Monthly Archives: July 2018

Menyembunyikan Luka Hati

Menyembunyikan Luka Hati

SANTAPAN ROHANI.
Sabtu, 14 Juli 2018.

Baca: Ibrani 4:12-13

Ketika diundang menjadi pembicara di sebuah gereja lokal, saya membawakan topik tentang membawa kepedihan hati kita ke hadapan Allah untuk menerima pemulihan yang ingin diberikan-Nya.

Renungan Piala Dunia: Pergantian Pemain

Renungan Piala Dunia: Pergantian Pemain

Biasanya, digantikan keluar dalam sebuah pertandingan bukanlah hal yang menyenangkan. Kita mungkin cedera, tidak bermain dengan baik, atau pelatih mau mengubah taktik pertandingannya (dan kita tidak ada dalam rencananya; ini bukan pertanda yang baik).

Sebuah Pulang yang Mengubahkanku

Sebuah Pulang yang Mengubahkanku

Oleh Agustinus Ryanto, Jakarta.

Sudah enam tahun terakhir aku tinggal jauh dari rumah karena merantau. Seringkali aku merasa homesick. Tapi, karena latar belakang keluargaku yang broken, pulang bukanlah pilihan yang mudah setiap kali aku merasa homesick.

Dia Mengenal Kita

Dia Mengenal Kita

SANTAPAN ROHANI.
Jumat, 13 Juli 2018.

Baca: Mazmur 139:1-14

Apakah Allah tahu keadaan saya saat berkendara di malam hari dan menempuh perjalanan sejauh 160 km untuk pulang ke desa saya? Saya sempat merasa ragu.

Renungan Piala Dunia: Wasit Seperti Apakah Tuhan itu?

Renungan Piala Dunia: Wasit Seperti Apakah Tuhan itu?

Katakanlah kita beranggapan Tuhan itu ada dan Dia berperan sebagai wasit dalam pertandingan hidup ini, maka wasit seperti apakah Dia?

Pelajaran Berharga dari Penyelamatan 13 Pemain Bola di Thailand

Pelajaran Berharga dari Penyelamatan 13 Pemain Bola di Thailand

Oleh Joanna Hor, Singapura.

Seperti banyak orang lain di seluruh dunia, kemarin malam aku bersorak ketika membaca berita bahwa 12 anak lelaki Thailand dan pelatih sepak bola mereka yang berusia 25 tahun akhirnya bisa diselamatkan dari dalam gua di utara Thailand. Mereka sudah terperangkap di dalam sana selama dua minggu!

Sauh yang Teguh di saat Kita Takut

Sauh yang Teguh di saat Kita Takut

SANTAPAN ROHANI.
Kamis, 12 Juli 2018.

Baca: Yesaya 51:12-16

Apakah kamu sering khawatir? Saya juga. Saya bergumul dengan kecemasan hampir setiap hari. Saya khawatir tentang hal-hal besar dan hal-hal kecil.

Renungan Piala Dunia: Tim yang Kalah

Renungan Piala Dunia: Tim yang Kalah

Sepakbola menjadi sesuatu yang menyakitkan kalau kamu berada pada tim yang kalah. Kehidupan juga terasa menyakitkan ketika kita kalah. Kita tentu tahu bagaimana rasanya mengalami patah hati, kehilangan pekerjaan, sakit parah, kehabisan uang, dan lain-lain.

Papa Mama, Terima Kasih untuk Teladan Kalian

Papa Mama, Terima Kasih untuk Teladan Kalian

Oleh Jonathan Marshell Kevin, Jakarta.

“Mam, aku lulus mam!”

Aku menelepon Mama setelah aku dinyatakan lulus sidang akhir. Saat itu Mama sedang berdoa. Setelah dia mengangkat teleponku, aku mendengar suara Mama dengan nada terharu. Dia menangis.

 Page 4 of 6  « First  ... « 2  3  4  5  6 »