Dalam Kelimpahan atau Kesesakan

Info

Minggu, 23 Desember 2018

Dalam Kelimpahan atau Kesesakan

Baca: Ayub 1:13-22

1:13 Pada suatu hari, ketika anak-anaknya yang lelaki dan yang perempuan makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung,

1:14 datanglah seorang pesuruh kepada Ayub dan berkata: “Sedang lembu sapi membajak dan keledai-keledai betina makan rumput di sebelahnya,

1:15 datanglah orang-orang Syeba menyerang dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan.”

1:16 Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: “Api telah menyambar dari langit dan membakar serta memakan habis kambing domba dan penjaga-penjaga. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan.”

1:17 Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: “Orang-orang Kasdim membentuk tiga pasukan, lalu menyerbu unta-unta dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan.”

1:18 Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: “Anak-anak tuan yang lelaki dan yang perempuan sedang makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung,

1:19 maka tiba-tiba angin ribut bertiup dari seberang padang gurun; rumah itu dilandanya pada empat penjurunya dan roboh menimpa orang-orang muda itu, sehingga mereka mati. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan.”

1:20 Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah,

1:21 katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!”

1:22 Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

 

Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan! —Ayub 1:21

Dalam Kelimpahan atau Kesesakan

Buku Ann Voskamp berjudul One Thousand Gifts (Seribu Anugerah) mendorong para pembaca untuk memikirkan apa yang sudah Tuhan lakukan bagi hidup mereka hari demi hari. Dalam buku itu, ia menulis catatan harian yang berisi limpahnya kemurahan Allah kepadanya dalam anugerah besar maupun kecil, dari yang sederhana seperti keindahan warna-warni busa sabun di tempat cuci piring hingga yang tak terukur seperti keselamatan orang berdosa seperti dirinya (dan kita semua!). Ann menegaskan bahwa bersyukur merupakan kunci untuk melihat Allah di tengah kesengsaraan yang berat sekalipun.

Tokoh Ayub terkenal dengan kisah “sengsaranya”. Kehilangan yang dihadapinya memang pahit dan besar. Sekejap setelah kehilangan seluruh ternaknya, Ayub mendapat kabar kematian sepuluh anaknya sekaligus. Reaksi Ayub mengungkapkan dukacitanya yang mendalam: ia “mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya” (ayb. 1:20). Perkataannya di tengah kesengsaraan menunjukkan bahwa Ayub tahu arti bersyukur, karena ia mengakui semua miliknya berasal dari Allah (ay.21). Kalau tidak, mana mungkin ia bisa menyembah di tengah kesedihan yang begitu melumpuhkannya?

Kebiasaan mengucap syukur setiap hari memang tak dapat menghapus pedihnya penderitaan yang kita rasakan karena kehilangan. Di sepanjang kitab, kita melihat Ayub masih bertanya-tanya dan bergumul untuk mengatasi kepedihannya. Namun, mengenali kebaikan Allah kepada kita—bahkan dalam hal terkecil sekalipun—akan memampukan kita untuk berlutut menyembah Allah yang mahakuasa di tengah kekelaman yang kita jalani di dunia ini. —Kirsten Holmberg

Ya Allah, Engkaulah Pemberi segala yang baik. Tolong aku untuk mengenali kemurahan-Mu dalam hal terkecil sekalipun dan percaya kepada-Mu di tengah kehilangan dan kesukaran yang kualami.

Cobalah menulis daftar ucapan syukur. Perhatikan bagaimana kebiasaan bersyukur yang dilakukan terus-menerus itu akan mengubah hidupmu.

Bacaan Alkitab Setahun: Nahum 1-3; Wahyu 14

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

17 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!