Tempat yang Aman

Info

Minggu, 2 Desember 2018

Tempat yang Aman

Baca: Mazmur 17:1-9

17:1 Doa Daud. Dengarkanlah, TUHAN, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku; berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu.

17:2 Dari pada-Mulah kiranya datang penghakiman: mata-Mu kiranya melihat apa yang benar.

17:3 Bila Engkau menguji hatiku, memeriksanya pada waktu malam, dan menyelidiki aku, maka Engkau tidak akan menemui sesuatu kejahatan; mulutku tidak terlanjur.

17:4 Tentang perbuatan manusia, sesuai dengan firman yang Engkau ucapkan, aku telah menjaga diriku terhadap jalan orang-orang yang melakukan kekerasan;

17:5 langkahku tetap mengikuti jejak-Mu, kakiku tidak goyang.

17:6 Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku.

17:7 Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.

17:8 Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

17:9 terhadap orang-orang fasik yang menggagahi aku, terhadap musuh nyawaku yang mengepung aku.

Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku. —Mazmur 17:6

Tempat yang Aman

Saya dan saudara-saudara saya dibesarkan di daerah West Virginia dengan hutannya yang berbukit-bukit, sebuah pemandangan yang membangkitkan imajinasi dalam diri anak-anak seperti kami. Di sana, kami memainkan adegan yang kami temukan dalam bacaan maupun film, misalnya bergelantungan seperti Tarzan atau membangun rumah pohon. Salah satu permainan favorit kami adalah membangun benteng lalu bertingkah seolah-olah kami berlindung dari serangan musuh. Bertahun-tahun kemudian, anak-anak saya pun membangun benteng dari selimut, seprai, dan bantal—membangun “tempat yang aman” dari musuh-musuh khayalan mereka sendiri. Tampaknya, mencari tempat persembunyian untuk merasa aman adalah naluri alami setiap orang.

Ketika Daud, sang pemazmur Israel, mencari tempat yang aman, Allah menjadi tujuan satu-satunya. Mazmur 17:8 menegaskan, “Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu.” Jika kita melihat kehidupan Daud dan ancaman yang nyaris tak henti dihadapinya, perkataannya menunjukkan tingkat kepercayaan yang luar biasa kepada Allah (ay.6). Meski dirundung bahaya, Daud yakin bahwa di dalam Allah ada keamanan sejati.

Kita pun bisa memiliki keyakinan yang sama apabila kita mempercayakan setiap detik kehidupan kita kepada Allah yang berjanji takkan membiarkan dan meninggalkan kita (Ibr. 13:5) . Meski dunia tidak aman, Allah memberi kita damai sejahtera dan kepastian—sekarang dan selamanya. Dialah tempat yang aman bagi kita. —Bill Crowder

Ya Bapa, dunia di sekitarku kadang terasa menakutkan, menyesakkan, dan membahayakan diriku. Namun, Engkau memberiku kedamaian, kekuatan, dan pertolongan.

Bersyukurlah kepada Allah yang menjadi tempat perlindunganmu.

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 42-44; 1 Yohanes 1

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

19 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!