Lagu Cinta dari Surga

Info

Jumat, 14 Desember 2018

Lagu Cinta dari Surga

Baca: Wahyu 5:1-13

5:1 Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.

5:2 Dan aku melihat seorang malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, katanya: “Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?”

5:3 Tetapi tidak ada seorangpun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya.

5:4 Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorangpun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya.

5:5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: “Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya.”

5:6 Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.

5:7 Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu.

5:8 Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.

5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.

5:10 Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi.”

5:11 Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa,

5:12 katanya dengan suara nyaring: “Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!”

5:13 Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: “Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!”

Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. —1 Yohanes 4:19

Lagu Cinta dari Surga

Tahun 1936, pengarang lagu Billy Hill merilis karya emasnya yang berjudul The Glory of Love (Kemuliaan Cinta). Dalam waktu singkat, seantero negeri pun bernyanyi tentang indahnya melakukan hal-hal sederhana karena cinta kepada sesama. Lima puluh tahun kemudian, pengarang lagu lainnya bernama Peter Cetera menulis lagu romantis dengan judul yang serupa. Ia membayangkan dua insan yang hidup selamanya dan melakukan semuanya—demi kemuliaan cinta.

Wahyu, kitab terakhir dalam Alkitab, menggambarkan tentang sebuah lagu cinta baru yang kelak dinyanyikan oleh semua orang di surga dan bumi (why. 5:9,13). Namun, lagu itu diawali dengan nada sendu. Yohanes, sang narator, menangis karena tidak melihat adanya jawaban atas persoalan dunia (ay.3-4). Namun, suasana hatinya menjadi lebih cerah dan lagunya semakin bersemangat (ay.12-13) setelah Yohanes melihat kemuliaan dan kisah kasih yang sejati. Seketika ia mendengar seluruh ciptaan memuji sang Raja, Singa dari suku Yehuda yang penuh kuasa (ay.5). Dia telah merebut hati umat-Nya dengan jalan mengorbankan diri-Nya dalam kasih, seperti seekor Anak Domba, untuk penebusan kita (ay.13).

Lewat lirik lagu-lagu yang paling menyentuh hati di dunia ini, kita melihat bagaimana perbuatan baik yang paling sederhana pun bisa menginspirasi kita untuk bernyanyi. Lewat bagian dari kitab Wahyu tadi kita melihat bahwa kemuliaan kasih yang kita nyanyikan bercerita tentang isi hati Allah kita. Kita bernyanyi tentang Allah karena Dia telah memenuhi kita dengan nyanyian syukur. —Mart DeHaan

Bapa, bantulah kami untuk melihat bahwa tindakan kasih dan kebaikan yang paling sederhana pun dapat mengingatkan kami akan kasih-Mu kepada kami.

Perbuatan sederhana apa yang dapat kamu lakukan hari ini sebagai ucapan syukurmu kepada Allah?

Bacaan Alkitab Setahun: Yoel 1-3; Wahyu 5

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

18 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!