Mari Saling Mendorong

Rabu, 14 November 2018

Mari Saling Mendorong

Baca: Ibrani 10:19-25

10:19 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,

10:20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,

10:21 dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.

10:22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.

10:23 Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.

10:24 Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.

10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. —Ibrani 10:24

Mari Saling Mendorong

The Steven Thompson Memorial Centipede adalah lomba lari lintas alam yang unik. Tiap tim yang beranggotakan tujuh orang harus berlari sebagai satu rangkaian dengan memegang seutas tali sampai jarak 3,2 km dari total jarak 4,8 km. Saat mencapai titik 3,2 km, tali itu mereka lepaskan dan tiap pelari menyelesaikan perlombaannya masing-masing. Oleh karena itu, waktu tempuh setiap pelari merupakan kombinasi dari kecepatan bersama sebagai tim dan kecepatannya sendiri.

Tahun ini, tim putri saya memilih strategi yang belum pernah saya lihat: Mereka menempatkan pelari yang paling lambat tepat di belakang pelari tercepat yang ada di posisi terdepan. Tujuannya adalah agar pelari tercepat itu cukup dekat sehingga ia dapat menyemangati pelari yang paling lambat di belakangnya.

Bagi saya, rencana mereka menggambarkan satu bagian dari kitab Ibrani. Penulis kitab itu mendorong kita untuk “teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita” (Ibr. 10:23) sambil kita “saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik” (ay.24). Tentu ada banyak cara untuk menerapkan hal tersebut, tetapi penulis menekankan salah satunya: “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati” (ay.25). Berkumpul dengan sesama saudara seiman selagi kita masih bisa melakukannya merupakan bagian yang sangat vital dalam kehidupan iman kita.

Adakalanya perlombaan hidup ini terasa terlalu sulit untuk kita jalani, dan kita mungkin tergoda untuk “melepaskan talinya” karena putus asa. Saat kita berlari bersama, marilah kita juga saling mendorong agar kita tetap kuat untuk terus berlari! —Kirsten Holmberg

Tuhan Yesus, terima kasih untuk harapan yang Kauberikan. Terima kasih karena Engkau tak pernah melemahkan semangat kami. Tolong kami meneladani-Mu dengan menguatkan satu sama lain hari ini.

Dorongan semangat merupakan penyegar bagi jiwa.

Bacaan Alkitab Setahun: Ratapan 3-5; Ibrani 10:19-39

Bagikan Konten Ini
36 replies
  1. BertHa Saranga
    BertHa Saranga says:

    Syukur ya TUHAN, karena Engkau senantiasa memberi kami semangat dan tolong kami untuk senantiasa meneladani- Mu, agar kami saling menasehati dan menguatkan satu sama lain amin.

  2. ERICK
    ERICK says:

    Tuhan Yesus, terima kasih untuk harapan yang Kauberikan. Terima kasih karena Engkau tak pernah melemahkan semangat kami. Tolong kami meneladani-Mu dengan menguatkan satu sama lain hari ini.

  3. Sulinda Manik
    Sulinda Manik says:

    Kalau kita sdh bersemangat ,,,disitulah ada kekuatan ,,,,semoga Tuhan Yesus tetap menguatkan kita ,,,memberi Hikmat bijaksana kpd org2 yg mau menerimanya ,,,,amin ,,,!

  4. Tohom sihombing
    Tohom sihombing says:

    Terima kasih Bapaku engkau telah memberikan dorongan semangat serta penyegar jiwa kami melalui firmanmu,Amin

  5. Jean Safor
    Jean Safor says:

    Masalah terbesar dari lomba lari adalah ketika tujuan berlari itu sudah berbeda. Ketika kita berlari untuk Tuhan, tapi rute yg Tuhan tunjukkan berbeda, maka akan sangat sulit untuk saling mendorong. Apa yg jadi masalahnya? adanya perbedaan cara pandang yg sangat jauh dari yg di harapkan, ketika kekeristenan hanya dipandang sebagai sebuah salib disitulah masalahnya. Cerita salib itu diulang-ulang mulai nabi adam, terlalu sibuk mempelajari sejarah tapi lupa inti dari ajaran kristen. Sedangkan Tuhan menuntut setelah salib adalah hidup yg kudus, tapi sungguh miris rusaknya moral, rusaknya ajaran Kristus yg diubah suka-suka, hilangnya kesakralan ibadah. Hal-hal ini yg membuat tali itu terputus, sehingga sulit untuk bisa lari bersama dan saling mendorong. Bagi Tuhan tidak ada prinsip jalan tengah, pilihan itu hanya 2, ya atau tidak, sorga atau neraka. Tuhan Yesus adalah Raja, maaf sekali lagi maaf, tidak ada negosiasi, keputusan-keputusan Tuhan adalah mutlak dan kekal. Jika masih tetap mengikuti ajaran manusia, maka tidak ada jalan menuju keabadian. Hukum Tuhan sudah jelas tertulis di Alkitab, jika yg tertulis saja tidak mau diikuti maka apa lagi yg harus Tuhan lakukan? ketika tali untuk berlari itu sudah hilang bagaimana bisa saling mendorong, manusia sadar apa tidak, Tuhan kecewa disana? atau manusia pura-pura tidak berdosa. Saya hanya bisa geleng-geleng kepala lihat ratusan doktrin yg saya pelajari di ratusan gereja, apakah sesulit itu untuk mengerti keinginan Tuhan, parahnya akhir-akhir ini moral gereja semakin hancur, pria dengan pria bisa menikah di gereja, wanita dengan wanita bisa diberkati di gereja, apakah pernikahan cabul itu dibuat iblis? seandainya pernikahan gay itu dibuat manusia, pendeta/pastor yg memberkati pernikahan homo/gay coba tanya kepadanya kepalanya terantuk dimana? ini adalah contoh-contoh kenapa Tuhan memutuskan komunikasi kepada manusia, Tuhan terluka, Tuhan kecewa. Tuhan Yesus sudah tidak mau masuk ke gereja, faktanya seperti itu, semoga manusia masih mau mengerti luka itu sudah dalam. Semoga semua bisa bertobat. Terima Kasih.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *