Yesus Selalu Dekat

Info

Sabtu, 12 Januari 2019

Yesus Selalu Dekat

Baca: Matius 25:37-40

25:37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?

25:38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?

25:39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?

25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. —Matius 25:40

Yesus Selalu Dekat

Putri saya sudah siap berangkat ke sekolah lebih cepat daripada biasanya. Ia pun bertanya apakah kami bisa mampir ke kedai kopi dalam perjalanan ke sekolah. Saya setuju. Ketika mendekati jalur “lantatur” (layanan tanpa turun), saya berkata, “Kamu mau membagikan sedikit sukacita pagi ini?” “Mau, Pa,” jawabnya.

Kami pun memesan, kemudian beranjak ke loket pembayaran. Saya berkata kepada si pramuniaga, “Kami juga mau membayar pesanan wanita di mobil belakang.” Putri saya terlihat sangat senang dengan senyumnya yang lebar.

Di antara banyak hal besar, secangkir kopi kelihatannya sepele, bukan? Namun, saya bertanya-tanya, mungkinkah itu salah satu cara untuk mewujudkan kehendak Yesus bagi kita, yakni untuk memperhatikan orang-orang yang Dia sebut “salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina”? (Mat. 25:40). Cobalah melihat orang yang antri di belakang atau di depan kita sebagai pribadi yang dimaksudkan oleh Yesus itu. Kemudian lakukan “segala sesuatu” yang kamu bisa—mungkin membelikan secangkir kopi atau melakukan yang lain, bisa lebih besar atau lebih sederhana dari itu. Ungkapan “segala sesuatu yang kamu lakukan” (ay.40) itu memberi kita keleluasaan yang sangat besar untuk melayani Dia sekaligus melayani orang lain.

Ketika meninggalkan tempat itu, kami melihat wajah wanita muda di belakang kami dan juga wajah pramuniaga yang memberikan kopi kepadanya. Mereka berdua tersenyum lebar. —John Blase

Tuhan, tolong aku untuk tidak memikirkan pelayanan sebagai sesuatu yang sulit. Terkadang hal-hal kecil dan sederhana memberi dampak lebih daripada yang dapat kubayangkan. Tolong aku juga untuk selalu ingat bahwa segala sesuatu yang kulakukan bagi orang lain, aku melakukannya bagi-Mu.

Saat melayani sesama, kita sedang melayani Kristus.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 29-30; Matius 9:1-17

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

28 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!