Orang Biasa

Info

Senin, 7 Januari 2019

Orang Biasa

Baca: 1 Samuel 16:1-7

16:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku.”

16:2 Tetapi Samuel berkata: “Bagaimana mungkin aku pergi? Jika Saul mendengarnya, ia akan membunuh aku.” Firman TUHAN: “Bawalah seekor lembu muda dan katakan: Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN.

16:3 Kemudian undanglah Isai ke upacara pengorbanan itu, lalu Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kauperbuat. Urapilah bagi-Ku orang yang akan Kusebut kepadamu.”

16:4 Samuel berbuat seperti yang difirmankan TUHAN dan tibalah ia di kota Betlehem. Para tua-tua di kota itu datang mendapatkannya dengan gemetar dan berkata: “Adakah kedatanganmu ini membawa selamat?”

16:5 Jawabnya: “Ya, benar! Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN. Kuduskanlah dirimu, dan datanglah dengan daku ke upacara pengorbanan ini.” Kemudian ia menguduskan Isai dan anak-anaknya yang laki-laki dan mengundang mereka ke upacara pengorbanan itu.

16:6 Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: “Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya.”

16:7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati. —1 Samuel 16:7

Orang Biasa

William Carey adalah seorang anak sakit-sakitan dari keluarga sederhana yang menetap di dekat Northampton, Inggris. Masa depannya tampak tidak terlalu cerah, tetapi Allah mempunyai rencana bagi hidup Carey. Meski kelihatannya mustahil, Carey pindah ke India, dan di sana ia melakukan reformasi sosial yang luar biasa dan menerjemahkan Alkitab ke dalam beberapa bahasa daerah di negeri itu. Carey mengasihi Allah dan sesamanya, serta berhasil mencapai banyak hal bagi Allah.

Daud bin Isai adalah seorang pemuda biasa dan anak bungsu di keluarganya. Di permukaan, ia hanyalah gembala sederhana di perbukitan Betlehem (1Sam. 16:11-12). Namun, Allah melihat hati Daud dan memiliki rencana untuknya. Raja Saul telah ditolak Allah karena ketidaktaatannya. Ketika Nabi Samuel menyesali tindakan-tindakan Saul, ia dipanggil Allah untuk mengurapi seorang raja baru dari salah satu anak Isai.

Ketika melihat Eliab yang tampan dan tinggi, wajar jika Samuel berpikir, “Sungguh, di hadapan Tuhan sekarang berdiri yang diurapi-Nya” (ay.6). Namun, cara Allah memilih seorang raja sangat jauh berbeda dengan cara Samuel. Allah bahkan menolak semua anak Isai, kecuali yang bungsu. Memilih Daud sebagai raja rasanya bukan langkah yang tepat bagi Allah, atau setidaknya itu yang kelihatan di permukaan. Orang bertanya-tanya, mungkinkah ada yang bisa diperbuat gembala muda itu di tengah lingkungannya, apalagi bagi negaranya?

Namun, Tuhan mengenal hati kita dan mempunyai rencana bagi hidup kita. Itulah penghiburan kita yang sejati. —Estera Pirosca Escobar

Ya Tuhan, terima kasih karena Engkau lebih mempedulikan sikap hatiku kepada-Mu daripada rupa, harta, maupun prestasiku.

Yang terpenting bagi Allah adalah hatimu.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 18-19; Matius 6:1-18

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

36 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!