Cara Berdoa yang Benar

Minggu, 16 September 2018

Cara Berdoa yang Benar

Baca: Matius 6:5-15

6:5 “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

6:7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.

6:8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.

6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,

6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

6:14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.

6:15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

Jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. —Matius 6:6

Cara Berdoa yang Benar

Saya mengagumi orang-orang yang tekun mencatat pokok-pokok doa mereka setiap hari dalam suatu jurnal. Saya kagum kepada mereka yang mengikuti perkembangan setiap permohonan dan pujian mereka serta dengan setia memperbarui daftar doa mereka. Saya terinspirasi oleh mereka yang mengajak orang lain untuk berdoa bersama dan yang khusyuk menaikkan doa-doa mereka setiap malam. Selama bertahun-tahun saya berusaha meniru gaya mereka, menata kehidupan doa yang sempurna, dan mencontoh tutur kata mereka yang lebih fasih dalam berdoa. Saya berjuang untuk menyingkapkan apa yang saya anggap sebagai misteri, karena saya rindu mempelajari cara berdoa yang benar.

Pada akhirnya, saya belajar bahwa Tuhan kita hanya menghendaki doa yang dimulai dan diakhiri dengan kerendahan hati (Mat. 6:5). Dia mengundang kita untuk masuk ke dalam percakapan yang akrab dengan-Nya yang berjanji untuk mendengarkan (ay.6). Allah tidak pernah mengharuskan kita menggunakan kata-kata dan frasa yang bertele-tele atau yang dihafalkan (ay.7). Dia meyakinkan kita bahwa doa adalah anugerah, suatu kesempatan untuk memuji keagungan-Nya (ay.9-10), untuk menunjukkan kepercayaan kita atas pemeliharaan-Nya (ay.11), dan untuk menegaskan jaminan pengampunan dan tuntunan yang diberikan-Nya kepada kita (ay.12-13).

Allah meyakinkan kita bahwa Dia mendengar dan memperhatikan setiap doa, baik yang terucap maupun tidak, demikian juga jeritan hati yang menjelma melalui tetesan air mata. Saat kita percaya kepada Allah dan kasih-Nya yang sempurna bagi kita, kita diyakinkan bahwa berdoa dengan kerendahan hati dalam sikap yang berserah dan bergantung kepada-Nya selalu merupakan cara berdoa yang benar. —Xochitl Dixon

Tuhan, terima kasih karena telah mengingatkan kami bahwa Engkau mendengar setiap doa kami.

Berseru kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita yang penuh kasih merupakan cara berdoa yang benar.

Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 25-26; 2 Korintus 9

Facebooktwitterreddit

55 replies
« Older Comments
« Older Comments

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *