Pelayanan yang Murah Hati

Info

Kamis, 26 Juli 2018

Pelayanan yang Murah Hati

Baca: Yesaya 58:6-12

58:6 Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk,

58:7 supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!

58:8 Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu.

58:9 Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah,

58:10 apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.

58:11 TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.

58:12 Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan “yang memperbaiki tembok yang tembus”, “yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni”.

Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap. —Yesaya 58:10

Pelayanan yang Murah Hati

Sekelompok kecil orang berdiri di sekeliling pohon raksasa yang tumbang di halaman rumah. Seorang wanita berusia lanjut dengan tongkat di tangannya bercerita bagaimana ia menyaksikan angin badai pada malam sebelumnya menghempaskan “pohon tua raksasa kami. Lebih parahnya lagi,” lanjutnya dengan suara yang serak karena emosi, “badai itu merobohkan tembok batu kami yang indah. Suami saya membangun tembok itu setelah kami menikah. Kami menyukai tembok itu! Sekarang tembok itu tidak ada lagi; sama seperti dirinya.”

Esok paginya, saat wanita tua itu melihat para pekerja sedang membersihkan pohon yang tumbang, ia pun tersenyum lebar. Di antara ranting-ranting ia bisa melihat dua orang dewasa dan seorang anak laki-laki yang pernah menolongnya memotong rumput halaman itu kini sedang mengukur dan membangun kembali tembok batu kesayangannya!

Nabi Yesaya pernah menulis tentang jenis pelayanan yang disukai Allah, yakni perbuatan-perbuatan yang menguatkan hati orang-orang di sekitar kita, seperti yang dilakukan mereka yang memperbaiki tembok wanita tua itu. Bacaan Alkitab hari ini mengajarkan bahwa Allah lebih menghargai pelayanan yang mementingkan kebutuhan orang lain daripada ritual agamawi yang tanpa makna. Allah bahkan memberikan berkat dua arah lewat pelayanan tanpa pamrih yang dilakukan anak-anak-Nya. Pertama, Allah memakai kerelaan kita dalam melayani untuk membantu kaum yang tertindas dan membutuhkan pertolongan (Yes. 58:7-10). Lalu Allah menghargai mereka yang terlibat dalam pelayanan itu dengan membangun atau meneguhkan kembali reputasi mereka sebagai kekuatan yang memberikan dampak positif dalam Kerajaan-Nya (ay.11-12). Pelayanan apa yang akan kamu berikan hari ini? —Randy Kilgore

Terima kasih, Bapa, untuk pelayanan orang lain yang Engkau pakai untuk menolong kami. Terima kasih karena Engkau memanggil kami untuk melakukan hal yang sama.

Kita memuliakan Allah dengan melayani sesama tanpa pamrih.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 40-42; Kisah Para Rasul 27:1-26

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

26 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!