Hidup dalam Kisah Allah

Info

Sabtu, 23 Februari 2019

Hidup dalam Kisah Allah

Baca: Roma 13:8-14

13:8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.

13:9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!

13:10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

13:11 Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya.

13:12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!

13:13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.

13:14 Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. —Roma 13:12

Hidup dalam Kisah Allah

Ernest Hemingway pernah ditanya apakah ia bisa menulis sebuah kisah yang menyentuh hanya dengan enam kata. Tanggapannya: “Dijual: Sepatu Bayi. Belum pernah dipakai.” Kisah Hemingway itu sangat luar biasa karena kita didorong untuk memikirkan isi ceritanya. Kita pun bertanya-tanya, apakah sang bayi itu sehat sehingga ia tidak memerlukan sepatu itu? Ataukah ada kematian yang tragis—suatu peristiwa yang memerlukan kehadiran kasih dan penghiburan dari Allah?

Kisah-kisah yang terbaik adalah cerita yang memicu imajinasi kita. Jadi, tidaklah mengejutkan apabila kisah terbaik sepanjang sejarah—kisah Allah—akan membangkitkan kreativitas kita. Kisah Allah memiliki alur cerita utama: Dia menciptakan segala sesuatu; kita (manusia) jatuh ke dalam dosa; Yesus datang ke dunia, lalu mati dan bangkit kembali untuk menyelamatkan kita dari dosa; sekarang kita menantikan kedatangan-Nya kembali dan pemulihan atas segala sesuatu.

Setelah mengetahui apa yang telah terjadi di masa silam dan apa yang menanti di masa depan, bagaimana seharusnya kita menjalani hidup saat ini? Jika Yesus sedang memulihkan seluruh ciptaan-Nya dari cengkeraman Iblis yang jahat, maka kita harus “menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang” (Rm. 13:12). Hal itu mencakup tindakan kita untuk berpaling dari dosa dengan kuasa Allah dan memilih untuk sungguh-sungguh mengasihi Dia dan sesama (ay.8-10).

Cara kita berjuang bersama Yesus dalam melawan kejahatan tergantung pada karunia kita masing-masing dan kebutuhan yang ada di sekitar kita. Pakailah imajinasi dan lihatlah sekelilingmu. Carilah mereka yang terluka dan menderita, kemudian jadilah saluran kasih, keadilan, dan penghiburan Allah, dengan taat mengikuti tuntunan-Nya. —Mike Wittmer

Bapa, datanglah kerajaan-Mu di bumi dan dalam hidupku.

Jalani peranmu dalam kisah Allah dengan taat mengikuti tuntunan-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 7-8; Markus 4:21-41

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

16 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!