Meminta Pertolongan

Rabu, 3 Oktober 2018

Meminta Pertolongan

Baca: Markus 10:46-52

10:46 Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.

10:47 Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”

10:48 Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!”

10:49 Lalu Yesus berhenti dan berkata: “Panggillah dia!” Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: “Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau.”

10:50 Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus.

10:51 Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!”

10:52 Lalu kata Yesus kepadanya: “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” —Markus 10:51

Meminta Pertolongan

E-mail dari seorang teman tiba di penghujung hari yang melelahkan. Saya belum sempat membacanya karena saya sedang bekerja sampai larut malam untuk merawat anggota keluarga yang sakit parah. Saya benar-benar tak punya waktu untuk hal lain.

Namun, keesokan harinya, saya membuka e-mail itu dan membaca pertanyaan teman saya: “Apa yang kamu ingin kulakukan untukmu?” Karena merasa malu, saya ingin menjawab tidak ada. Kemudian saya menghela napas dan menenangkan diri. Saya merasa pertanyaannya itu tidak asing.

Benar saja! Yesus pernah mengajukan pertanyaan seperti itu saat Dia mendengar seorang pengemis buta berseru kepada-Nya di jalanan Yerikho. Yesus berhenti dan mengajukan pertanyaan serupa kepada Bartimeus, pengemis itu. Yesus bertanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” (Mrk. 10:51).

Suatu pertanyaan yang menakjubkan, karena itu menunjukkan bahwa Yesus, Sang Penyembuh, rindu menolong kita. Namun sebelumnya, kita diundang untuk mengakui bahwa kita membutuhkan-Nya dan kemudian merendahkan diri kita. Bartimeus si pengemis memang berkebutuhan—miskin, sendirian, mungkin kelaparan, dan dikucilkan. Namun, karena menginginkan kehidupan yang baru, ia pun menyatakan kebutuhannya yang paling mendasar, “Rabuni, supaya aku dapat melihat.”

Bagi orang buta, itu adalah permohonan yang jujur. Yesus segera menyembuhkannya. Teman saya juga ingin saya jujur kepadanya. Jadi saya berjanji kepadanya untuk berdoa agar saya tahu kebutuhan saya yang paling mendasar dan, yang lebih penting, saya rela menceritakan kebutuhan saya kepadanya. Apa kebutuhan kamu yang paling mendasar saat ini? Bila ada seorang teman yang bertanya, katakanlah kepadanya. Lalu nyatakanlah permohonanmu itu kepada Allah. —Patricia Raybon

Tuhan, aku memerlukan-Mu. Aku ingin menceritakan isi hatiku kepada-Mu saat ini. Tolonglah agar hatiku juga rela menerima pertolongan dari sesamaku.

Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati. —1 Petrus 5:5

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 17-19; Efesus 5:17-33

Bagikan Konten Ini
52 replies

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *