Sumber Hikmat

Info

Senin, 5 November 2018

Sumber Hikmat

Baca: 1 Raja-Raja 3:16-28

3:16 Pada waktu itu masuklah dua orang perempuan sundal menghadap raja, lalu mereka berdiri di depannya.

3:17 Kata perempuan yang satu: “Ya tuanku! aku dan perempuan ini diam dalam satu rumah, dan aku melahirkan anak, pada waktu dia ada di rumah itu.

3:18 Kemudian pada hari ketiga sesudah aku, perempuan inipun melahirkan anak; kami sendirian, tidak ada orang luar bersama-sama kami dalam rumah, hanya kami berdua saja dalam rumah.

3:19 Pada waktu malam anak perempuan ini mati, karena ia menidurinya.

3:20 Pada waktu tengah malam ia bangun, lalu mengambil anakku dari sampingku; sementara hambamu ini tidur, dibaringkannya anakku itu di pangkuannya, sedang anaknya yang mati itu dibaringkannya di pangkuanku.

3:21 Ketika aku bangun pada waktu pagi untuk menyusui anakku, tampaklah anak itu sudah mati, tetapi ketika aku mengamat-amati dia pada waktu pagi itu, tampaklah bukan dia anak yang kulahirkan.”

3:22 Kata perempuan yang lain itu: “Bukan! anakkulah yang hidup dan anakmulah yang mati.” Tetapi perempuan yang pertama berkata pula: “Bukan! anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup.” Begitulah mereka bertengkar di depan raja.

3:23 Lalu berkatalah raja: “Yang seorang berkata: Anakkulah yang hidup ini dan anakmulah yang mati. Yang lain berkata: Bukan! Anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup.”

3:24 Sesudah itu raja berkata: “Ambilkan aku pedang,” lalu dibawalah pedang ke depan raja.

3:25 Kata raja: “Penggallah anak yang hidup itu menjadi dua dan berikanlah setengah kepada yang satu dan yang setengah lagi kepada yang lain.”

3:26 Maka kata perempuan yang empunya anak yang hidup itu kepada raja, sebab timbullah belas kasihannya terhadap anaknya itu, katanya: “Ya tuanku! Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia.” Tetapi yang lain itu berkata: “Supaya jangan untukku ataupun untukmu, penggallah!”

3:27 Tetapi raja menjawab, katanya: “Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia; dia itulah ibunya.”

3:28 Ketika seluruh orang Israel mendengar keputusan hukum yang diberikan raja, maka takutlah mereka kepada raja, sebab mereka melihat, bahwa hikmat dari pada Allah ada dalam hatinya untuk melakukan keadilan.

Tuhan, berikanlah kiranya kepadaku kebijaksanaan yang kuperlukan. —1 Raja-Raja 3:9 BIS

Sumber Hikmat

Seorang pria mengajukan tuntutan hukum terhadap seorang wanita dengan tuduhan bahwa wanita itu telah mengambil anjingnya. Di pengadilan, wanita itu mengatakan bahwa anjing itu tidak mungkin dimiliki si pria sambil menunjukkan kepada hakim di mana ia membeli anjing itu. Namun, pemilik yang sebenarnya terungkap saat hakim melepaskan anjing itu di ruang sidang. Sambil menggoyangkan ekor tanda gembira, anjing itu langsung berlari ke arah si pria!

Raja Salomo dari Israel perlu menjadi hakim untuk menyelesaikan masalah serupa. Dua wanita sama-sama mengaku sebagai ibu dari seorang bayi. Setelah mempertimbangkan argumen mereka masing-masing, ia meminta pedang untuk membelah bayi itu. Sang ibu yang asli memohon kepada Salomo untuk memberikan saja bayi itu kepada wanita yang satu lagi. Ia memilih untuk menyelamatkan nyawa anaknya meski ia tidak dapat memilikinya (1Raj. 3:26). Salomo pun memberikan bayi itu kepadanya.

Hikmat diperlukan saat kita harus memutuskan apa yang adil dan bermoral, mana yang benar dan yang salah. Jika kita benar-benar menjunjung hikmat, kita dapat meminta kebijaksanaan yang kita perlukan kepada Allah, seperti yang dilakukan Salomo (ay.9). Allah mungkin menjawab permohonan itu dengan cara menolong kita menyeimbangkan kebutuhan dan keinginan kita dengan kepentingan orang lain. Dia bisa menolong kita melihat manfaat jangka pendek dan membandingkannya dengan berkat jangka panjang (atau bahkan yang kekal) supaya kita bisa menghormati Dia dengan pilihan hidup kita.

Allah kita bukan hanya hakim yang kebijaksanaanya sempurna, tetapi juga penasihat ajaib yang bersedia memberi kita hikmat ilahi dengan berlimpah-limpah (Yak. 1:5). —Jennifer Benson Schuldt

Allah, aku menyembah-Mu, sumber hikmat yang sejati. Tunjukkan kepadaku bagaimana membuat pilihan-pilihan yang memuliakan nama-Mu.

Butuh hikmat? Mintalah kepada satu-satunya Pribadi yang dapat memberikannya, yaitu Allah sendiri.

Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 34-36; Ibrani 2

facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

44 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!