Resep Hidup

Info

Rabu, 12 Desember 2018

Resep Hidup

Baca: Roma 7:14-25

7:14 Sebab kita tahu, bahwa hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa.

7:15 Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat.

7:16 Jadi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik.

7:17 Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku.

7:18 Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.

7:19 Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.

7:20 Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.

7:21 Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.

7:22 Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah,

7:23 tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.

7:24 Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?

7:25 Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (7-26) Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.

Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. —Roma 7:15

Resep Hidup

Seorang rekan kerja mengaku bahwa ia tidak merasa dirinya layak diselamatkan oleh Tuhan. Saya mendengarkan penuturannya tentang bagaimana ia hidup selama ini dengan begitu nyaman dan bersenang-senang, tetapi hal-hal itu ternyata tak memuaskannya. “Masalahnya, saya sudah berusaha menjadi orang baik, bahkan peduli kepada orang lain, tetapi rasanya semua itu percuma. Hal baik yang ingin saya lakukan justru tidak mampu saya lakukan, tetapi hal buruk yang kubenci, itulah yang terus kulakukan.”

“Apa resep hidupmu?” tanyanya dengan penuh kesungguhan. “Resepnya . . .” jawab saya, “sebenarnya tidak ada. Seperti kamu, saya juga tidak mampu hidup menurut standar Allah. Karena itu, kita memerlukan Yesus.”

Saya menunjukkan kepadanya perkataan Rasul Paulus dalam Roma 7:15. Ungkapan frustrasi Paulus sering mengena baik kepada orang belum percaya maupun orang Kristen yang merasa harus berusaha membuat diri layak di hadapan Allah tetapi tetap gagal juga. Mungkin kamu pun merasakannya. Jika demikian, pernyataan Paulus bahwa Kristuslah sumber keselamatan dan perubahan hidup kita seharusnya menggetarkan jiwamu (7:25-8:2). Yesus sendiri telah menyelesaikan karya penyelamatan agar kita terbebas dari hal-hal yang membuat kita frustrasi!

Dosa yang menjadi penghalang antara kita dan Allah telah disingkirkan tanpa usaha kita sama sekali. Keselamatan—dan perubahan hidup yang dikerjakan Roh Kudus dalam proses pertumbuhan kita—adalah kehendak Allah bagi semua orang. Dia mengetuk pintu hati kita. Izinkanlah Dia masuk. Dialah “resep” hidup kita. —Randy Kilgore

Tanpa Yesus, takkan ada keselamatan dan pertumbuhan rohani.

Bacaan Alkitab Setahun: Hosea 9-11; Wahyu 3

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

30 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!