Pembawa Pesan

Info

Senin, 31 Desember 2018

Pembawa Pesan

Baca: Maleakhi 3:1-5

3:1 Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.

3:2 Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.

3:3 Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.

3:4 Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati TUHAN seperti pada hari-hari dahulu kala dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah.

3:5 Aku akan mendekati kamu untuk menghakimi dan akan segera menjadi saksi terhadap tukang-tukang sihir, orang-orang berzinah dan orang-orang yang bersumpah dusta dan terhadap orang-orang yang menindas orang upahan, janda dan anak piatu, dan yang mendesak ke samping orang asing, dengan tidak takut kepada-Ku, firman TUHAN semesta alam.

 

Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku. —Maleakhi 3:1

Pembawa Pesan

“Ada pesan untukmu!” seru seorang wanita yang bekerja di konferensi yang saya hadiri, seraya menyerahkan secarik kertas untuk saya baca. Saya tak tahu apakah harus gugup atau gembira. Namun, ketika membaca, “Keponakanmu sudah lahir!” saya pun langsung bersukacita.

Suatu pesan bisa berisi kabar baik, berita buruk, atau kata-kata yang mendorong kita. Dalam Perjanjian Lama, Allah memakai para nabi untuk menyampaikan pesan pengharapan atau penghukuman. Namun, bila diperhatikan dengan cermat, pesan penghukuman-Nya pun dimaksudkan untuk menuntun kepada pertobatan, penyembuhan, dan pemulihan.

Dua jenis pesan tersebut muncul dalam Maleakhi 3 ketika Tuhan menjanjikan seorang utusan yang akan menyiapkan jalan bagi-Nya. Yohanes Pembaptis mengumumkan kedatangan Sang Pembawa Pesan sejati, yaitu Yesus (lihat Mat. 3:11)—“Malaikat Perjanjian” (Mal. 3:1) yang akan menggenapi janji-janji Allah. Dia akan bertindak “seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu” (ay.2), karena Dia akan menyucikan orang-orang yang mempercayai firman-Nya. Tuhan mengirim pesan untuk menyucikan umat-Nya sebab Dia peduli pada kesejahteraan mereka.

Pesan Allah berisi kasih, pengharapan, dan kebebasan. Dia mengutus Anak-Nya untuk berbicara dengan bahasa yang kita mengerti—pesan-Nya terkadang berisi teguran, tetapi selalu mengandung pengharapan. Percayalah pada pesan-Nya. —Amy Boucher Pye

Tuhan Yesus Kristus, tolonglah supaya aku tak hanya memahami pesan-Mu, tetapi juga menerapkannya dalam hidupku.

Mintalah kepada Tuhan agar Dia menolongmu membagikan kabar baik-Nya kepada orang lain di tahun yang baru.

Bacaan Alkitab Setahun: Maleakhi 1-4; Wahyu 22

Artikel Terkait:

Nenekku dan perempuan Nepal

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

10 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!