Kebahagiaan Abadi

Info

Kamis, 23 Agustus 2018

Kebahagiaan Abadi

Baca: Mazmur 34:1-15

34:1 Dari Daud, pada waktu ia pura-pura tidak waras pikirannya di depan Abimelekh, sehingga ia diusir, lalu pergi.
34:2 Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.

34:3 Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.

34:4 Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!

34:5 Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.

34:6 Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.

34:7 Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

34:8 Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.

34:9 Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

34:10 Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!

34:11 Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik.

34:12 Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu!

34:13 Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik?

34:14 Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu;

34:15 jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!

Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik? . . . Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. —Mazmur 34:13,15

Kebahagiaan Abadi

Sering kita mendengar bahwa kebahagiaan akan kita alami ketika kita melakukan segala sesuatu dengan cara kita sendiri. Namun, itu tidak benar. Pandangan seperti itu hanya membawa kita pada rasa hampa, kegelisahan, dan kekecewaan.

Penyair W. H. Auden mengamati orang-orang yang berusaha mencari pelarian dalam kesenangan. Ia menulis tentang mereka: “Tersesat di hutan lebat, / Bagai anak-anak yang takut malam / Tak pernah merasa senang atau tenang.”

Daud pernah menulis mazmur tentang mengobati ketakutan dan ketidakbahagiaan kita. “Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku” (Mzm. 34:5). Kebahagiaan dialami ketika kita melakukan segala sesuatu dengan cara Allah, dan kebenaran dari fakta tersebut dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Daud menulis bahwa muka orang yang memandang kepada Allah akan berseri-seri (ay.6). Cobalah dan kamu akan melihat hasilnya. Itulah yang dimaksudkan Daud saat berkata, “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu!” (ay.9).

Kita berkata, “Aku baru mau percaya setelah aku melihatnya.” Begitulah cara kita mengetahui segala sesuatu di dunia ini. Buktikan dahulu, maka saya akan percaya. Allah mengatakan yang sebaliknya. Percaya dahulu, baru melihat. “Kecaplah, lalu kamu akan melihat.”

Percayalah pada firman Tuhan. Lakukan apa yang dikehendaki Allah untukmu lakukan dan kamu akan melihat. Dia akan memberimu anugerah untuk melakukan hal yang benar, bahkan lebih lagi: Dia memberikan diri-Nya sendiri—satu-satunya sumber kebaikan—dan kebahagiaan abadi yang dibawa-Nya bagi kita. —David H. Roper

Tuhan, terkadang kami hanya perlu berdoa: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini.” Tolonglah kami untuk mempercayai-Mu dengan melakukan apa yang telah Engkau percayakan untuk kami kerjakan hari ini.

Kita berbahagia ketika kita melakukan hal yang benar.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 113-115; 1 Korintus 6

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

23 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!