Hidup dalam Terang

Info

Minggu, 10 Februari 2019

Hidup dalam Terang

Baca: Mazmur 119:9-16, 97-105

119:9 Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.

119:10 Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.

119:11 Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

119:12 Terpujilah Engkau, ya TUHAN; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

119:13 Dengan bibirku aku menceritakan segala hukum yang Kauucapkan.

119:14 Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta.

119:15 Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu.

119:16 Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan.

119:97 Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari.

119:98 Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku.

119:99 Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan.

119:100 Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu.

119:101 Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu.

119:102 Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku.

119:103 Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.

119:105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. —Mazmur 119:105

Hidup dalam Terang

Saya dan seorang rekan pernah ditugaskan untuk melakukan perjalanan dinas ke suatu tempat sejauh 400 km. Malam telah larut ketika kami mulai berjalan pulang. Tubuh dan mata saya yang renta membuat saya kesulitan mengemudi di malam hari. Meski demikian, saya memilih giliran pertama untuk menyetir. Dengan tangan mencengkeram kemudi, mata saya pun memelototi jalan yang temaram. Saya bisa melihat jalanan dengan lebih jelas ketika mobil-mobil di belakang kami menyalakan lampu sorotnya. Betapa leganya saya ketika akhirnya tiba giliran teman saya untuk mengemudi. Saat itulah ia mendapati bahwa sejak tadi saya menyetir dengan lampu kabut, bukan lampu utama!

Mazmur 119 adalah mahakarya pemazmur yang tahu bahwa firman Allah merupakan sumber terang untuk kehidupan kita sehari-hari (ay.105). Namun, seberapa sering kita berada dalam situasi remang yang mengganggu seperti pengalaman saya tadi? Dengan susah payah kita berusaha melihat, bahkan kadang menyimpang dari jalur yang terbaik karena lupa menggunakan terang firman Allah. Mazmur 119 mendorong kita untuk tidak lupa “menyalakan lampu yang benar”. Apa yang terjadi ketika kita melakukannya? Kita akan mendapat hikmat untuk hidup suci (ay.9-11); kita menemukan motivasi dan semangat baru untuk menjauhi jalan kejahatan (ay.101-102). Ketika hidup dalam terang, kita pun menjiwai pujian sang pemazmur, “Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari” (ay.97). —Arthur Jackson

Bapa, penuhi hatiku dengan firman-Mu agar aku memiliki terang yang kuperlukan untuk hari ini.

Berjalan dalam terang firman Allah membuat kamu tidak akan tersandung dalam kegelapan.

Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 8-10; Matius 25:31-46

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

23 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!