Berdoa dan Bertumbuh

Info

Senin, 18 Februari 2019

Berdoa dan Bertumbuh

Baca: Yunus 4

4:1 Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.

4:2 Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: “Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.

4:3 Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup.”

4:4 Tetapi firman TUHAN: “Layakkah engkau marah?”

4:5 Yunus telah keluar meninggalkan kota itu dan tinggal di sebelah timurnya. Ia mendirikan di situ sebuah pondok dan ia duduk di bawah naungannya menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu.

4:6 Lalu atas penentuan TUHAN Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu.

4:7 Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu.

4:8 Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati, katanya: “Lebih baiklah aku mati dari pada hidup.”

4:9 Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: “Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?” Jawabnya: “Selayaknyalah aku marah sampai mati.”

4:10 Lalu Allah berfirman: “Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikitpun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula.

4:11 Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?”

Segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita. —Kolose 3:17

Berdoa dan Bertumbuh

Ketika istrinya mengidap penyakit Alzheimer, kawan saya David sangat bergumul dengan berbagai perubahan yang harus dijalaninya. Ia harus pensiun dini, dan ketika penyakit itu semakin parah, istrinya memerlukan perhatian yang lebih besar.

“Aku sangat marah kepada Allah,” katanya kepada saya. “Namun, semakin sering aku mendoakannya, semakin Allah membukakan hatiku dan menunjukkan betapa egoisnya aku dalam pernikahan kami selama ini.” Air matanya berlinang saat ia berkata, “Sudah sepuluh tahun istriku sakit, tetapi Allah menolongku untuk melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Sekarang, aku merawatnya karena cintaku padanya dan karena aku mengasihi Yesus. Merawat istriku adalah kehormatan terbesar dalam hidupku.”

Kadang, Allah bukan menjawab doa-doa kita dengan memberikan apa yang kita inginkan, melainkan dengan menantang kita untuk berubah. Ketika Nabi Yunus marah karena Allah menyelamatkan kota Niniwe yang jahat dari kehancuran, Allah menumbuhkan pohon jarak untuk menaungi Yunus dari terik matahari (Yun. 4:6). Lalu, Tuhan membuat pohon jarak itu layu. Saat Yunus mengeluh, Allah menjawab, “Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?” (ay.7-9). Yunus yang hanya mementingkan dirinya tetap berusaha membenarkan diri. Namun, Allah menantangnya untuk memikirkan orang lain dan mempunyai belas kasihan.

Adakalanya, Allah memakai doa kita dengan cara tak terduga untuk membuat kita belajar dan bertumbuh. Bukalah hati untuk perubahan itu karena Allah ingin mengubah kita dengan kasih-Nya. —James Banks

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menolongku bertumbuh saat aku berdoa. Tolong aku untuk mengenali kehendak-Mu atas hidupku hari ini.

Allah membuat kita bertumbuh ketika kita menyediakan waktu untuk bersekutu dengan-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 23-24; Markus 1:1-22

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

37 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!