Banyak Perbuatan yang Baik

Info

Selasa, 25 September 2018

Banyak Perbuatan yang Baik

Baca: Markus 14:1-9

14:1 Hari raya Paskah dan hari raya Roti Tidak Beragi akan mulai dua hari lagi. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari jalan untuk menangkap dan membunuh Yesus dengan tipu muslihat,

14:2 sebab mereka berkata: “Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat.”

14:3 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus.

14:4 Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain: “Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini?

14:5 Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.” Lalu mereka memarahi perempuan itu.

14:6 Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.

14:7 Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.

14:8 Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku.

14:9 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.”

Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik kepada-Ku. —Markus 14:6

Banyak Perbuatan yang Baik

Sesaat sebelum kematiannya, seniman dan misionaris Lilias Trotter memandang keluar jendela dan mendapat penglihatan tentang sebuah kereta surgawi. Menurut penulis biografinya, seorang teman bertanya kepada Lilias, “Apakah kamu melihat banyak hal yang baik?” dan Lilias menjawab, “Ya, sangat banyak hal yang baik.”

Kata-kata terakhir Lilias Trotter itu mencerminkan karya Allah dalam hidupnya. Allah telah menunjukkan begitu banyak kebaikan kepada dan melalui Lilias, tidak hanya menjelang kematiannya, tetapi juga di sepanjang hidupnya. Walaupun Lilias sangat berbakat dalam bidang seni, ia memilih untuk melayani Yesus sebagai misionaris di Aljazair. Ketika Lilias memilih ladang misi daripada karier di bidang seni, John Ruskin, seorang pelukis terkenal yang mengajar Lilias, konon pernah berkomentar, “Bakat yang disia-siakan.”

Demikian pula di Perjanjian Baru, ketika seorang perempuan datang ke rumah Simon si kusta, membawa buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni dan mencurahkan minyak itu ke atas kepala Yesus, orang-orang di situ menganggapnya sebagai pemborosan. Minyak mahal itu setara dengan upah rata-rata orang selama satu tahun, sehingga orang-orang berpikir bahwa minyak itu bisa digunakan untuk menolong orang miskin. Namun, sambil memuji pengabdian perempuan itu yang begitu mendalam kepada-Nya, Yesus berkata, “Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik kepada-Ku” (Mrk. 14:6).

Setiap hari kita dapat memilih untuk memancarkan hidup Kristus dalam diri kita dan menunjukkan kebaikan-Nya pada dunia. Bagi sebagian orang, mungkin perbuatan kita terlihat sia-sia, tetapi biarlah kita memiliki hati yang selalu rela melayani-Nya. Kiranya Tuhan Yesus akan mengatakan bahwa kita telah melakukan banyak perbuatan yang baik bagi-Nya. —Keila Ochoa

Ya Bapa, mampukanlah aku untuk menunjukkan kasihku kepada-Mu dengan melakukan banyak perbuatan yang baik.

Kiranya hidup kita menunjukkan kebaikan Allah.

Bacaan Alkitab Setahun: Kidung Agung 6-8; Galatia 4

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

Bagikan Komentar Kamu!