Mengikuti Jalan Allah

Senin, 24 September 2018

Mengikuti Jalan Allah

Baca: Yesaya 30:15-21

30:15 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” Tetapi kamu enggan,

30:16 kamu berkata: “Bukan, kami mau naik kuda dan lari cepat,” maka kamu akan lari dan lenyap. Katamu pula: “Kami mau mengendarai kuda tangkas,” maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi.

30:17 Seribu orang akan lari melihat ancaman satu orang, terhadap ancaman lima orang kamu akan lari, sampai kamu ditinggalkan seperti tonggak isyarat di atas puncak gunung dan seperti panji-panji di atas bukit.

30:18 Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!

30:19 Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab.

30:20 Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia,

30:21 dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: “Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya,” entah kamu menganan atau mengiri.

Bila kamu menyimpang dari jalan, di belakangmu akan terdengar suara-Nya yang berkata, “Inilah jalannya; ikutlah jalan ini.” —Yesaya 30:21 BIS

Mengikuti Jalan Allah

“Ayo, lewat sini,” ujar saya kepada putra saya sambil menyentuh bahunya untuk mengarahkannya melewati kerumunan dan menyusul ibu serta saudara-saudaranya yang berjalan di depan kami. Saya semakin sering melakukannya ketika hari makin larut di taman hiburan yang sedang kami kunjungi. Putra saya mulai lelah dan mudah sekali perhatiannya teralihkan. Mengapa ia sulit sekali membuntuti mereka? saya bertanya-tanya.

Kemudian sesuatu terlintas di benak saya: Seberapa sering saya melakukan hal yang sama? Seberapa sering saya menyimpang dari kesetiaan mengikuti Allah, karena terpikat oleh godaan untuk mengejar kesenangan saya daripada mengikuti jalan-jalan-Nya?

Coba perhatikan perkataan Allah yang disampaikan Nabi Yesaya kepada Israel: “Bila kamu menyimpang dari jalan, di belakangmu akan terdengar suara-Nya yang berkata, ‘Inilah jalannya; ikutlah jalan ini’” (Yes. 30:21 bis). Di bagian awal pasal tersebut, Allah telah menegur umat-Nya karena pemberontakan mereka. Namun, apabila mereka mempercayai kekuatan-Nya daripada jalan mereka sendiri (ay.15), Dia berjanji akan menunjukkan kemurahan dan kasih sayang-Nya (ay.18).

Salah satu ungkapan kemurahan hati Allah adalah janji-Nya untuk membimbing kita melalui Roh Kudus. Hal itu terjadi ketika kita menyatakan kepada-Nya segala kerinduan kita dan berdoa memohon kepada-Nya apa yang telah Dia sediakan bagi kita. Saya bersyukur karena Allah dengan sabar mengarahkan kita, hari lepas hari, langkah demi langkah, ketika kita mempercayai-Nya dan mendengarkan suara-Nya. —Adam Holz

Ya Bapa, Engkau berjanji membimbing kami melewati pasang-surut kehidupan dan keputusan yang harus kami ambil dalam hidup ini. Tolong kami untuk mempercayai dan mengikut-Mu, serta mendengarkan tuntunan suara-Mu dengan saksama.

Allah dengan sabar mengarahkan kita ketika kita mempercayai-Nya dan mendengarkan suara-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: Kidung Agung 4-5; Galatia 3

Bagikan Konten Ini
53 replies
Newer Comments »
  1. Mega Pranita Manurung
    Mega Pranita Manurung says:

    Tuntun saya terus Tuhan supaya saya tidak salah dalam mengambil segala keputusan dalam hidup ini.

Trackbacks & Pingbacks

Newer Comments »

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *