Berkat dari Kehadiran Pendukung

Info

Sabtu, 22 September 2018

Berkat dari Kehadiran Pendukung

Baca: Kisah Para Rasul 9:26-31

9:26 Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid.

9:27 Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus.

9:28 Dan Saulus tetap bersama-sama dengan mereka di Yerusalem, dan dengan keberanian mengajar dalam nama Tuhan.

9:29 Ia juga berbicara dan bersoal jawab dengan orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani, tetapi mereka itu berusaha membunuh dia.

9:30 Akan tetapi setelah hal itu diketahui oleh saudara-saudara anggota jemaat, mereka membawa dia ke Kaisarea dan dari situ membantu dia ke Tarsus.

9:31 Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.

Tetapi Barnabas menerima [Saulus] dan membawanya kepada rasul-rasul. —Kisah Para Rasul 9:27

Berkat dari Kehadiran Pendukung

Film The King’s Speech yang dirilis pada tahun 2010 mengisahkan tentang Raja George VI dari Inggris yang tanpa diduga menjadi raja setelah sang kakak memilih untuk melepas takhtanya. Di saat negara sedang menghadapi ancaman Perang Dunia II, para pejabat pemerintahan menginginkan seorang pemimpin yang fasih bicara karena semakin meningkatnya pengaruh radio di tengah masyarakat. Namun, Raja George VI mempunyai masalah gagap bicara.

Saya sangat terpikat pada peran Elizabeth, istri George, di film itu. Dalam perjuangan George mengatasi kesulitan bicaranya, Elizabeth terus menjadi sumber semangat. Dengan setia, Elizabeth memberikan dukungan yang dibutuhkan George untuk mengatasi masalahnya dan memerintah dengan baik selama masa perang.

Alkitab menyoroti kisah-kisah dari para pemberi semangat yang memberikan dukungan luar biasa dalam situasi-situasi yang sulit. Musa mempunyai Harun dan Hur yang mendukungnya selama Israel berperang (Kel. 17:8-16). Elisabet menguatkan Maria, kerabatnya yang sedang mengandung (Luk. 1:42-45).

Setelah pertobatannya, Paulus membutuhkan dukungan Barnabas, yang namanya secara harfiah berarti “anak penghiburan”. Saat murid-murid ketakutan melihat Paulus, Barnabas mempertaruhkan reputasinya dengan menyatakan dukungannya kepada Paulus (Kis. 9:27). Dukungan Barnabas sangat penting bagi Paulus untuk dapat diterima oleh komunitas Kristen. Barnabas lalu melayani sebagai rekan seperjalanan dan sepelayanan Paulus (Kis. 14). Di hadapan bahaya yang menghadang, mereka bekerja bersama untuk memberitakan Injil.

Hari ini, umat Tuhan yang percaya kepada Yesus Kristus masih dipanggil untuk “[menasihati] seorang akan yang lain dan saling membangun” (1Tes. 5:11). Kiranya kita selalu siap memberikan dorongan dan dukungan kepada orang lain, terutama kepada mereka yang sedang mengalami masa-masa sulit. —Lisa Samra

Dukungan seorang teman dapat mengubah segalanya.

Bacaan Alkitab Setahun: Pengkotbah 10-12; Galatia 1

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

47 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!