Kondisi yang Tidak Ideal?

Info

Selasa, 20 November 2018

Kondisi yang Tidak Ideal?

Baca: Filipi 1:12-18

1:12 Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil,

1:13 sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus.

1:14 Dan kebanyakan saudara dalam Tuhan telah beroleh kepercayaan karena pemenjaraanku untuk bertambah berani berkata-kata tentang firman Allah dengan tidak takut.

1:15 Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik.

1:16 Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil,

1:17 tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara.

1:18 Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita,

Apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil. —Filipi 1:12

Kondisi yang Tidak Ideal?

Ketika jembatan yang digunakan untuk mencapai kota Techiman, Ghana, dihanyutkan banjir, penduduk New Krobo yang tinggal di sisi lain dari Sungai Tano pun terjebak. Jumlah kehadiran dalam kebaktian gereja yang digembalakan Pendeta Samuel Appiah di Techiman juga menurun drastis karena banyak anggota jemaat yang tinggal di New Krobo. Sungguh suatu kondisi yang tidak ideal.

Di tengah krisis tersebut, Pendeta Samuel berusaha memperluas panti asuhan milik gereja agar bisa menampung lebih banyak anak yatim piatu. Ia pun berdoa. Kemudian gerejanya mengadakan kebaktian alam terbuka di tepi sungai di New Krobo. Lalu mereka mulai membaptis jemaat yang baru percaya kepada Yesus. Sebuah gereja baru mulai berakar di sana. Bukan hanya itu, New Krobo juga memiliki tempat penampungan sementara bagi anak-anak yatim piatu. Allah sedang merajut karya pemulihan-Nya di tengah krisis.

Saat Rasul Paulus berada kondisi yang tidak ideal, yakni sedang dipenjara, ia tidak meratapi situasinya. Dalam suratnya yang luar biasa kepada jemaat di Filipi, ia menulis, “Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil” (Flp. 1:12). Paulus menuliskan bagaimana pemenjaraannya telah membuat “seluruh istana dan semua orang lain” mengetahui tentang Kristus (ay.13). Selain itu, saudara-saudara seiman lainnya makin berani memberitakan kabar baik tentang Yesus (ay.14).

Walau menghadapi rintangan, Pendeta Samuel dan Rasul Paulus menyaksikan bagaimana Allah menunjukkan kepada mereka cara-cara baru untuk berkarya di tengah krisis yang melanda. Apa yang mungkin sedang Allah lakukan di tengah situasi kita yang sulit saat ini? —Tim Gustafson

Tuhan, terkadang kami merasa seperti berada dalam situasi yang tidak ideal. Namun, kami tahu Engkau hadir di mana saja. Tolonglah kami untuk melihat-Mu.

Allah bekerja di tengah kekacauan. Itulah inti dari Alkitab. Matt Chandler

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 14-15; Yakobus 2

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

31 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!