Dengarkan Saudara Seimanmu

Info

Minggu, 23 September 2018

Dengarkan Saudara Seimanmu

Baca: Matius 18:15-20

18:15 “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.

18:16 Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.

18:17 Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.

18:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.

18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

18:20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa. —Yakobus 5:20

Dengarkan Saudara Seimanmu

“Dengarkan aku, aku ini kakakmu!” Permohonan yang diucapkan seorang kakak di lingkungan tempat tinggal kami itu ditujukan kepada adiknya yang ingin pergi jauh, dan keputusan itu membuat kakaknya khawatir. Jelaslah sang kakak lebih bijak untuk menentukan apa yang terbaik dalam situasi yang mereka hadapi.

Berapa banyak dari kita yang pernah menolak nasihat bijak dari seseorang? Jika kamu pernah mengalami konsekuensi karena menolak nasihat yang baik dari seseorang yang lebih dewasa, kamu tidak sendirian.

Salah satu berkat terbesar yang kita miliki sebagai orang beriman adalah keluarga di dalam Tuhan, yakni orang-orang yang terhubung secara rohani karena sama-sama beriman kepada Yesus Kristus. Di dalam keluarga iman ini, terdapat pria dan wanita dewasa rohani yang mengasihi Allah dan satu sama lain. Seperti si adik di lingkungan saya tadi, terkadang kita membutuhkan peringatan atau teguran supaya kita kembali ke jalur yang benar. Hal itu benar terutama ketika kita melukai seseorang atau sebaliknya, ketika seseorang melukai kita. Melakukan hal yang benar mungkin sulit. Akan tetapi, perkataan Yesus dalam Matius 18:15-20 menunjukkan kepada kita apa yang perlu dilakukan ketika terjadi pelanggaran di dalam keluarga rohani kita.

Syukurlah, Bapa Surgawi kita yang murah hati menempatkan dalam kehidupan kita orang-orang yang siap menolong upaya kita untuk menghormati Dia dan sesama. Ketika kita mendengarkan mereka, hubungan kita pun akan pulih kembali (ay.15). —Arthur Jackson

Bapa, kami memuji-Mu karena Engkau menempatkan kami di dalam keluarga rohani-Mu. Tolonglah kami untuk belajar dan bertumbuh melalui perkataan yang bijak dan perilaku yang saleh dari saudara seiman kami yang dewasa rohani.

Hikmat tumbuh ketika kita mendengarkan perkataan saudara seiman kita yang dewasa rohani.

Bacaan Alkitab Setahun: Kidung Agung 1-3; Galatia 2

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

36 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!