Hati Sang Petugas Polisi

Sabtu, 1 September 2018

Hati Sang Petugas Polisi

Baca: Matius 18:1-10

18:1 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?”

18:2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka

18:3 lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.

18:5 Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”

18:6 “Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.

18:7 Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.

18:8 Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal.

18:9 Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua.

18:10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.

Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga. —Matius 18:10

Hati Sang Petugas Polisi

Saat petugas polisi Vic Miglio kembali ke kantornya, ia langsung duduk dan menyandarkan diri ke dinding karena keletihan. Sebuah kasus kekerasan dalam rumah tangga telah menghabiskan sebagian waktunya hari itu. Peristiwa tersebut membuat seorang pria ditahan, seorang anak perempuan dilarikan ke rumah sakit, dan seorang ibu terguncang. Rasanya, kasus tersebut akan menggayuti pikiran si polisi muda itu untuk waktu yang lama.

“Kamu sudah berbuat yang terbaik, Vic,” atasannya mencoba bersimpati. Namun, kata-kata itu tidak menolong. Ada polisi yang bisa meninggalkan pekerjaan mereka di kantor, tetapi tidak bagi Vic Miglio. Hatinya begitu terbebani oleh kasus-kasus sulit seperti ini.

Hati Miglio mencerminkan belas kasihan Yesus. Murid-murid Yesus pernah datang kepada-Nya dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?” (Mat. 18:1). Yesus memanggil seorang anak kecil, lalu berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (ay.3). Kemudian Dia memberikan peringatan keras kepada siapa saja yang mencoba untuk menyesatkan anak-anak (ay.6). Anak-anak begitu istimewa bagi Yesus hingga Dia mengatakan, “Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga” (ay.10).

Alangkah bahagianya mengetahui bahwa kasih Yesus bagi anak-anak juga berkaitan dengan kasih-Nya bagi kita semua! Karena itulah, Dia mengundang kita, melalui iman seperti anak-anak, untuk menjadi anak-anak-Nya. —Tim Gustafson

Tuhan, ingatkan kami untuk mengasihi anak-anak seperti Engkau mengasihi mereka, bahkan datang kepada-Mu dengan iman yang percaya seperti anak-anak.

Keluarga di bumi bisa mengecewakan kita, tetapi tidak dengan Bapa kita di surga.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 135-136; 1 Korintus 12

Bagikan Konten Ini
36 replies
  1. Sulinda Manik
    Sulinda Manik says:

    amin ,,,! Terimakasih atas Renungan Pagi ini ,,,Semoga kita tetap menyayangi anak anak yg masih kecil , Gbu

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *