Allah Mendengar

Info

Sabtu, 1 Desember 2018

Allah Mendengar

Baca: Roma 12:9-21

12:9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.

12:10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.

12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

12:13 Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!

12:14 Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!

12:15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!

12:16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!

12:17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!

12:18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!

12:19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.

12:20 Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.

12:21 Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! —Roma 12:12

Allah Mendengar

Tatkala masing-masing anggota kelompok mengajukan pokok doa untuk kerabat dan sahabat mereka yang sedang sakit atau berada dalam kesulitan, Diane hanya menyimak. Ia juga memiliki anggota keluarga yang sudah bertahun-tahun bergumul dengan masalah kecanduan. Namun, Diane diam saja dan tidak mau mengungkapkan permohonan doanya. Ia tidak tahan melihat reaksi orang atau mendengar pertanyaan dan saran yang sering muncul setiap kali ia menceritakan pergumulannya, sehingga pikirnya, hal itu lebih baik ia rahasiakan. Ada saja orang yang tak mengerti bagaimana kerabatnya yang sudah percaya kepada Tuhan itu masih jatuh bangun dalam hidupnya.

Meski Diane tidak mengutarakan pokok doanya kepada kelompok itu, ia masih mempunyai beberapa teman tepercaya yang mendoakannya. Bersama, mereka memohon agar Allah membebaskan orang yang dikasihinya dari belenggu kecanduan yang sangat kuat supaya ia mengalami kelepasan dalam Kristus—dan agar Diane diberi ketenangan dan kesabaran yang dibutuhkan. Ketika berdoa, ia merasakan penghiburan dan kekuatan lewat kedekatannya dengan Tuhan.

Banyak dari kita yang berdoa dengan sungguh-sungguh dan tekun, tetapi tampaknya tak kunjung dijawab. Namun, yakinlah bahwa Allah benar-benar peduli dan Dia sungguh mendengar semua permohonan kita. Dia mendorong kita untuk terus berjalan dekat dengan-Nya, bersukacita dalam pengharapan, bersabar dalam kesesakan, dan bertekun dalam doa (rm. 12:12). Dia dapat diandalkan. —Alyson Kieda

Tuhan, firman-Mu mendorong kami untuk terus berdoa. Bantu kami untuk bertekun dalam doa dan mampukan kami untuk menjadi rekan doa yang setia bagi orang lain.

Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh. —Ibrani 10:22

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 40-41; 2 Petrus 3

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

29 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!