5 Penyemangat untuk Dirimu Sendiri dan Orang Lain

Info

Ilustrasi oleh: Barbara Jenjaroentham (@barbsiegraphy)

Sebagai anggota tubuh Kristus, kita saling membutuhkan. Pertemanan Kristen bukanlah sebuah relasi yang hanya sekadar diisi dengan berdoa dan bersenang-senang, melainkan saling mendukung dan membangun satu sama lain.

Adakah seseorang yang kamu ketahui sedang menghadapi pergumulan dalam hidupnya? Bagikanlah kepada mereka kata-kata penyemangat yang berasal dari firman Tuhan hari ini.

“Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan” (1 Tesalonika 5:11).

Menjadi dewasa itu sulit. Banyak hal berubah, tetapi Tuhan tidak pernah berubah.

Apakah kamu sedang melalui fase kehidupan yang membuatmu mengalami banyak perubahan? Apakah kamu merasa khawatir karena hal-hal yang terasa tak pasti di hidupmu? Kehidupan ini diwarnai dengan perubahan, dan terkadang perubahan ini terjadi tanpa kita duga sebelumnya. Ada orang-orang, tempat-tempat, dan banyak hal lainnya yang berubah. Namun, kita dapat menghadapinya dengan tenang apabila kita tahu bahwa sesungguhnya kita tidak pernah sendiri—Tuhan selalu hadir dan mengasihi kita senantiasa di dalam setiap perubahan yang terjadi dalam hidup kita.

“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1 Petrus 5:7).

Dunia menuntut kita menjadi sempurna, tetapi Tuhan menerima kita apa adanya.

Dunia senantiasa mendikte kita bagaimana kita seharusnya bersikap, apa yang harus kita pikirkan, dan apa yang harus kita lakukan. Kita seringkali membawa tuntutan dunia ini di atas bahu kita hingga kita pun merasa penat. Namun, ini adalah pemahaman yang salah mengenai kesempurnaan, dan kita tidak perlu mengejarnya.

Tuhan memberi jalan keluar untuk kita. Dia tidak meminta kita untuk menjadi sempurna seturut dengan apa yang kita bayangkan. Hanya di dalam Kristus—satu-satunya yang Sempurna—kita dapat tampil sempurna di hadapan Tuhan. Marilah kita mengingat untuk hidup sebagai ciptaan baru di dalam kasih-Nya.

“Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus” (Filipi 1:6).

Pencobaan itu sulit, tetapi Tuhan bisa bekerja melaluinya.

Ada hari yang penuh sukacita, namun ada pula hari yang diliputi kesedihan. Ada momen-momen yang manis, ada pula momen yang pahit. Ada masa kehidupan yang tenang, ada pula masa kehidupan yang penuh gejolak. Namun, tak peduli besar atau kecil skalanya, setiap kita pasti menghadapi pencobaan yang seringkali menguras tenaga kita secara fisik dan psikis.

Di momen-momen penuh gejolak, kita mungkin mendapati bahwa kita lebih bergantung kepada kekuatan kita sendiri daripada kepada Tuhan. Namun, tidak pernah ada kata terlambat untuk meluruskan kembali fokus kita. Marilah mengarahkan pandangan kita kepada-Nya dan bertekun dalam kekuatan-Nya. Tuhan memiliki tujuan yang terbaik untuk kebaikan kita.

“Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia” (Yakobus 1:12).

Tidak semua hal dapat berjalan sesuai rencana kita, namun Tuhan tetap memegang kendali.

Kita dapat membuat rencana, berangan-angan, dan mendoakan itu semua. Tapi, kita pun tahu bahwa kenyataan tidak selalu berjalan seperti apa yang kita bayangkan. Tuhan bisa menjawab ya, tunggu, atau tidak atas setiap doa-doa kita. Tidaklah mudah menyerahkan kendali hidup kita sendiri kepada Tuhan. Tapi, kita dapat meletakkan rasa jenuh dan takut kita, sebab Tuhan memiliki segalanya dan segalanya ada di bawah kendali-Nya—bahkan tiap detail yang paling kecil sekalipun.

“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu” (Amsal 3:5-6).

Tuhan mungkin terlihat diam, tetapi sesungguhnya Dia sedang bekerja dalam penantian kita.

Dunia kita yang berubah cepat memengaruhi dan membentuk kita untuk menjadi seseorang yang kurang bersabar. Kita jadi tidak suka menunggu. Kita ingin jawaban dan proses yang kita lalui selesai dengan cepat. Tapi, Tuhan adalah penyabar dan cara kerja-Nya berbeda dari kita. Seringkali, Dia meminta kita untuk menunggu—entah lama atau sebentar. Selama masa menanti itulah kita seringkali merasa tidak ada perubahan, atau malah perubahan itu terasa lebih buruk karena hal-hal yang terjadi di luar ekspektasi kita. Tapi, kiranya kita berpegang teguh pada kasih-Nya dan percaya bahwa selalu ada tujuan di balik apapun yang Tuhan izinkan terjadi.

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” (Roma 8:28).

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori 01 - Januari 2019: Membuka Lembaran Baru, Ruang Seni Kamu

39 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!