Fondasi Pengharapan yang Pasti

Info

Senin, 14 Januari 2019

Fondasi Pengharapan yang Pasti

Baca: Ibrani 11:1-6

11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

11:2 Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita.

11:3 Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.

11:4 Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.

11:5 Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.

11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. —Filipi 4:19

Fondasi Pengharapan yang Pasti

Pelajaran tentang iman kadang berasal dari hal-hal tak terduga—misalnya yang saya pelajari dari Bear, anjing peliharaan saya. Saya meletakkan mangkuk air milik Bear di sudut dapur. Setiap kali mangkuk besar itu kosong, Bear tidak akan menggonggong atau mengais-ngais bagian dalamnya. Ia hanya berbaring diam di dekat mangkuknya dan menunggu. Kadang, Bear harus menunggu cukup lama, tetapi ia tahu bahwa saya pasti akan masuk ke dapur, melihatnya di pojok, lalu memberikan apa yang ia butuhkan. Keyakinannya yang sederhana itu mengingatkan saya untuk lebih percaya kepada Allah.

Alkitab mengatakan bahwa “iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (Ibr. 11:1). Fondasi dari kepercayaan dan keyakinan itu adalah Allah sendiri, yang “memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” (ay.6). Allah setia memenuhi janji-janji-Nya kepada semua yang percaya dan datang kepada-Nya melalui Yesus Kristus.

Mempercayai apa “yang tidak kita lihat” itu memang tidak mudah. Namun, kita dapat mengandalkan kebaikan Allah dan pribadi-Nya yang penuh kasih, dengan mempercayai bahwa hikmat-Nya sempurna dalam segala sesuatu—bahkan ketika kita harus menunggu. Allah selalu menepati apa yang Dia janjikan, yakni bahwa Dia akan menyelamatkan jiwa kita dalam kekekalan dan mencukupi kebutuhan kita yang terdalam, dari saat ini sampai selamanya. —James Banks

Bapa yang mahakuasa, terima kasih untuk kesetiaan-Mu yang selalu menjagaku. Tolong aku untuk mempercayai-Mu dan bersandar pada kasih-Mu yang sempurna.

Jangan khawatir akan hari esok—Allah ada di sana.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 33-35; Matius 10:1-20

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

42 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!