Dilihat oleh Allah

Info

Selasa, 12 Februari 2019

Dilihat oleh Allah

Baca: Kejadian 16:7-14

16:7 Lalu Malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur.

16:8 Katanya: “Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?” Jawabnya: “Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku.”

16:9 Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya.”

16:10 Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya.”

16:11 Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.

16:12 Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya.”

16:13 Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: “Engkaulah El-Roi.” Sebab katanya: “Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?”

16:14 Sebab itu sumur tadi disebutkan orang: sumur Lahai-Roi; letaknya antara Kadesh dan Bered.

Kemudian Hagar menamakan Tuhan yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: “Engkaulah El-Roi.” Sebab katanya: “Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?” —Kejadian 16:13

Dilihat oleh Allah

Kacamata saya yang pertama membuat saya melihat dunia dengan lebih jelas. Saya rabun jauh, artinya benda-benda yang dekat tampak lebih tajam. Tanpa kacamata, objek di seberang ruangan atau dalam jarak tertentu terlihat buram. Pada usia dua belas tahun, dengan kacamata pertama itu, saya terkejut dapat melihat lebih jelas kata-kata di papan tulis, daun-daun kecil di pepohonan, dan mungkin yang paling penting, wajah-wajah yang tersenyum kepada saya.

Melihat teman-teman yang balik tersenyum saat saya menyapa mereka, saya pun sadar bahwa dilihat merupakan karunia yang sama berharganya dengan melihat.

Hagar menyadari hal itu ketika ia kabur dari Sara, majikan yang memperlakukannya dengan buruk. Hagar yang “bukan siapa-siapa” pada zamannya, dalam keadaan hamil dan sendirian, melarikan diri ke padang gurun tanpa pertolongan maupun harapan. Namun, karena dilihat oleh Allah, Hagar pun mampu melihat Dia. Allah tak lagi merupakan konsep yang samar, melainkan sungguh nyata bagi Hagar, begitu nyata hingga ia menyebut-Nya El Roi, yang berarti “Engkaulah Allah yang telah melihat aku.” Kata Hagar, “Di sini kulihat Dia yang telah melihat aku” (Kej. 16:13).

Allah yang melihat itu juga memperhatikan kita masing-masing. Apakah kamu merasa tak dianggap, sendirian, atau bukan siapa-siapa? Allah melihat kamu dan masa depanmu. Oleh sebab itu, pandanglah Dia yang menjadi pengharapan, kekuatan, keselamatan, dan sukacita kita yang selalu nyata—baik untuk hari ini maupun masa mendatang. Pujilah Dia hari ini atas karunia luar biasa yang memampukan kita melihat satu-satunya Allah yang hidup dan sejati. —Patricia Raybon

Ya Tuhan, aku hanyalah satu pribadi kecil di dunia yang besar, tetapi aku bersyukur karena Engkau melihat dan memperhatikanku sehingga aku juga boleh melihat-Mu.

Allah mengenal dan melihat kamu secara pribadi.

Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 13; Matius 26:26-50

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

29 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!