Kirimkan Lewat Surat

Info

Rabu, 20 Februari 2019

Kirimkan Lewat Surat

Baca: Kolose 1:9-12

1:9 Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna,

1:10 sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,

1:11 dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar,

1:12 dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.

Sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. —Kolose 1:9

Kirimkan Lewat Surat

Seperti kebanyakan anak usia empat tahun, Ruby suka berlari, bernyanyi, menari, dan bermain. Namun, ia mulai sering mengeluh tentang rasa sakit di lututnya. Orangtua Ruby pun membawanya ke dokter. Hasilnya mengejutkan—Ruby didiagnosis menderita kanker neuroblastoma (sejenis kanker sel-sel saraf yang belum matang pada anak-anak) stadium 4. Ternyata kesehatan Ruby bermasalah dan ia langsung dirawat di rumah sakit.

Ruby diopname cukup lama, sampai mendekati Natal, masa-masa yang sulit untuk berada jauh dari rumah. Salah satu perawat memiliki ide untuk menempatkan kotak surat di luar kamarnya sehingga kerabat Ruby dapat mengirimkan dukungan doa dan semangat untuknya. Hal ini kemudian tersiar di Facebook, hingga jumlah surat yang masuk dari para sahabat dan orang-orang yang tidak dikenalnya sangat mengejutkan, terutama bagi Ruby. Setiap surat yang masuk (lebih dari 100.000 surat) sangat membangkitkan semangat Ruby, sampai akhirnya ia bisa kembali ke rumah.

Hal serupa terjadi dengan jemaat di Kolose yang menerima surat Paulus (Kol. 1:2). Kata-kata yang ditulis sang rasul di atas lembaran papirus membawa harapan bagi mereka untuk terus berbuah dan bertumbuh dalam pengetahuan, kekuatan, ketekunan, serta kesabaran (ay.10-11). Dapatkah kamu bayangkan dampak luar biasa dari kata-kata tersebut bagi orang percaya di Kolose? Dengan mengetahui bahwa seseorang mendoakan mereka tanpa henti, mereka pun dikuatkan untuk tetap teguh dalam iman kepada Tuhan Yesus.

Kata-kata kita yang memberi semangat dapat menjadi berkat luar biasa bagi orang lain yang membutuhkannya. —John Blase

Bagaimana perkataan orang lain telah menguatkan saya? Bagaimana saya dapat menolong orang lain dengan kata-kata yang menguatkan mereka?

Ya Allah, tunjukkan seseorang yang membutuhkan dorongan semangat dan tolonglah aku bertindak sesuai dengan tuntunan-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 26-27; Markus 2

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

26 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!