun, Tuhan melarang mereka makan dari satu pohon.

Bayangkanlah kehidupan seperti itu! Tidak ada kekhawatiran dan susah. Kehidupan yang sungguh-sungguh bahagia. Itulah yang 福 (Fú) gambarkan: sebuah relasi yang sempurna, memuaskan, dan intim antara Tuhan dan manusia yang berlangsung abadi.

Kehidupan yang terpisah

Tapi, seperti yang kamu tebak, kehidupan seperti itu tidak berlangsung lama. Singkat cerita, Adam dan Hawa tidak menaati Tuhan dengan memakan buah yang Tuhan larang untuk mereka makan.

Itulah tindakan pemberontakan terhadap Tuhan yang dilakukan dengan terang-terangan. Dan untuk pertama kalinya dalam hidup mereka, Adam dan Hawa merasa malu, khawatir, dan takut.

Dosa mereka mematahkan hati Tuhan. Tuhan yang benar dan kudus harus menghukum mereka karena dosa tersebut. Tidak hanya diusir dari Taman Eden, mereka pun harus menghadapi masalah dalam kehidupan mereka, kematian fisik, dan akhirnya—keterpisahan selamanya dari Tuhan.

Karena ketidaktaatan mereka, relasi sempurna yang sebelumnya dimiliki Tuhan dengan Adam dan Hawa pun hancur. Sejak saat it, setiap manusia yang pernah lahir pasti dicemari oleh dosa dan terpisah dari Tuhan.

Kehidupan yang dipulihkan

Puji syukur, kisah itu tidak berakhir di sana. Meskipun manusia menjadi semakin jahat, Tuhan tetap mengasihi kita dan Dia sendiri turun tangan untuk memulihkan relasi yang dulu pernah terjalin dengan-Nya. Cara-Nya sangat tidak terpikirkan! Dia mengutus Anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus, ke dunia sebagai manusia.

Untuk menyelamatkan kita dari penghukuman karena dosa, Yesus mengambil rupa manusia dan datang ke dunia sekitar dua ribu tahun lalu. Yesus menghidupi kehidupan yang kudus dan tak bercela, dan Dia melakukan apa yang tidak dapat kita lakukan—hidup sempurna tanpa dosa. Karena itu, Dia mampu menanggung hukuman untuk kita.

Yesus menggantikan kita untuk menanggung kematian yang memalukan, kejam, dan menyakitkan. Tapi, Dia tidak mati untuk seterusnya. Yesus bangkit dari kematian tiga hari setelahnya, dan akhirnya, Dia mengalahkan kematian untuk kita semua. Sekarang, jika kita percaya kepada Yesus, dosa kita diampuni dan hubungan kita dengan Tuhan akan kembali pulih.

Itulah cara untuk dapat merasakan makna kata 福 (Fú) yang sejati, sama seperti yang Adam dan Hawa lakukan di Taman Eden. Sebuah relasi yang sempurna, memuaskan, dan intim dengan Tuhan, yang terjalin untuk selamanya.

Maukah kamu memiliki kehidupan yang juga dipenuhi berkat [福(FÚ) – filled life]?

Kalau kamu merasa terberkati dengan artikel ini, jangan lupa bagikan ini kepada teman-temanmu.

Baca Juga:

Apakah Orang Kristen Tidak Boleh Kaya?

Komisi pemuda di gereja kami baru saja memulai pendalaman Alkitab tentang khotbah di bukit. Ketika kami sedang mencoba memahami maksud dari perkataan Yesus dalam Lukas 6:20, salah seorang pemuda bertanya, “Apakah ayat ini hendak mengatakan bahwa orang Kristen tidak boleh kaya?”

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori 02 - Februari 2019: Memupuk Perasaan Cinta, Renungan Khusus

4 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!