Ungkapan Kasih yang Melimpah

Info

Jumat, 27 Juli 2018

Ungkapan Kasih yang Melimpah

Baca: 2 Korintus 9:6-15

9:6 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.

9:7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

9:8 Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.

9:9 Seperti ada tertulis: “Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya.”

9:10 Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;

9:11 kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.

9:12 Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah.

9:13 Dan oleh sebab kamu telah tahan uji dalam pelayanan itu, mereka memuliakan Allah karena ketaatan kamu dalam pengakuan akan Injil Kristus dan karena kemurahan hatimu dalam membagikan segala sesuatu dengan mereka dan dengan semua orang,

9:14 sedangkan di dalam doa mereka, mereka juga merindukan kamu oleh karena kasih karunia Allah yang melimpah di atas kamu.

9:15 Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!

Kalian akan serba cukup dalam segala hal sehingga kalian selalu dapat memberi dengan murah hati. —2 Korintus 9:11 bis

Ungkapan Kasih yang Melimpah

Setiap ulang tahun pernikahan kami, suami saya, Alan, memberi saya karangan bunga segar. Ketika ia kehilangan pekerjaannya, saya tidak mengharapkan ungkapan kasih yang berlimpah itu akan berlanjut. Namun, pada ulang tahun ke-19 pernikahan kami, saya menemukan bunga-bunga mekar berwarna-warni sedang menanti saya di atas meja makan. Karena Alan menganggap tradisi tahunan itu penting untuk dilanjutkan, ia pun menghemat sejumlah uang setiap bulan untuk memastikan bahwa ia memiliki cukup uang untuk mengungkapkan kasihnya dengan cara yang menyentuh itu.

Perencanaan suami saya yang cermat menunjukkan kemurahan hatinya yang luar biasa. Itu mirip dengan apa yang dipuji Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus. Sang rasul memuji jemaat tersebut atas persembahan yang mereka kumpulkan dengan terencana dan antusias (2Kor. 9:2,5), sambil mengingatkan mereka bahwa Allah berkenan kepada orang yang memberi dengan murah hati dan sukacita (ay.6-7). Lagipula, tidak ada yang memberi lebih daripada Allah, Pemelihara kita yang baik, yang selalu siap menyediakan semua yang kita butuhkan (ay.8-10).

Kita bisa selalu bermurah hati dan saling memperhatikan karena Tuhan memenuhi semua kebutuhan kita dari segi materi, emosi, dan rohani (ay.11). Ketika memberi, kita dapat mengungkapkan rasa syukur atas semua yang telah diberikan Allah kepada kita. Kita bahkan bisa memotivasi orang lain untuk memuji Tuhan dan rela memberi dari berkat yang telah diberikan Allah kepada mereka (ay.12-13). Memberi dengan murah hati sebagai ungkapan kasih dan syukur yang melimpah dapat menunjukkan keyakinan kita akan pemeliharaan Allah atas seluruh umat-Nya. —Xochitl Dixon

Tuhan, tolong kami mempercayai kasih dan kemurahan-Mu yang melimpah sehingga kami bisa memberi kepada sesama apa yang telah Engkau berikan kepada kami.

Memberi dengan murah hati menunjukkan keyakinan teguh akan pemeliharaan Allah yang penuh kasih dan setia.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 43-45; Kisah Para Rasul 27:27-44

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

22 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!