Allah yang Menerima

Info

Kamis, 10 Januari 2019

Allah yang Menerima

Baca: Kisah Para Rasul 10:34-38

10:34 Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.

10:35 Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.

10:36 Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang.

10:37 Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes,

10:38 yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.

Allah tidak membedakan orang. —Kisah Para Rasul 10:34

Allah yang Menerima

Kebaktian gereja kami diadakan di sebuah gedung sekolah dasar tua yang pada tahun 1958 pernah memilih tutup daripada mematuhi aturan pemerintah untuk berintegrasi (kesediaan menerima murid kulit hitam di sekolah yang sebelumnya hanya khusus untuk murid kulit putih). Namun, tahun berikutnya, sekolah itu dibuka kembali. Seorang jemaat gereja kami, Elva, merupakan salah satu murid kulit hitam yang dimasukkan sekelas dengan murid kulit putih di sana. “Aku dibawa keluar dari lingkungan yang aman dan para guru yang sudah akrab dengan kami,” kenang Elva, “lalu ditaruh dalam suatu lingkungan yang menakutkan, di kelas yang murid kulit hitamnya hanya dua orang.” Elva menderita karena warna kulitnya yang berbeda, tetapi seiring waktu ia berubah menjadi gadis yang kuat, beriman, dan penuh pengampunan.

Kesaksiannya luar biasa. Ia menerima banyak perlakuan buruk dari sebagian masyarakat yang menolak kebenaran tentang Allah yang mengasihi setiap orang tanpa memandang ras dan suku mereka. Sejumlah anggota jemaat mula-mula juga menggumulkan perkara serupa. Mereka percaya bahwa ada kaum tertentu yang sudah dikasihi Allah sejak lahir, sedangkan yang lain ditolak. Namun, setelah menerima penglihatan surgawi, Petrus pun mencengangkan banyak orang dengan kesimpulannya: “Aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya” (Kis. 10:34-35).

Tangan Allah terbuka lebar untuk memberikan kasih-Nya kepada semua orang. Kiranya kita pun melakukan hal yang sama dengan kuasa yang dianugerahkan-Nya. —Winn Collier

Pikirkanlah lingkungan, keluarga, dan pergaulanmu. Pernahkah kamu merasa ingin menjauhi kaum atau golongan tertentu? Mengapa?

Kadang kita ingin menolak sebagian orang, tetapi Allah menerima semua.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 25-26; Matius 8:1-17

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

24 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!